
"Tapi yah, dia itu istri orang."
Lea mendebat Richard meski suara percakapan diantara keduanya tidaklah begitu besar. Mengingat saat ini mereka tengah berada di rumah sakit.
"Le, ayah minta pengertian kamu. Ayah benar-benar jatuh cinta sama dia."
Richard berkata dengan jujur kepada Lea.
"Aku nggak masalah ayah mau jatuh cinta dengan siapa pun. Tapi apa kata orang nanti kalau dia masih berstatus istri orang, yah?. Setidaknya dia harus bercerai dulu kalau mau memulai hubungan yang baru."
"Kami belum menjalin hubungan apapun saat ini. Tapi Nadya tau dan menerima kalau ayah mencintai dia. Sebab dia juga punya rasa yang sama. Dan dalam waktu dekat dia akan segera menggugat cerai Hanif." ucap Richard lagi.
Lea terlihat masih belum netral.
"Tapi yah, Hanif itu temannya mas Daniel. Gimana kalau sampai dia tau, mertua mas Daniel menikung istrinya."
"Makanya jangan bilang sama Daniel. Biar Daniel berada di posisi tidak tau menahu mengenai hal ini. Jadi dia juga netral dan nggak bisa dipersalahkan nantinya. Kalau misalkan Nadya sudah bercerai dan menjalin hubungan dengan ayah."
Lea menarik nafas dalam-dalam.
"Le, ayah mohon sekali ini aja. Ayah benar-benar mau serius sama dia. Ayah sayang sama dia."
Lagi-lagi Lea menarik nafas dalam-dalam. Kali ini ia memejamkan mata sejenak sambil mengangguk.
"Oke." jawabnya kemudian.
"Apapun yang terjadi ayah harus berani mempertanggungjawabkan semuanya." tukasnya lagi.
Richard mengangguk.
"Kamu kesini sama siapa?" tanya pria itu.
"Sama Darriel." jawab Lea.
"Sekarang dia dimana?"
"Di mobil sama supir."
"Kenapa nggak dibawa kesini?"
"Anak-anak nggak boleh dibawa secara sengaja kecuali tujuan pemeriksaan dan kesehatan. Kalau jenguk orang sakit nggak boleh." ucap Lea.
"Oke." Richard mengerti.
Tak lama Lea sudah berada di belakang sang ayah dan mereka melangkah masuk ke ruangan tempat dimana Arkana di rawat. Lea dikenalkan oleh Richard pada anak itu, Nadya, dan juga Putri.
"Dia cantik banget." ujar Arkana memuji Lea pada Richard.
Lea hanya tersenyum, begitupula dengan sang ayah.
__ADS_1
"Kamu juga cakep, kelas berapa?" tanya Lea. pada Arkana. Maka anak itu menjawab dan mereka terlihat mulai akrab di beberapa menit berikutnya.
"Anak kamu itu istrinya pak Daniel?"
Nadya kaget ketika Richard menceritakan hal tersebut. Termasuk soal Darriel yang kini tengah berada di mobil.
"Iya, ceritanya panjang." ujar Richard.
"Mungkin kalau ada waktu, bakal saya jelaskan dari awal."
Nadya tersenyum.
"Boleh saya lihat cucunya bapak?" tanya nya kemudian.
"Boleh, ayo!" ajak Richard.
Mereka pun beranjak.
"Le, tadi parkir dimana?" tanya Richard pada Lea.
"Mau ngeliat Darriel?" Lea balik bertanya.
"Iya." ujar Richard.
"Di parkir timur, barisan paling depan dekat gerbang keluar yah." jawab Lea.
"Oke."
Richard dan Nadya pun keluar. Sementara Lea masih bersama Arkana.
"Darriel itu siapa kak?" tanya Arkana pada Lea.
"Anaknya kakak." jawab Lea sambil tersenyum.
"Kakak udah punya anak, emangnya sudah punya suami?"
"Udah, tapi anaknya di tinggal di mobil sama supir. Karena nggak boleh sengaja bawa anak yang sehat ke rumah sakit, kecuali untuk pemeriksaan."
"Oh gitu." ucap Arkana.
Sementara di luar, Richard dan Nadya berhasil menemui Darriel yang memang di bawa supir untuk keluar. Sebab pengap bila berada di dalam mobil dan area parkir.
"Hei sayang."
Richard menyapa cucunya itu usai mengobrol dengan supir sejenak.
"Heheee."
Darriel tertawa. Richard menyambut lalu menggendong cucunya tersebut.
__ADS_1
"Lucu banget." ujar Nadya seraya memperhatikan. Tak lama ia meminta untuk menggendong Darriel dan Richard lalu mengizinkan.
Darriel agak diam sejenak memperhatikan wajah Nadya. Tak lama bayi itu pun kembali tertawa.
"Heheee."
"Ikut siapa kamu?" tanya Richard pada Darriel.
Maka bayi itu kembali tertawa dengan gembira.
"Cekrek."
Putri yang tanpa sengaja melihat hal tersebut, mengambil foto mereka. Kemudian ia mengirimkannya pada Lita.
"Gue nggak tau ini bayi siapa, tapi mereka kayak keluarga bahagia." ujarnya di WhatsApp.
Lita yang menerima pesan tersebut kini memperhatikan.
"Lah itu kan Darriel, cucunya bos gue." ujar perempuan itu.
"Maksud lo, ini anaknya Lea?" tanya Putri.
"Emang mbak Lea ada di sana?" Lita balik bertanya.
Putri lalu menceritakan soal kedatangan Lea dan pengakuan Richard kepada anaknya itu, jika ia menyukai Nadya. Tadi ada Putri menguping sejenak pembicaraan mereka, sebelum akhirnya dipanggil oleh Arkana.
"Wah, wah, wah, lampu ijo nih." ujar Lita.
"Siap-siap say, kita bakal jadi kru di kondangan pak Richard." lanjutnya lagi.
"Wkwkwkwk, gue sangat excited." ucap Putri.
"Udah nggak sabar liat muka cengo si ikan patin. Liat istrinya move on sama cowok yang lebih ganteng dan lebih tajir." tambahnya.
"Eh, tapi si Susi udah lo pengaruhi kan. Supaya menahan si ikan patin?. Jangan sampai bu Nadya dihamili lagi sama dia." tukas Lita.
"Tenang aja, serahkan sama Putri. Ini si istri kedua juga lagi ketar-ketir menuntut haknya. Biarkan si bulu babi sibuk sama kedua istrinya itu. Dan bu Nadya terabaikan, terus jadi makin enek sama suaminya."
"Pokoknya atur aja, Put. Gue akan transfer terus duit dari pak Richard." ucap Lita.
"Wkwkwkwk, cap cus." jawab Putri.
Mereka lanjut berbincang di laman chat tersebut. Sementara Darriel kini tampak di beri susu oleh Nadya.
"Ikut siapa kamu, nggak ada takut-takutnya sama orang ya." Richard kembali menggoda sang cucu.
Darriel terus saja tersenyum, kadang tertawa. Mereka lanjut menjaga bayi itu sebab di supir di suruh makan dulu oleh Richard.
***
__ADS_1