Menjadi Sugar Baby

Menjadi Sugar Baby
Mulai Terlihat


__ADS_3

"Pak Daniel, pak. Minta waktunya sebentar pak."


Daniel tiba-tiba diburu oleh beberapa orang yang membawa kamera. Ketika pagi itu ia baru saja tiba di muka lobi kantor.


Daniel kaget, begitu pula dengan para sekuriti. Mereka tak menyadari jika tadi beberapa mobil yang masuk ke kawasan kantor, merupakan mobil yang berisi pada awak media.


Maka kini para sekuriti pun segera menjadi tameng untuk Daniel. Meski Daniel sejatinya bisa melindungi diri sendiri. Tapi itu merupakan tugas mereka selaku pihak keamanan yang bertugas disana.


"Pak Daniel sepatah, dua patah kata pak." ujar salah seorang dari awak media tersebut.


"Untuk apa ini?. Ada apa?" tanya Daniel heran.


"Apa benar bapak pernah mengunakan jasa SB Agency dan sudah tinggal dengan seorang sugar baby, sejak dia masih dibawah umur pak?"


Daniel kaget mendengar semua itu. Padahal masalahnya di sosial media sudah ia bereskan tempo hari. Kenapa justru kini ia malah dikejar-kejar seperti ini.


"Tolong ya, saya harus segera bekerja." ucap Daniel seraya terus melangkah.


"Pak tanggapannya gimana pak?"


Para awak media itu memaksa.


"Konfirmasi sedikit aja pak."


"Mohon maaf, saya harus bekerja."


"Pak Daniel."


"Pak."


Daniel menghilang dibalik pintu lobi kantor. Sedang para awak media itu kini di halau bahkan diminta untuk segera pergi, oleh pihak keamanan.


Daniel menelpon Richard, dan kebetulan mertuanya itu masih di jalan. Hal yang sama juga terjadi pada Ellio. Sahabat Daniel yang satu itu tadi riweh, lantaran Marsha muntah-muntah parah dirumah.


Jadilah di jam segini Ellio pun masih dijalan dan belum tiba di kantor. Sebab ia mengurus istrinya terlebih dahulu. Selang beberapa saat berlalu, Richard akhirnya sampai. Buru-buru pria itu masuk dari lobi kantor Daniel dan langsung menemui sang menantu.


"Dan, lo kenapa?" tanya nya kemudian.


Ia kini melangkah mendekat ke arah Daniel, yang baru saja hendak mengerjakan sesuatu di laptopnya.


"Gue dikejar awak media." Daniel berujar, Richard duduk di dihadapan menantunya itu.


"Awak media dari mana?" tanya Richard heran.

__ADS_1


"Nggak tau gue dari mana aja. Tiba-tiba pas gue mau ke lobi, tau-tau diserbu aja sama mereka."


"Mereka ngapain?. Nanyain apa?. Masa sekuriti nggak tau mereka masuk?"


Daniel menghela nafas panjang.


"Mereka nanyain soal gue sama Lea. Intinya masih berkaitan dengan SB Agency. Dan tadi sekuriti bilang, mereka nggak melihat awak media itu masuk. Mereka cuma ngeliat beberapa mobil, dan mereka pikir itu mobil karyawan sini." ucap pria itu menjelaskan.


Kali ini Richard yang menghela nafas dalam-dalam.


"Lo harus hati-hati, kemanapun itu. Kayaknya lo, atau gue dan Ellio akan mulai terseret kasus ini." ujarnya.


Daniel diam, dalam hati ia memang mengakui jika hal tersebut kemungkinan benar. Tapi, ujungnya akan kemana nanti.


Jika kasus ini menyeret namanya, maka apa yang akan terjadi selanjutnya. Mengapa beberapa pihak terkesan membesar-besarkan masalah ini. Daniel sangat tidak habis pikir.


"Bro, gue di kejar awak media lagi masa'."


Ellio muncul secara tiba-tiba sambil mengatakan hal tersebut.


"Lah sama kejadiannya sama gue tadi. Makanya gue coba nelpon lo berdua." ucap Daniel.


"Lo juga di kejar?" tanya Ellio seraya mendekat.


"Di samperin gue di depan, tanya aja sekuriti."


Daniel pun menceritakan kronologi kejadian yang ia alami kepada Ellio.


"Wah gawat nih, kayaknya bakalan panjang ini masalah." ujarnya kemudian.


"Makanya, gue nggak habis pikir." ucap Daniel.


"Kehidupan gue lagi tenang, anak gue lagi bikin nyaman. Eh, ada aja masalah yang nyangkut." lanjutnya kemudian.


"Gue yakin ini pasti ada hubungannya dengan pihak-pihak terkait " ucap Ellio.


"Kita harus cari cara untuk menghentikan semua ini. Sebelum jadi melebar kemana-mana." Richard menimpali.


***


"Daniel Roberts mengabaikan pertanyaan awak media."


Sebuah headline news langsung muncul di sosial media, menyusul Daniel yang tadi sempat di datangi oleh beberapa orang yang membawa kamera.

__ADS_1


"Apaan nih?"


Lea yang tengah menscroll sosial media tersebut pun kaget. Melihat sang suami ada di sebuah lini berita.


"Daniel Edsel Robert, seorang CEO dari sebuah perusahaan ternama enggan memberi tanggapan. Atas tuduhan yang selama beberapa hari ini dilayangkan kepadanya. Yakni mengenai dirinya yang menikahi seorang gadis di bawah umur hingga kini memiliki seorang anak."


Lea membaca berita tersebut dengan ekspresi wajah kaget serta kening yang berkerut. Wanita itu kemudian menyalin link berita yang ia baca dan mengirimkannya pada Daniel melalui WhatsApp.


"Ting."


Daniel yang tengah bekerja menerima sebuah notifikasi. Ia kemudian membaca pesan dari Lea tersebut, lalu membalas.


"Iya, nanti aku urus." ujarnya kemudian.


Daniel sama sekali tak terlihat gelabakan meski pemikirannya mulai stress. Ia hanya ingin Lea untuk tidak bersikap berlebihan serta tetap tenang dalam menghadapi hal tersebut.


Sebab ada anak yang harus mendapat perhatian dari mereka berdua. Jika mereka tak tenang, maka anaklah yang akan menjadi korban.


"Parah banget nggak sih, mas. Aku jadi males deh mau kemana-mana." ucap Lea lagi.


"Pokoknya kamu tenang aja, aku akan membereskan masalah ini."


Setelah itu Daniel tak membalas lagi, lantaran pekerjaannya yang cukup banyak. Lea kini berpikir, sepertinya ia harus melakukan sesuatu.


***


Di lain pihak, Dian kini mulai merenungi kepergian Richard. Ia merasa telah begitu tega pada sugar daddy nya itu.


Yang terjadi ketika Richard berada di luar negri adalah, ia meminta bertemu dengan Dian. Pasca beberapa waktu lalu melihat sugar baby nya itu berciuman dengan pria lain.


"Aku minta maaf."


Dian berujar malam itu sambil tertunduk, namun nada bicaranya seolah tak mengandung penyesalan apapun. Bahkan ketika ia menjelaskan jika ia membutuhkan orang yang selalu ada disampingnya, Richard hanya diam dan tak menjawab apa-apa.


Ia memang sangat jarang memperhatikan Dian. Tetapi harusnya Dian juga mengerti, bahwa uang dan fasilitas mewah yang Richard berikan adalah hasil kerja keras yang sangat menyita waktu.


Jangankan memperhatikan orang lain, memperhatikan dirinya saja kadang Richard tidak sempat. Memang selama ini ia masih kadang suka berpindah hatinya sesekali pada wanita lain. Namun ia serius sayang pada Dian dan serius ingin menikahi wanita itu.


Tapi kini semuanya seolah berakhir begitu saja. Dian mulai mengingat-ingat semua tentang Richard. Sedang Richard sendiri kini perlahan membaik kondisi hatinya.


Ia justru sedang sibuk mengurusi masalah Daniel, yang saat ini mulai terseret kasus SB Agency. Dan lagi ia juga sibuk mengurus cucunya, Darriel. Yang belakangan mulai lengket dan membuat rindu setiap saat. Richard kini tak bisa begitu lama jauh dari Darriel.


***

__ADS_1


Jadilah saksi dari pernikahan Ferdi dan juga Clara. Seorang janda beranak tiga yang mempesona.



__ADS_2