
"Lele, dimana?. Lo nggak kabur kan?. Kalau iya, please jangan. Pikirin nasib gue sama Ariana, ntar kita berdua di pepes sama bokap lo."
Adisty mengirim pesan singkat pada Lea, yang kini tengah tertidur dalam pelukan Daniel.
"Le, jawab Le."
Ia mengirimkan pesan yang kedua, ketiga lalu keempat. Suara notifikasi dari pesan-pesan tersebut membangunkan Lea secara serta merta.
"Kenapa Lea?" tanya Daniel yang ikut terbangun.
"Mas, aku harus cepet pulang mas. Adisty sama Ariana bakalan jadi sasaran, kalau ayah tau aku nemuin mas."
"Kamu kenapa nggak disini aja?. Aku yang akan menghadapi Richard. Ini kesempatan Lea, jangan di sia-siakan.
"Mas, tapi masalahnya ini ada dua temen aku yang terlibat. Aku nggak mau mereka kenapa-kenapa."
"Mereka nggak akan di apa-apain sama Richard, percaya sama aku. Aku udah kenal lama sama dia."
"Mas kalau bodyguard dan supir diberhentikan sama ayah gimana?"
"Aku akan kasih mereka pekerjaan."
"Tapi mas."
"Lea, aku nggak mau pisah lagi sama kamu."
"Tapi kan mas udah janji, mau memulangkan aku kalau kita udah ketemu."
"Le."
"Aku bukan apa-apa mas, kalau aku ini kabur sendiri nggak masalah. Tapi disini ada keterlibatan dua teman aku yang nggak bersalah. Aku nggak mau mereka jadi sasaran kemarahan ayah."
Daniel menarik nafas. Ini adalah hal terberat yang terjadi dalam hidupnya. Dimana ketika sang istri sudah dalam genggaman, namun ia harus melepaskan begitu saja. Lantaran ada nasib orang lain yang harus mereka pikirkan.
"Ya udah, ayo aku anterin." ujar Daniel seraya beranjak.
Ini adalah satu-satunya cara agar Lea tidak merasa tertekan, bersalah, ataupun stres terhadap kedua temannya. Daniel mengantarkan Lea kembali ke kampus.
"Mas, aku turun ya." ujar Lea.
Mereka berada di lobi yang sama, dengan disaat Lea kabur.
"Jaga diri baik-baik, jaga kesehatan."
Daniel mencium bibir Lea, seraya mengelus perut istrinya itu. Lea lalu memeluk Daniel, sesaat sebelum ia akhirnya keluar. Lea bergegas menghampiri Adisty dan Ariana yang sudah sangat tegang.
__ADS_1
"Gaes."
"Lea."
Kedua gadis itu bernafas dengan lega.
"Syukur Le, lo balik." ujar Ariana.
"Gue sama Adisty udah lemes banget, pasalnya kita tadi ngintip tuh bodyguard. Mereka kayak mulai nanya-nanya gitu ke mahasiswa lain, terus kayak nelpon-nelpon terus gitu."
"Kita khawatir dia nelpon bokap lo." timpal Adisty.
"Soalnya mereka kayaknya udah sadar, kalau lo nggak keluar-keluar juga" lanjutnya kemudian.
"Maaf ya, tadi gue ketiduran." ujar Lea dengan penuh rasa bersalah.
"Nggak apa-apa, yang penting lo udah balik." ujar Adisty.
"Maaf ya, Le. Gue tau lo masih kangen laki lo dan begitu juga sebaliknya. Tapi gue juga nggak mau kalau sampe bokap lo marah ke kita." ujar Ariana.
"Iya, sekali lagi gue minta maaf ya." ujar Lea.
Kedua temannya itu sama-sama mengangguk dan tersenyum.
"Ya udah, kita balik ke mereka yuk...!" ajak Lea.
Mereka bertiga pun berjalan, layaknya mahasiswi yang baru saja keluar kelas. Mereka berjalan perlahan sambil berbincang.
"Tapi Le, laki lo tadi nggak apa-apa?" tanya Adisty.
"Berat sih, dia. Tapi gue bilang sama dia, kalau kita nggak boleh membahayakan orang lain demi tujuan atau keinginan kita. Tadinya ya dia pengen gue disitu aja, nggak balik. Tapi kan lo berdua bisa aja disalahkan, kalau sampai gue kabur dan bokap gue marah."
"Iya juga sih." ujar Ariana.
"Maafin kita ya, Le." lanjutnya kemudian.
"Kalau bapak-bapak kita berdua punya power aja, gue sama Adisty siap jadi tameng lo."
"Iya." timpal Adisty.
"Bakalan gue biarin lo sama laki lo. Bokap lo, biar gue sama bokap gue yang ngadepin." lanjutnya kemudian.
"Sayangnya bapak gue sama bapaknya Adisty orang biasa. Kalau misalkan bapak lo marah, dia bisa mengintimidasi gue sekeluarga." timpal Ariana.
"Iya nggak apa-apa koq." jawab Lea.
__ADS_1
"Lagian gue mulai suka keadaan kayak gini." lanjut perempuan itu lagi.
"Suka, maksudnya?" tanya Adisty.
"Gue sama mas Daniel, jadi ngehargain banget waktu kita berdua." ujar Lea.
"Emang selama ini gimana?" tanya Ariana.
Lea pun mulai bercerita bagaimana awalnya ia bertemu dengan Daniel. Bagaimana perasaan Daniel terhadap mantan kekasihnya, Grace.
Tentang Daniel yang cuek terhadapnya, bahkan di awal-awal pernikahan terasa tidak menikah sama sekali. Sebab Daniel pun tak ada menyentuh istrinya barang secuil.
Kini setelah ditimpa keadaan seperti ini, cinta diantara mereka mulai tumbuh. Keduanya sama-sama menyadari jika dalam waktu sekejap pun, keadaan bisa berubah 180 derajat. Mereka jadi benar-benar menghargai setiap detik yang terlewati.
"Oh jadi gitu ceritanya, sedih juga ya." ujar Ariana.
"Tapi gue salut sama lo, Le. Lo bisa sabar ngadepin sikap laki lo." timpal Adisty.
"Kalau gue mah, di cuekin ya gue tinggalin." lanjutnya lagi.
Kali ini Lea tertawa.
"Ya gue juga nggak tau kenapa gue bertahan. Mungkin karena gue juga sama cuek dan nggak peduli kali ya. Dia mau bersikap kayak apa, gimana. Sampai akhirnya gue sama dia, sama-sama menyadari kalau kita saling jatuh cinta."
"So sweet sih, sebenernya." ujar Ariana kemudian.
"Kayak cerita di novel online." lanjutnya lagi.
Tak lama mereka pun tiba di dekat para bodyguard, yang mungkin sudah muak menunggu mereka selama seharian ini. Mungkin juga mereka telah was-was atau takut jika Lea akan kabur.
Lea, Adisty dan Ariana kompak menahan tawa, ketika telah berhadapan dengan pria-pria bertubuh tinggi besar itu.
"Maaf ya pak, lama. Baru kelar soalnya." ujar Lea.
Adisty dan Ariana saling menatap dengan senyum yang begitu di tahan di bibir.
"Baru kelar ketemuan." bisik Adisty di telinga Ariana.
"Baru abis timpa-timpaan." Ariana menimpali. Lea yang mendengar semua itu, kini menahan tawa.
Para bodyguard mengarahkan mereka untuk pulang, mereka berjalan mendekati lobi utama kampus. Tak lama mobil yang tadi membawa mereka pun tiba di muka.
Mereka dipersilahkan naik, tak lama kemudian masing-masing bodyguard duduk di sebelah supir. Sisanya masuk ke mobil lain yang ada di belakang.
Sore itu Lea pulang dengan bahagia yang membuncah di hati, sama halnya dengan Daniel. Meski sesungguhnya yang paling Daniel inginkan adalah, Lea tak kembali lagi pada Richard.
__ADS_1
Namun ia harus menerima keputusan istrinya itu, sebab tidak jantan pula bila ia mengambil Lea secara diam-diam. Ia harus benar-benar berhadapan dengan Richard, untuk mendapatkan kembali istrinya tersebut.