Menjadi Sugar Baby

Menjadi Sugar Baby
Pemandian Terselubung


__ADS_3

"Lu kenapa, Junaedi?"


Daniel bertanya pada Ellio yang baru saja tiba. Saat ini pria itu diapit oleh Daniel dan juga Richard di halaman rumahnya sendiri.


"Ragu buat nikah?" Richard menjudge temannya itu.


"Bukan soal ragu. Tadi gue nemuin kakak-kakaknya Marsha, buat membujuk mereka dan kedua orang tua Marsha untuk datang ke acara kami nanti."


"Terus, berhasil?" tanya Daniel lagi.


Ellio menggeleng dan menunduk. Terlihat jelas kesedihan di mata sahabat Daniel dan Richard yang cengeng itu. Daniel dan Richard pun saling menatap satu sama lain.


"Udah, nggak usah sedih. Kan ada gue sama Daniel." Richard mencoba menghibur.


"Gue kasihan sama Marsha." ujar Ellio kemudian. Ia terus saja tertunduk dalam, sampai kemudian Daniel dan Richard harus melihat wajah dan mata Ellio dari bawah.


"Apaan sih lo bangsat."


Ellio menoyor wajah Daniel dan Richard dengan tangannya. Daniel dan Richard pun seketika tertawa. Ellio yang sudah mulai menitikkan air mata tersebut kini jadi ikut buyar kesedihannya.


"Orang lagi sedih juga." ujarnya kemudian.


Daniel dan Richard masih terkekeh-kekeh.


"Udah, ngapain sedih-sedih amat." ucap Daniel lagi.


"Iya, kan hari ini katanya lo mau perawatan. Biar anu lo nggak bau asem waktu nikah nanti."


Ellio tertawa dan kembali menoyor kepala Richard.


"Lo emang babi ya." ujarnya sewot.


"Sejak kapan punya gue bau asem." lanjutnya lagi.


Mereka semua pun tertawa-tawa.


"Tuh udah gue sama Richard siapin mandi kembangnya." ujar Daniel.


"Oh ya?" tanya Ellio tak percaya.


"Liat aja di kolam noh." ujar Richard.


Maka Ellio pun bergerak ke arah kolam renang yang terdapat di belakang rumahnya. Kolam itu sudah di tutupi taburan kelopak bunga mawar merah, putih dan biru. Dan parahnya lagi bunga-bunga tersebut di susun berdasarkan warna dan membentuk tulisan.


"Selamat untuk burung Ellio."


"Bangsat lo berdua ya emang."


Ellio rasanya ingin mengirim Daniel dan Richard ke kuali YouTuber konten memasak, untuk kemudian di goreng dan di lumuri dengan cabai hijau.


"Udah lo mandi buruan, ntar gue bacain mantra-mantra nya." ujar Daniel.


"Mantra apaan?" Ellio mengerutkan dahi.


"Udah buruan!"


Daniel dan Richard mendorong Ellio ke arah kolam.

__ADS_1


"Iya ntar dulu, ini gue masih pake jas begini bego."


Daniel dan Richard tertawa-tawa meski Ellio memberontak.


"Dan, Richard."


"Lo bangsat ya emang berdua."


Ellio cukup kuat melawan tenaga dua temannya itu. Namun akhirnya,


"Byuuur."


Ellio berhasil di ceburkan ke dalam kolam berisi bunga-bunga tersebut. Ellio tertawa sebab sudah terlanjur basah.


Ia lebih tertawa lagi ketika Daniel mengambil sebuah singing bowl dan mulai berkeliling kolam sambil memukul-mukul. Persis seperti pawang hujan yang pernah menghalau hujan di sirkuit Mandalika.


Tak hanya itu, Richard terlihat membakar hio atau dupa dan berjalan berkeliling di depan Daniel. Ellio makin terbahak-bahak melihat wajah sok serius dari kedua sahabatnya itu.


"Elo mau gue mandi dan bersih, apa mau melakukan pembersihan dedemit?" tanya Ellio pada keduanya.


"Lo diem aja, El." ucap Daniel.


"Ini buat membersihkan energi negatif dan energi keplayboyan elo selama ini." lanjutnya kemudian.


"Dan membersihkan otak lo dari fantasi-fantasi kotor." Richard menimpali.


"Apa hubungannya, Bambang."


Ellio memukul air dengan sengaja hingga hampir menyiprati Daniel dan juga Richard.


Ellio terus tertawa, namun kemudian tangannya mendapati sebuah beda besar di dalam kolam. Tampaknya tadi benda itu tertutup kelopak bunga mawar merah, yang begitu banyak di permukaan.


"Hah, bunga matahari?"


Ellio melihat adanya bunga matahari di dalam kolam. Tak hanya satu, tapi cukup banyak, dan kini semuanya tampak mengambang.


"Asu, apaan nih?. Kenapa pake acara ada bunga matahari segala?" ujarnya sewot.


Daniel yang membaca mantra sambil berkeliling mengitari kolam bersama Richard, kini hampir tak kuasa menahan tawa.


"Segala lah ada daun pandan."


Ellio menemukan daun pandan dan jumlahnya juga cukup banyak.


"Urang-aring."


"Dandelion."


"Lo masukin semua rumput ya?" tanya Ellio.


Daniel dan Richard terkekeh-kekeh.


"Eh bangsat, kolam gue baru dibersihin tiga hari lalu. Ellio menyiramkan air pada Daniel dan juga Richard. Mereka terkena dan lanjut tertawa-tawa.


"Jangan-jangan ada yang lain nih."


Ellio merogoh lagi ke dalam kolam.

__ADS_1


"Astaga kangkung, bayam. Eceng gondok dong."


"Hahahaha."


Daniel dan Richard kali ini benar-benar tak kuasa menahan kegelian. Mereka berhenti berkeliling dan terpingkal-pingkal. Ellio makin menyirami mereka dengan air.


***


Beberapa saat berlalu, kolam sudah dibersihkan oleh Daniel dan juga Richard. Sementara Ellio masih menggerutu di dekat sana sambil merokok.


"Kotor semua kolam gue." ujarnya kemudian.


"Alah lu berlebihan. Orang kangkung sama bayamnya udah di cuci koq sebelum di masukin."


Daniel melempar bunga matahari ke arah Ellio. Setelah semuanya beres, barulah mereka serius. Richard menepuk tangannya tiga kali, lalu muncullah gadis-gadis berpakaian maid sexy.


Ellio tercengang, sementara gadis-gadis itu membawa kelopak bunga yang baru dan masih wangi di dalam nampan.


"Lo dapat dari mana nih cewek-cewek.?" Ellio mendekat pada Daniel dan juga Richard lalu berbisik.


"Lo diem-diem aja, jangan kasih tau Lea. Ntar gue laporin Marsha loh." ancam Daniel.


"Ini sekedar hiburan mata aja, nggak boleh di sentuh." timpal Richard.


"Iya tenang aja." ujar Ellio.


"Lo kan mau nikah nih, setelah nikah nggak boleh lagi jelalatan kesana sini. Lo puas-puasin dah nih ngeliat cewek sexy hari ini." ujar Daniel lagi.


"Megang dikit boleh nggak?" tanya Ellio.


"Asal lo mau nambahin tips. Karena mereka dibayar nggak untuk di pegang tapi jadi pelayan sehari." tukas Richard.


Ellio pun tersenyum lebar mirip venom.


***


"Semoga lo bahagia selamanya."


Richard menyiramkan air kolam berikut bunga ke kepala Ellio dengan menggunakan gayung yang terbuat dari batok kelapa. Ini terjadi setelah beberapa menit sejak percakapan mengenai maid sexy berakhir.


Entah mengapa mendadak ada perasaan haru yang begitu besar di hati Ellio. Seakan ia hendak dilepaskan oleh para sahabatnya untuk berjalan sendirian.


"Inget ya kalau udah nikah, nggak ada lagi tergoda sama cewek sana-sini. Inget umur, inget anak-istri." Daniel menimpali dan turut gantian menyiram kepala Ellio.


Richard dan Daniel menghela nafas. Rasanya baru kemarin mereka bangun kesiangan dan terlambat pergi ke sekolah. Lalu nongkrong di tempat main dingdong dan ketahuan kepala sekolah yang kebetulan melintas.


Daniel menikah dan kini Ellio. Rasanya waktu begitu cepat berlalu dan meninggalkan semua kenangan masa muda mereka.


"Kalau bisa jangan sampai cerai." Richard kembali memberi nasehat.


"Akan selalu ada perempuan yang lebih cantik diluar sana. Tapi mau sampai kapan selalu mencari yang lebih. Jadi gue harap lo bisa menjaga pernikahan lo baik-baik." lanjut pria itu kemudian.


Tak lama semuanya hening. Richard memalingkan wajah, begitu pula dengan Daniel. Sementara Ellio menunduk dan mereka sama-sama menangis.


Kini benar-benar semuanya harus menjalani kehidupan masing-masing dan harus lebih banyak waktu untuk keluarga ketimbang teman sendiri.


Meski mungkin mereka akan tetap bersama di hampir setiap hari. Lantaran kantor mereka yang connecting. Namun jelas jika sudah menikah, semua tak akan sebebas dulu. Ada aturan yang mengikat dan mesti di patuhi.

__ADS_1


__ADS_2