Menjadi Sugar Baby

Menjadi Sugar Baby
After Wedding


__ADS_3

"Cekrek."


"Cekrek."


"Cekrek."


Lea dan Daniel menjalani pemotretan seperti pemotretan prewedding. Namun bedanya ini dilakukan setelah mereka memiliki seorang anak. Maka mereka menyebutnya sebagai foto after wedding.


Hari itu Lea tampak cantik, dalam balutan gaun mahal yang dibelikan Daniel tempo hari. Makeup yang ia gunakan adalah hasil karya dari seorang makeup artist terkenal, yang harga jasanya juga cukup fantastis.


Daniel merogoh kocek yang tidak sedikit untuk hari itu. Tapi demi menyenangkan hati Lea, itu tidak jadi mengapa. Siapa lagi yang akan ia bahagiakan kecuali keluarganya sendiri.


"Coba pak Daniel pindah ke sebelah sini, Lea yang disebelah sana."


Fotografer menyuruh Daniel berpindah dari tempat semula. Maka pria itu pun mengikuti instruksi yang diberikan.


"Sedikit kesini lagi pak."


Fotografer itu kembali berujar, maka Daniel pun kembali bergeser.


"Ini aku disini?" tanya Lea.


"Iya, agak merapat kesini sedikit."


Asisten fotografer ikut mengarahkan gaya.


"Oke siap ya." ujar sang fotografer.


"Oke." jawab Lea.


"Liat ke kamera, pose and..."


"Cekrek."


"Cekrek."


"Cekrek."


Foto tersebut diambil.


"Ganti angle." ujar sang fotografer.


"Coba dari sebelah sini." ujarnya lagi.


Maka Lea dan Daniel pun mengikuti arahan gaya dan angle yang diminta.


"Lea agak kaku itu, lemesin aja." tukas asisten fotografer.

__ADS_1


Lea menarik nafas, kemudian menggerakkan tubuhnya supaya tidak terlalu tegang. Tak lama ia lalu berpose seperti memeluk Daniel.


"Cekrek."


"Cekrek."


"Cekrek."


Foto itu berhasil diambil dengan tampilan yang sangat epik.


"Kita ganti kostum?" tanya Lea.


"Iya kamu yang yang ganti, pak Daniel tetap pakai yang itu." ujar sang fotografer.


"Oke."


Lea bergegas mengambil gaun berikutnya. Sebab ada cukup banyak yang akan di pakai pada sesi pemotretan tersebut. Ia kini berganti gaun yang memiliki warna gradasi ungu dan pink dibawahnya. Sedang bagian atas berwarna putih.


Daniel selalu mengagumi kecantikan anak temanya itu, seperti tak pernah habis pujiannya meski hanya di dalam hati.


Dulu ia selalu menginginkan perempuan dengan tubuh tinggi dan bertubuh sempurna seperti Grace. Namun seiring dengan berjalannya waktu, Lea kini menjadi tipe perempuan yang ia sukai.


***


"Gimana mas, bagus nggak?"


Lea yang baru selesai berganti pakaian kini meminta penilaian pada sang suami. Daniel nyaris tak berkedip menatap dada Lea yang seolah hendak tumpah tersebut. Belahan yang terdapat di bagian atas gaun itu cukup rendah, sedang Lea saat ini masih memeberikan ASI pada anaknya.


"Oke, kita pindah ke sebelah sini."


Fotografer mengarahkan Lea dan Daniel ke dekat kitchen set. Bukan dapur sungguhan, melainkan properti dari tempat yang mereka sewa. Set tempat pemotretan tersebut adalah konsep rumah, namun sangat artistik dan juga aesthetic. Lea mendapatkannya di Instagram.


Daniel menuruti segala keinginan Lea kali ini dan membiarkan istrinya itu yang mengatur. Toh ini semua merupakan hadiah Daniel untuk Lea. Untuk menyenangkan hati perempuan itu.


Lea dan Daniel berdiri dan berpose di dekat kitchen set. Kemudian foto mereka diambil. Gaya diganti menjadi Lea duduk di atas meja makan lalu seakan hendak di cium oleh Daniel bibirnya.


Ada pula ketika mereka sama-sama seperti hendak makan di meja makan. Pokoknya pose-pose tersebut memang telah dipikirkan dan terkonsep dengan baik oleh sang fotografer.


"Sekarang ajak Darriel ya mas."


Lea berkata pada sang fotografer, maka fotografer itu pun mengiyakan. Darriel yang sejak tadi hanya tidur tersebut kini diambil oleh Daniel. Bayi itu tampak keren dengan mengenakan setelan celana serta kemeja lengkap dengan sebuah dasi.


"Cekrek."


Foto mereka bertiga di ambil. Dengan Daniel menggendong Darriel, kemudian Lea mencium kening bayinya itu. Adegan berlanjut kepada Lea yang menggendong Darriel, sambil duduk di sebuah kursi. Dan Daniel berdiri dibelakang mereka berdua.


Konsep berikutnya adalah konsep lamaran. Sebab Lea dan Daniel tak punya foto lamaran sama sekali. Pernikahan mereka berlangsung secara dadakan dan super kilat.

__ADS_1


Kali ini Lea mengenakan kebaya dan di hair do ulang rambutnya oleh team makeup artis. Riasan wajahnya pun di ganti menjadi lebih sederhana ketimbang yang tadi. Sedang Daniel berganti baju batik agar bisa pas dengan kostum Lea.


Mereka lalu berdiri di belakang set lamaran. Seolah-olah memang mereka tengah menjalani prosesi lamaran dan tukar cincin saat ini.


Ada satu momen lucu. Ketika Daniel seolah-olah memberikan seserahan pada Lea. Namun di dalam kotak seserahan itu isinya adalah Darriel yang tengah tertidur.


Konsep ini terpikir secara spontan oleh mereka berdua dan hasilnya sangat bagus serta unik sekali.


"Ok udah selesai semua. Sekarang Darriel nya di gendong lagi." pinta sang fotografer.


Maka Lea pun mengeluarkan bayi tukang tidur itu dari dalam kotak seserahan, lalu menggendongnya. Darriel saat itu dipakaikan blangkon kecil sehingga ia sangat menggemaskan.


Lea dan Daniel kemudian kembali berpose, kali ini sambil menggendong Darriel. Satu foto aman dan berhasil diambil. Kini gantian Daniel yang menggendong sang anak.


Ketika foto kembali hendak diambil, tiba-tiba Daniel merasakan sesuatu yang hangat di tangannya.


"Yah, dia pipis."


Daniel kaget, begitupula dengan Lea. Lalu mereka semua pun sama-sama tertawa. Tadi sempat Lea mencopot diapers anak itu, sebab celana yang ia kenakan kecil dan sesak apabila dipakaikan popok tersebut.


Darriel bangun, kemudian Daniel membersihkan anak itu serta memasang kembali popoknya. Ia tak lagi dipakaikan celana yang tadi dan sesi pemotretan diakhiri. Sebab sudah banyak juga foto yang diambil.


"Tumben ya papa nggak marah di pipisin." Lea meledek suaminya.


"Emang aku pernah marah?" tanya Daniel pada Lea.


"Inget nggak dulu, waktu aku masih di SB Agency. Yang kita ketemu di jalan, terus jas kamu aku siram pake es coklat."


Daniel diam seraya mengingat peristiwa kala itu. Kemudian ia pun jadi tertawa.


"Inget kan?. Betapa sombongnya anda saat itu pak Daniel." Lea berujar sambil tertawa pula.


"Kamu tau nggak harga jas saya ini berapa?"


Lea mempraktekkan apa yang Daniel katakan saat itu, dan pria itu pun kian tertawa.


"Sekarang di pipisin sama Darriel kamu nggak marah sama sekali."


"Ya namanya juga di pipisin bayi, masa dia aku suruh ganti." seloroh Daniel kemudian.


"Pak Daniel, Lea. Kita pamit dulu ya."


Sang fotografer mendekat pada Lea dan juga Daniel.


"Oh iya, hati-hati di jalan ya mas dan terima kasih." ucap Daniel diiringi senyuman Lea.


"Pemotretan sesi berikutnya lusa ya, jangan lupa." ucap fotografer itu lagi.

__ADS_1


"Sip." jawab Daniel.


Maka mereka pun berpisah di tempat itu.


__ADS_2