Menjadi Sugar Baby

Menjadi Sugar Baby
Sharing


__ADS_3

Lea masih berada di kota Bandung, menikmati liburannya yang masih tersisa beberapa hari. Selama itu pula, Daniel tak pernah absen untuk menelpon dan menanyakan kabar sang istri.


"Laki lo perhatian banget deh Le."


Adisty berujar pada Lea, ketika ia dan Ariana sedang menyambangi kamar perempuan itu.


"Gue juga nggak nyangka Dis, dia bisa begitu."


"Emang dulunya nggak?" tanya Ariana.


"Dulunya dia judes ke gue."


"Oh ya?" Adisty dan Ariana bertanya di waktu yang nyaris bersamaan.


"Kayaknya gue pernah cerita deh waktu itu ke kalian."


Adisty dan Ariana saling bertatapan.


"Nggak, kayaknya belum." ujar Adisty.


"Iya." timpal Ariana.


"Apa ke Nina dan Vita ya gue cerita?"


"Iya kali, mungkin." ujar Adisty lagi.


"Jadi laki gue tuh dulu cuek ke gue, orang nikahnya nggak sengaja."


"Nggak sengaja gimana Le?" tanya Ariana.


"Kayak di novel-novel online gitu ya?" Adisty bersemangat.


"Ya gue nggak tau sih, ada apa nggak kisahnya di novel online. Yang jelas agak rumit."


"Ceritain dong Le...!"


Adisty dan Ariana menatap Lea dengan tatapan yang penuh harap. Karena sudah cukup mempercayai keduanya, Lea pun akhirnya bercerita. Mengenai bagaimana pertemuannya dengan Daniel dari awal hingga menikah.


"Oh ya?. Lo lempar seblak gitu Le mobilnya dia?"


Adisty dan Ariana kaget mendengar pertemuan Lea dengan Daniel saat masih awal-awal.


"Iya abisnya gue sebel, dalam hati gue nih orang sok kaya banget anjir. Kayak dia doang gitu loh yang punya mobil bagus.


"Hahahaha."


Adisty dan Ariana tak bisa menahan tawa, mereka sama-sama membayangkan adegan tersebut.


"Sumpah lo parah banget, Le." celetuk Ariana.


Lea pun melanjutkan ceritanya sampai ia masuk agency.


"Jadi maksud lo agency itu, menampung cewek-cewek dan menyalurkan mereka untuk bertemu sugar daddy?"


Adisty dan Ariana baru mendengar perihal seperti itu, maka tak heran jika mereka begitu kaget.


"Ada ya yang kayak gitu?" tanya Ariana.


"Gue juga awalnya nggak gitu paham, tapi yang ngasih tau gua itu kak Dian. Tau kan ceweknya bapak gue."


"Oh Dian yang waktu itu?" tanya Ariana.


"Iya, dia kasihan sama gue. Gara-gara gue hampir tiap hari di bully sama Sharon. Di katain miskin lah, apalah. Sampe pernah gue dipukul sama dia, gara-gara gue pacaran sama Rangga. Gue pernah cerita deh sama lo berdua soal mantan gue itu."

__ADS_1


"Iya, iya, iya. Gue inget." ujar Adisty diikuti anggukan Ariana.


"Nah dari situ, kak Dian tuh nawarin gue buat masih SB agency."


"Disitu lo ngapain aja, Le?" tanya Ariana.


"Maksudnya diajarin apa aja gitu?" lanjutnya lagi.


"Ya banyak hal." jawab Lea.


Ia pun lalu menceritakan semuanya secara detail.


"Oh jadi gitu, anjir penasaran gue sama tempatnya." ujar Adisty.


"Nah pada saat gue disana itu, gue sempat pernah ketemu lagi tuh sama mas Dan. Waktu gue, Vita dan Nina lagi keluar. Kita kan ada jadwal keluar tuh, boleh main di hari-hari tertentu."


"Kayak boarding school ya wak." ujar Adisty.


"Ember." jawab Lea.


"Terus, terus, lo ketemunya gimana, dimana?" tanya Ariana.


Lea pun menceritakan pada saat ia tak sengaja menabrak bahu Daniel dan menumpahkan es coklat yang ia minum di kemeja dan jas Daniel.


"Hahahaha."


"Hahahaha."


"Serius Le?" tanya Adisty diikuti tatapan Ariana.


"Serius, lo tanya deh sama Nina."


"Setelah itu, koq lo bisa sama dia?" tanya Ariana.


"Kagak anjir, kagak ada yang jatuh cinta." jawab Lea.


"Koq bisa?. Gimana ceritanya?" tanya Adisty lagi.


Lea pun mulai menceritakan bagaimana akhirnya ia bisa dibawa oleh Daniel ke rumahnya.


"Oh jadi, lo itu dibawa nggak sengaja. Gara-gara sebenernya sugar daddy yang Lo dapat itu bapaknya dia?" ujar Ariana.


"Dan bapaknya itu udah punya bini?" timpal Adisty.


"Iya, bini bapaknya itu mantannya mas Daniel." jawab Lea.


"Anjir." ujar Adisty masih terperangah.


"Mereka tuh pacaran udah mau empat tahun, nah si Grace ini."


"Namanya Grace?" tanya Ariana lagi.


"Iya, nah si Grace ini udah kepengen banget berumah tangga dan punya anak. Sedangkan mas Daniel itu masih nggak percaya sama yang namanya pernikahan. Dia latar belakangnya broken home."


"Oh." Adisty dan Ariana berujar di waktu yang nyaris bersamaan.


"Jadi bapaknya tuh doyan selingkuh, ibunya panas hati. Akhirnya cerai dan ibunya pergi sama laki-laki lain. Tinggal di Turki kalau nggak salah sekarang."


"Iya, iya. Terus-terus." Adisty dan Ariana makin penasaran.


"Nah mas Daniel ini kqn akhirnya nyesel, pas ditinggalin Grace. Dia kayak ngerasa bersalah dan masih cinta gitu sama si Grace. Pas ngeliat bapaknya mau ngambil gue malem itu, terbakar lah hatinya dia. Dia marah-marah banget malem itu dan akhirnya gue diambil sama dia."


"Ngambilnya itu gimana, kan kata lo tadi calon sugar daddy itu udah deposit."

__ADS_1


"Kan bisa dibalikin kalau mereka gagal dapat sugar baby."


"Oh gitu, anjir baru tau gue." ujar Adisty.


"Sama, sumpah gue kaget." timpal Ariana.


"Nah udah tuh, gue dibawa sama dia." ujar Lea


Ia kemudian menceritakan kembali kisahnya sampai ia dinikahi oleh Daniel.


"Jadi lo nikah itu juga nggak sengaja dong?" tanya Adisty.


"Iya, nggak ada persiapan sama sekali. Guea aja pake baju seadanya."


Lea mengeluarkan handphone.


"Nih foto gue pas nikahan."


Ia memperlihatkan foto pernikahannya dengan Daniel yang sangat sederhana.


"Tapi ini sah?" tanya Adisty.


"Maksud gue, bukan nikah siri kan?" lanjutnya lagi.


"Sah, kita nikah di KUA itu."


"Tapi masalah umur?" tanya Ariana.


"Kan kita 19 tahun ya standarnya. Sedangkan elo kayaknya."


"17." jawab Lea.


"Itu gimana tuh?" Adisty ikut bertanya.


"Gue juga nggak tau persis sih, apa mas Daniel bikin cerita bohong. Soal gue udah hamil duluan atau apa, atau gimana cara dia mengurus perizinan itu. Yang jelas, gue dikasih surat pernyataan, bahwa gue nikah itu bukan karena paksaan. Terus gue tanda tangan, akhirnya kita diizinkan nikah resmi. Walaupun gue belum cukup umur."


Adisty dan Ariana manggut-manggut.


"Tapi bagus Le, yang penting lo nikah resmi. Jadi laki lo nggak gampang juga buat ninggalin lo."


"Iya, itu sih untungnya." ujar Lea.


"Lo pas malem pertama gimana Le?"


Ariana mengeluarkan pertanyaan yang membuat Lea dan Adisty tertawa.


"Ya gitu deh." jawab Lea.


"Ya gitu deh gimana, kaget nggak lo?" tanya Ariana lagi.


"Lu kepo banget sih sama urusan ranjang orang." Adisty berseloroh sambil tertawa.


"Ya gue penasaran, apa kayak yang di novel-novel online gitu?"


Lea menahan senyum.


"Ya gitu deh kira-kira."


"Ih serius?" Adisty dan Ariana senyum-senyum dengan wajah yang memerah. Entah novel online mana yang mereka bayangkan saat ini. Yang jelas pipi mereka bersemu merah.


"Cie-cie pengen." ledek Lea kemudian.


Mereka pun tertawa-tawa.

__ADS_1


__ADS_2