Menjadi Sugar Baby

Menjadi Sugar Baby
Keras


__ADS_3

"Hmmh, om."


"Lea, sayang. Ini nggak akan sakit lama, cuma sebentar."


"Jangan, om. Tadi barusan om coba, perih banget."


Lea mendorong tubuh Daniel yang sixpack dan mencoba menjauhkannya. Segera saja Daniel menangkup bibir gadis itu dan mulai mendorong miliknya secara perlahan.


"Om, ssh, sakit."


Daniel kembali menangkup bibir Lea, lalu mengunci pergerakan kedua tangannya.


"Aaakh."


Dengan satu hentakan, Daniel berhasil mendapatkannya. Mata Lea terbelalak, saking besarnya benda tumpul yang masuk kedalam sana.


"Udah mulai enak?" bisik Daniel di telinga Lea setelah beberapa saat.


Ia sengaja diam dulu sejenak, agar gadis itu bisa menyesuaikan. Perlahan Lea pun mengangguk, lalu Daniel mulai memaju-mundurkan miliknya.


Lea berteriak-teriak keenakan, sedang Daniel pun tak kuasa untuk tidak meracau dan mengumpat. Sampai akhirnya,


"Aaaaaaakh." teriakan panjangnya menggema, seiring dengan keluarnya sesuatu yang deras dan hangat di bawah sana. Mengalir memenuhi relung rahim Lea yang baru tersentuh.


"Hah."


Daniel terbangun dari mimpinya, dengan tubuh yang berkeringat. Ia kemudian meraba bagian bawahnya dan ternyata, basah.

__ADS_1


Daniel menghela nafas, ia beranjak lalu membersihkan diri dan mengganti pakaian. Setelah itu ia duduk sejenak, dan mencoba menepis sisa ingatan mengenai mimpi tersebut.


"Ah, bagaimana mungkin ia memimpikan bocah kecil itu." pikir Daniel.


Ini adalah sebuah penurunan harga diri, mengingat ia hanya pernah tidur dengan perempuan yang kecantikannya berlebih. Bukan dengan perempuan dengan kemolekan standar, dan masih bocah pula. Kemana harga dirinya akan diletakkan, jika hal tersebut sampai terjadi.


Ya meski tak dapat dipungkiri, jika tengah memakai pakaian sexy. Lea pun terlihat cukup menggoda dan membuatnya bergejolak. Namun gadis itu masih remaja, sedang Daniel memimpikan perempuan yang matang secara usia dan pembawaan.


"Hhhhh."


Daniel membenamkan kepalanya diantara kedua siku tangan yang ditekuk ke belakang. Ia terus berusaha mengusir bayangan mimpi aneh tersebut dari ingatannya. Ia tak ingin jika dirinya mulai menjadi pedofil, atau penyuka bocah belia seperti Lea.


***


Beberapa jam sebelum itu, Lea yang hendak tidur karena capek. Akibat seharian kesana-kemari bersama Vita dan juga Nina. Tiba-tiba menyadari jika pakaian tidurnya semua kotor. Lea belum sempat mencuci baju, karena tadinya ingin sekalian. Menunggu pakaian kotornya lebih banyak lagi.


Lea adalah tipikal yang tidak bisa tidur tanpa piyama. Ia tak bisa hanya memakai kaos saja, karena baginya sangat gerah. Sedang kini pakaian tidurnya, semua kotor. Walau kamar tersebut memakai air conditioner, namun tetap saja Lea menginginkan baju tidurnya.


"Braaak."


Lea membuka lemari itu, dan betapa terkejutnya ia. Ketika mendapati ada lumayan banyak baju perempuan disana. Bahkan ada baju tidur yang sangat tipis menerawang.


"Mungkinkah ini pakaian istri si kakek tua?" gumam Lea. Mengingat istri dari kakek tua tersebut adalah mantan kekasih Daniel, bisa jadi pakaian tersebut memanglah miliknya.


Mungkin saja dulu mereka pernah tinggal bersama, seperti yang Lea pernah tonton di film-film produksi luar. Dimana hal lumrah, untuk tinggal bersama sang kekasih dalam satu rumah. Setidaknya itu yang ia lihat, meskipun itu bukan tindakan yang patut dibenarkan.


"Wih, bagus-bagus lagi baju tidurnya." Lea mengambil beberapa diantaranya dan mencoba baju tersebut satu persatu.

__ADS_1


"Waw, ok nih." Lea berhenti di baju tidur tipis menerawang berwarna maroon, karena ia merasa cocok dengan itu.


Baju tersebut terlihat sangat pas ditubuhnya. Mempertontonkan bagian depannya yang menonjol, serta bongkahan belakangnya yang padat dan sintal. Lea lalu pergi tidur, setelah itu.


***


Daniel yang masih terngiang akan mimpi tadi, belum juga bisa tidur kembali. Pria itu kini membuka laptop dan mencoba sedikit berselancar di internet. Menonton beberapa tayangan di situs yang menyajikan serial movie.


Entah karena kebetulan atau apa, di setiap film yang Daniel coba tonton. Selalu bagian depannya diawali dengan adegan mesum. Daniel pun jadi teringat kembali dengan kejadian didalam mimpinya itu. Daniel gerah lalu mematikan laptopnya.


Pria itu kemudian beranjak dan bermaksud mengambil air minum. Lea tiba-tiba terbangun dari tidurnya dan merasa haus. Ia yang masih sangat mengantuk itu, tak sadar. Jika dirinya tengah memakai pakaian tidur tipis menerawang, dan tinggal bersama seorang om-om yang sudah lama tidak menyalurkan hasrat.


Lea keluar dari kamar dan mengambil air minum, tak lama kemudian Daniel turun dan memergoki Lea yang berdiri di dekat kulkas. Seketika waktu pun terhenti, cahaya lampu yang minim dan remang membuat Lea tak sadar jika Daniel ada didekat sana.


Daniel pun terdiam dengan tubuh yang mendadak panas dingin. Seketika miliknya yang tadi lemas, kini kembali mencuat. Ingin rasanya ia menarik gadis itu dan menyuruhnya menghadap ke dinding. Lalu ia hantam dari belakang dengan sangat, sampai mentok kebagian paling dalam.


Namun Daniel berusaha keras untuk tidak melakukan apa-apa terhadap gadis itu. Hingga Lea pun kembali masuk ke dalam kamarnya. Nafas Daniel memburu, belum pernah ia merasa gemetaran penuh gairah seperti ini, kecuali bersama Grace.


Miliknya yang mencuat tak bisa dinetralkan, seakan mendorong dirinya untuk segera kembali memuntahkan lahar nikmat. Daniel pun beranjak ke kamar mandi yang ada di lantai tersebut. Ia membuka resleting dan mengarahkan benda itu ke kloset kamar mandi. Lalu ia pun memulainya dengan tangan.


Daniel berusaha membayangkan wajah Grace, namun yang terlintas adalah Lea. Ia mengingat seluruh bagian gadis itu. Betapa mengkalnya bongkahan demi bongkahan yang ia miliki.


Daniel meracau tak karuan, tanpa ia sadari jika ia tak menutup rapat pintu kamar mandi. Lea yang mendengar rintihan Daniel pun beranjak, ia keluar dari kamar dan mencoba mencari tahu. Apa yang sebenarnya telah terjadi.


Lea menuju ke arah sumber suara rintihan, dan betapa terkejutnya ia melihat Daniel tengah melakukan hal tersebut. Matanya terbelalak, melihat benda tumpul dengan size yang besar dan panjang itu. Seumur hidup, baru kali ini ia melihatnya. Lea menutup mulut, dengan tubuh yang gemetaran dan panas dingin.


Tanpa terasa bagian sensitifnya berkedut, Lea buru-buru kembali masuk ke kamar dan kini ia lah yang terbayang-bayang. Hasrat didalam diri gadis belia itu bergejolak. Apalagi ia tadi melihat, betapa sexy nya tubuh Daniel. Penuh dengan otot kering dan urat-urat yang terlihat hampir menonjol.

__ADS_1


Lea menelan ludahnya sendiri. Tanpa terasa ia pun melakukan hal yang sama dengan apa yang kini dilakukan oleh Daniel.


Lalu, keduanya sama-sama mencapai puncak. Di waktu yang nyaris bersamaan.


__ADS_2