Menjadi Sugar Baby

Menjadi Sugar Baby
Kecemasan Lea


__ADS_3

"Nina, saya Sherly dari komunitas protect me. Mungkin kamu pernah dengar, itu adalah komunitas dan layanan perlindungan terhadap perempuan. Kami bergerak secara independen dan belakangan sedang menyoroti maraknya fenomena sugar baby yang melibatkan SB Agency."


Sherly menjelaskan siapa dirinya, ketika ia memiliki kesempatan untuk bertemu dengan Nina di rumah sakit.


"Iya mbak Sherly, apa yang bisa saya bantu?" tanya Nina kemudian.


Sherly menghela nafas lalu sedikit tersenyum pada Nina.


"Ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan, itupun kalau kamu berkenan menjawab." ujar Sherly.


"Saya akan coba mbak." jawab Nina kemudian.


Maka Sherly pun mulai mengajukan pertanyaan demi pertanyaan. Seputar mengapa Nina sampai mau memilih jalan menjadi sugar baby. Apa alasan yang melatarbelakangi hal tersebut. Bagaimana kemudian ia bisa di rekrut oleh mami Bianca dan bagaimana prosesnya perempuan muda itu bisa sampai masuk ke sana.


Nina menceritakan dengan sejujur-jujurnya, bahwa ia lahir di keluarga yang kurang berada. Ia membutuhkan banyak biaya, dan sebagai remaja ia kadang tergoda melihat kehidupan orang lain di sosial media.


Apalagi jika orang tersebut terlihat hidup mewah, bahagia, bisa kesana kemari dan membeli apapun yang mereka inginkan.


Berangkat dari berbagai faktor itulah, akhirnya Nina berfikir untuk memburu pria kaya. Tak peduli berapapun usianya. Lalu dari mulut ke mulut, dari lulusan-lulusan SB Agency sebelumya Nina mendapat informasi.


Kebetulan ia juga memiliki teman yang satu visi misi dengannya, yakni Vita. Maka mereka pun sama-sama mendaftarkan diri. Pengakuan tersebut juga diperkuat oleh Vita, yang kebetulan saat itu tengah berada di kamar Nina. Hingga Sherly akhirnya mendapat banyak informasi.


***


"Kayaknya disini bagus deh."


Hans memberhentikan motornya di sebuah spot. Ariana turun dan melihat sekitar.


"Iya, cahayanya juga lagi bagus." timpal gadis itu.


Ia lalu mengeluarkan kamera dari dalam tas dan mulai mensetting kamera tersebut. Hal yang sama juga terjadi pada Hans. Kedua anak muda yang hobi fotografi itu, kini tengah mencoba mengambil landscape perkotaan.


Hans dan Ariana mencari tempat yang menurut mereka pas, dalam mengambil tata letak secara estetika. Lalu kemudian mereka mulai memotret dengan bebas.


"Waw, aku suka hasilnya. Keren-keren."


Ariana berujar seraya memperhatikan hasil jepretannya di layar kamera. Hans tersenyum pada gadis itu lalu lanjut memotret.


Setelah foto yang mereka dapat dirasa cukup banyak. Ariana mengeluarkan handphone untuk membuat sebuah insta story.

__ADS_1


Saat ini sudah tak apa mempublish hubungan. Sebab Lea sudah tak masalah jika mantannya telah memiliki kekasih lain. Meskipun itu adalah teman baiknya sendiri.


"Hans, liat sini deh...!"


Ariana mengarahkan kamera ke wajahnya dan wajah Hans. Hans pun mendekat lalu tersenyum. Ariana mulai menekan tombol rekam dan rekaman tersebut di ambil. Lalu Ariana menguploadnya di laman Instagram.


Sesaat setelah mengupload ia menyimpan handphone tersebut ke dalam tas. Namun tak lama kemudian muncul banyak notifikasi, bahkan terbilang tak wajar.


"Notifikasi apaan sih handphone kamu?" tanya Hans heran. Sebab dari tadi tak berhenti berbunyi.


"Itu bunyi DM, tapi koq banyak banget ya?. Nggak berhenti-henti." ujar Ariana.


Maka gadis itu pun membuka handphone dan melihat betapa banyaknya DM Instagram yang masuk.


"Koq banyak banget, baru upload satu doang sama kamu." ujar Ariana lagi.


Hans pun hanya tertawa.


"Fans kamu kali." ujarnya kemudian.


"Fans dari mana?"


Ariana mencoba membuka salah satu direct message tersebut.


Ariana dan Hans sama-sama membaca pesan tersebut. Karena penasaran keduanya memutar insta story yang telah upload tadi. Ternyata benar, Ariana dan Hans benar-benar kaget kali ini.


Seorang gadis tampak di dorong dan dijatuhkan oleh seorang laki-laki dari sebuah balkon apartemen, yang menjadi latar dimana video tersebut diambil oleh Ariana. Mereka sama-sama menoleh ke arah apartemen tersebut.


"Kita kesana aja." ujar Ariana.


Hans mengangguk, lalu kedua sejoli itu bergegas menaiki motor.


Tak lama mereka sudah sampai di muka apartemen tersebut dan suasana sudah ramai. Ada ambulans, polisi, warga yang menonton dan merekam entah untuk keperluan apa.


Ariana dan Hans masih dalam keadaan yang syok, pasalnya kejadian itu tertangkap kamera handphone Ariana.


"Bagaimana kejadiannya tadi?" Polisi bertanya pada salah seorang di tempat kejadian perkara.


"Tiba-tiba aja jatuh pak, saya lagi jalan tiba-tiba jatuh di depan saya." jawab saksi tersebut.

__ADS_1


Ariana dan Hans saling bersitatap. Hans menahan Ariana untuk tidak mengatakan apa-apa ditempat. Sebab di khawatirkan akan menimbulkan kehebohan.


Tak lama korban jatuh yang sudah tak bernyawa tersebut dibawa oleh ambulans. Ada beberapa wartawan lokal yang meliput. Tempat kejadian perkara di pasang garis polisi. Sebagian polisi ada yang ke dalam untuk meminta keterangan dari pihak-pihak terkait.


Satu mobil polisi lainnya berjalan, tampaknya mereka kembali ke kantor. Ariana dan Hans lagi-lagi saling bersitatap, lalu mereka mengikuti mobil polisi tersebut hingga ke sektor yang menangani wilayah tempat dimana kejadian memilukan itu berlangsung.


Ariana dan Hans awalnya sedikit takut, namun mereka harus menunjukkan sebuah bukti kebenaran. Kedua anak muda itu dengan berani melaporkan video yang tertangkap oleh kamera handphone Ariana.


Polisi pun kembali bergerak ke tempat kejadian perkara dan menindak lanjuti bukti baru yang mereka dapat. Sementara jagat Maya kini heboh. Video insta story milik Ariana dibagikan ratusan ribu kali oleh para netizen.


Tak kurang dari 24 jam, polisi merilis wajah pelaku yang tak lain adalah pemilik unit apartemen di titik kejadian. Namun sayangnya ia berhasil kabur dan saat ini tengah berada di dalam pengejaran.


Berita pun beredar di grup ex SB Agency. Ternyata korbannya adalah salah satu gadis di angkatan Lea. Gadis tersebut bernama Kyla. Tak terlalu menonjol di angkatan Lea, namun memiliki wajah manis dan pendiam. Lea sempat ada berbicara padanya beberapa kali, selama menjadi kandidat di SB Agency.


Sontak saja berita tersebut makin membuat nama SB Agency kembali mencuat ke permukaan. Beberapa sugar baby yang saat ini masih bertahan dengan sugar daddy nya mulai khawatir dan cemas akan nasib mereka.


Walaupun ada cukup banyak yang mendapat sugar daddy baik seperti Daniel. Namun mereka tetap saja merasa cemas akan keselamatan diri mereka.


Bahkan Lea sendiri kini memperhatikan Daniel dari kejauhan. Hormon kehamilan meningkatkan kekhawatiran perempuan itu terhadap nasibnya nanti.


"Mas, kalau aku salah jangan pukul aku ya. Apalagi sampai bunuh aku." ujar Lea secara tiba-tiba.


Daniel yang tengah work from home tersebut pun mengerutkan kening.


"Nonton film apa lagi kamu?. Jangan cemas terus gitu ah, nggak baik buat kehamilan kamu."


Lea menghela nafas, dan coba menetralkan perasaannya. Namun rasa cemas yang ia rasakan kian bertambah besar. Entah mengapa ia jadi takut pada Daniel.


"Mas aku boleh nemuin ayah nggak?" ujarnya kemudian.


"Kamu mau ketemu Richard?" tanya Daniel.


Lea mengangguk.


"Ya udah aku anterin."


"Nggak usah, mas kan sibuk. Aku sama supir aja." jawab Lea lagi.


"Kamu kenapa sih aneh gitu?" Daniel makin heran.

__ADS_1


"Nggak biasa aja koq, aku pergi dulu ya mas."


Lea buru-buru meninggalkan rumah sementara Daniel masih bingung dengan sikap istrinya tersebut.


__ADS_2