
Seperti ibu-ibu pada umumnya, Lea selalu bertanya bagaimana keadaan sang anak. Bahkan baru satu jam yang lalu ia bertanya, kini disela-sela kuliahnya ia kembali melakukan hal tersebut.
Ia mengirim pesan pada asisten rumah tangga tempat dimana tadi ia menitipkan Darriel.
"Darriel nangis nggak, mbak?" tanya Lea.
"Nggak koq mbak Lea, nih masih tidur."
Asisten rumah tangga itu mengirim video Darriel sedang tidur dengan nyenyaknya.
"Oh ya udah deh kalau gitu." ucap Lea.
"Le, lo koq bau minyak telon."
Iqbal berseloroh ketika akhirnya mereka berkumpul dan makan bersama di kantin. Jarang-jarang mereka bisa seperti ini. Semenjak ada perkuliahan online kadang mereka sangat sulit bertemu.
Jika ada yang masuk kelas, maka pasti ada saja yang kuliah dari rumah. Tetapi hari ini mereka semua berkumpul.
"Namanya juga emak-emak. Ntar kalau lo udah nikah dan punya anak, bakalan bau bedak bayi." ujar Lea.
"Emang gitu ya?" seloroh Iqbal sambil tertawa.
"Iya karena lo nggak sadar abis bedakin mereka, terus lupa cuci tangan. Atau abis gendong anak lo, baunya nempel di baju. Kayak gue nih." ujar Lea.
"Mending Le, sepupu gue bau susu basi." seloroh Rama."
"Hahahaha."
Mereka semua tertawa-tawa.
"Ini beneran." ujar Rama lagi.
"Mungkin ketumpahan kali ya apa gimana, nggak ngerti gue. Pas gue deketin bau susu basi, anjir."
"Hahaha." Mereka semua tertawa.
"Padahal gue inget banget tuh pas dia kuliah. Ganteng, Cassanova, pokoknya selalu wangi." ujar Rama.
"Eh, pas nikah bau susu basi. Kalau jalan sama istrinya dia bawa tas gembolannya kayak mau di usir." lanjutnya kemudian. Dan lagi-lagi Lea beserta temannya yang lain terpingkal-pingkal.
"Gue juga sama tuh kalau lagi mau pergi. ngajak Darriel. Peralatan dia doang udah kayak carrier mau naik gunung." ujarnya.
Mereka semakin tertawa geli.
"Anak lo tinggal sama laki lo, Le?" tanya Adisty.
"Nggak, dirumah bapak gue. Dititip sama mbak yang kerja di rumah." jawab Lea.
"Udah nggak parno lo?" tanya Ariana?"
"Parno kenapa?" tanya Iqbal dan Daniel di waktu yang nyaris bersamaan.
"Parno ninggalin anak sama asisten rumah tangga, takut disiksa." ujar Adisty.
"Lo mah ada-ada aja." ujar Iqbal.
"Tapi jangan salah loh, kita wajib untuk nggak percaya 100%. Karena banyak kejadian." ujar Ariana.
"Makanya itu gue pasang CCTV di kamar yang gue tempati. Takutnya anak gue di gaplok ya kan. Tapi sejauh ini mbaknya baik, sabar. Semoga nggak ada apa-apa ke depannya." ujar Lea.
__ADS_1
***
"Hokhoaaa."
Darriel bangun setelah beberapa jam berlalu. Ia terdengar mengoceh dan bukan menangis. Saat itu asisten rumah tangga masuk dan memeriksa keadaannya.
"Darriel udah bangun ya." ujar salah seorang asisten rumah tangga tersebut. Mereka kebetulan datang berdua.
"Heheee."
"Lah malah ketawa." ujar asisten rumah tangga yang satunya lagi.
"Dia mah enak ya Rin, ngurusnya. Bangun tidur jarang nangis."
"Iya tapi kata pak Daniel sekalinya nangis kayak orang disiksa." ujar Rini.
"Tadi pagi untung gitu doang nangisnya." lanjutnya lagi.
"Heheee."
"Iya Darriel, Darriel kalau nangis kayak orang disiksa iya?" Rini menggelitik Darriel.
"Heheee."
Bayi itu kembali tertawa. Lalu bereaksi seperti tidak nyaman dengan popoknya. Ternyata popok tersebut penuh. Rini dan rekannya membersihkan Darriel dan mengganti popok lama dengan yang baru.
Tiba-tiba asisten rumah tangga yang lain masuk dan menyodorkan handphone pada Rini.
"Nih pak Richard, gue mau nerusin goreng tempe." ujar asisten tersebut.
Rini meraih handphone itu dan mendapati Richard yang tengah video call.
"Iya pak."
"Ini."
Rini menunjukkan Darriel. Mata Darriel terlihat hendak menutup.
"Oh baru mau tidur ya?" tanya Richard.
"Nggak pak, baru aja bangun. Tadi nggak gini." ujar Rini.
"Itu mau tidur?" ujar Richard.
Rini dan rekannya merasa heran. Bagaimana mungkin bayi yang sudah lama tidur, baru bangun dan hendak tertidur lagi. Kecuali ia baru lahir, mungkin bisa seperti itu.
"Darriel." Rini memanggil Darriel.
"Heheee."
Tiba-tiba Darriel tertawa. Sontak yang ada disana pun jadi ikut tertawa.
"Ya ampun anaknya Daniel." ujar Richard dengan nada yang seperti tak habis pikir.
"Baru berapa bulan ya kamu, udah bisa ngeprank kakeknya sendiri." ujar Richard.
"Heheee."
"Gitu kamu ya."
__ADS_1
"Hiyaaaa."
Darriel menggerakkan tangan dan kakinya dengan penuh semangat.
"Tadi ada nangis nggak dia?" tanya Richard.
"Ada sekali, pas bapak sama mbak Lea pergi. Nangis bentar abis itu tidur." jawab Rini.
"Ini belum ada nangis sama sekali." lanjutnya lagi.
"Oh ya udah kalau gitu. Titip ya, Rin." ujar Richard.
"Iya pak."
"Kalau kalian ada mau order makanan atau minuman, order aja. Di handphone yang item udah saya tambahin saldo aplikasi ojolnya." ujar Richard.
"Asik." Rini dan rekannya senang.
"Beliin yang lainnya juga." ujar Richard.
"Oke pak."
Richard lalu menyudahi telpon tersebut dan melanjutkan pekerjaan.
***
Tak jauh berbeda dengan sang kakek, Daniel yang baru menyelesaikan pekerjaan mendadak rindu dengan anaknya.
Daniel lalu menelpon salah satu asisten rumah tangga Richard. Namun ia agak sedikit terlambat, sebab ia menelpon di saat Darriel sudah tertidur kembali.
Akhirnya setelah melihat Darriel yang tertidur, Daniel menyudahi panggilannya. Ia beralih ke galeri dan melihat video Darriel.
Dalam video yang direkam oleh Lea tersebut Daniel tampak berbicara dengan Darriel dan Darriel tertawa-tawa.
"Ini anak siapa ini?"
"Anak siapa bau minyak telon ini?"
"Heheee."
"Bau bedak bayi." ujar Daniel.
"Heheee."
"Bau susu."
"Heheee."
"Coba sini kita bedong aja dia. Kita jadikan ulat pucuk-pucuk."
Daniel mengambil sehelai kain bedong instan yang hanya dipakai di awal kelahiran saja. Sehabis itu tak dipakai lagi karena ternyata Darriel risih dan menangis apabila di pakaikan.
Darriel membungkus anaknya itu hingga ia menjadi seperti ulat. Awalnya Darriel masih tertawa-tawa, sampai akhirnya wajah bayi itu berubah. Ia menatap Daniel dan,
"Hekheee." Ia menangis, namun Daniel tertawa.
"Bapaknya iseng banget." ujar Lea sambil terus merekam.
Daniel masih tertawa-tawa lalu ia melepaskan bedong tersebut. Akhirnya Darriel pun diam dan langsung menggerakkan tangannya ke atas, seolah ia baru saja terbebas dari sesuatu. Daniel tersenyum, lalu menyudahi melihat rekaman tersebut dan lanjut bekerja.
__ADS_1
***