Menjadi Sugar Baby

Menjadi Sugar Baby
Foto Kopi Richard (Bonus Part)


__ADS_3

“Dari mana anak papa tadi?”


Daniel bertanya pada Darriel seraya mengambil anak itu dari tangan Lea.


“Heheee.”


Darriel tertawa, lalu kembali memasukkan kepalan tangan ke dalam mulut. Seperti yang sebelumnya ia lakukan.


“Dari jalan-jalan ya kita. Sama tante Vita dan tante Nina ya.” ujar Lea seraya mendekat dan turut memperhatikan Darriel.


“Hokhoaa.”


Lea lalu mencium pipi anak itu dan lagi-lagi Darriel tertawa. Ia kemudian membongkar belanjaannya dan mencoba satu persatu.


“Wah mama beli baju.” ujar Daniel pada sang anak.


“Pokoknya tadi waktu aku milih baju, Darriel ada aja tingkahnya mas.” ujar Lea.


“Oh ya?” tanya Daniel sambil tersenyum.


“Minta gendong lah, ngoceh-ngoceh hokhoa uwauwa. Kayak nggak boleh banget emaknya belanja.” jawab Lea.


Daniel tersenyum lalu kembali menatap sang anak.


“Darriel bosan ya nungguin cewek-cewek pada belanja?. Iya Darriel bosan kan?” tanya Daniel pada anak itu.


“Hokhoaaa.”


Darriel seakan menjawab pertanyaan sang ayah.


“Enakan bobo ya, daripada nemenin cewek.” ujar Daniel lagi.


“Heheee.” Darriel tertawa.


Daniel kemudian mencium pipi anak itu dengan gemas.


“Bau asem kamu tau nggak.” ujar Daniel lagi.


“Keringetan melulu, gimana nggak bau asem.” tukas Lea.


“Heheee.”


“Mandi yuk sama papa!” ajak Daniel kemudian.


“Hoahm.”


Darriel tiba-tiba menguap.


“Bisa banget, giliran diajak mandi langsung nguap.” Daniel berseloroh melihat tingkah sang anak.


“Kayaknya nurut kamu deh mas. Soalnya aku nggak kayak gitu.” ujar Lea.


“Dih, enak aja. Aku mah mandi ya mandi.” Daniel membela diri.


“Waktu kecil?” tanya Lea.


“Dari kecil aku udah gitu. Mana pernah aku malas kalau mandi.” jawab Daniel.


“Terus si Darriel nurut siapa dong?” Lagi-lagi Lea bertanya.


Daniel diam.


“Richard.” ujarnya kemudian.


Tak lama pria itu pun lalu tertawa. Kali ini Lea ikut-ikutan tertawa karena membayangkan sang ayah.


“Emang iya?” tanya perempuan itu.


“Iya, tanya aja sama nenek-kakek kamu. Richard itu kalau dibangunin, di suruh mandi, malah tidur di kamar mandi.” jawab Daniel.


“Oh ya?”


“Serius, dia tuh males banget mandi. Liat aja kalau kita sering berenang di rumahnya, jarang banget kan dia ikut?” ujar pria itu kemudian.

__ADS_1


“Iya sih.” jawab Lea.


Ia baru terpikir akan hal tersebut. Selama ini Richard menang jarang sekali ikut berenang bersama mereka, apabila mereka tengah menggunakan kolam di rumah pria itu.


“Tapi koq dia bisa mandi ya, kalau mau kerja?” tanya Lea.


“Ya tuntutan kerjaan sama umur.” jawab Daniel.


“Masa iya dia ngantor nggak mandi.” lanjutnya kemudian.


“Iya sih.” tukas Lea.


“Noh anak kamu beneran tidur.” Imbuh perempuan itu lagi.


Daniel melihat sang anak yang kini berada dalam gendongannya, dan Darriel benar-benar tertidur lelap.


“Dasar mini Richard.” Seloroh pria itu.


***


Sesuai apa yang dibicarakan Daniel, Richard saat ini memang tengah malas mandi. Perasaan sungkannya itu kembali kumat setelah sekian lama.


“Bapak nggak mandi pak?“ tanya Lita pada majikannya tersebut.


“Besok pagi aja lah sekalian. Kan mandi juga gitu-gitu doang gerakannya, monoton.” seloroh Richard.


Pria itu kemudian menyeruput kopi yang dibuatkan Lita beberapa saat lalu.


“Ntar panas dalam terus radang tenggorokan loh pak.” ujar Lita lagi.


“Ntar tinggal minum air es aja biar nggak panas.”


Pria itu mengungkapkan teori ngawurnya sambil tertawa kecil. Lita hanya bisa melebarkan bibir sambil menahan senyum. Tak lama kemudian asisten rumah tangga Richard itu pun berlalu.


“Mana cucu gue?“


Richard mengirim pesan singkat pada Daniel disaat Daniel baru selesai memandikan Darriel. Meski tidur, Daniel tetap memandikan anak itu. Agar ia bisa terlelap dalam keadaan bersih.


“Baru selesai gue mandiin. Kelakuannya mirip lo, tidur di bak mandi.” seloroh Daniel.


“Kakeknya nggak mandi juga tetap ganteng koq.” ujar pria itu penuh percaya diri.


“Bau sangit tapi ketek lo.” tukas Daniel.


“Enak aja, parfum gue lebih mahal dari parfum lo ya anjay.” balas Richard.


“Tetap aja lo bau.” Daniel tak mau kalah.


Richard mengirimkan emoticon berjoget-joget.


“Si Bambang mana ya?”


Ia mempertanyakan perihal Ellio pada Daniel.


“Paling juga lagi ehem-ehem, kan dia doyan begituan melulu.” jawab Daniel.


“Wkwkwkwk, sampe encok tuh pinggang maju mundur mulu.” ujar Richard lagi.


“Ting.”


Tiba-tiba terdengar notifikasi di grup, yang isinya hanya mereka bertiga.


“Lo berdua lagi ngomongin gue ya?”


Ellio yang seakan berfirasat mengirim pesan tersebut. Daniel dan Richard lalu beralih ke grup.


“Dih, ge-er lu Karyono.” Seloroh Daniel kemudian.


“Tau lo sok ganteng.” timpal Richard.


“Emang gue ganteng kan dibanding lo berdua.”


Ellio berkata dengan nada polos, namun minta di keroyok masal.

__ADS_1


“Iya, lo doang paling ganteng di jagat semesta ini.”


Richard mengetik kata-kata itu dengan kesal.


“Kalah Joe Taslim sama lu.” Daniel minimpali.


“Lagi ngapain lo?“ tanya Richard kemudian.


“Lagi capek banget. Si Marsha ngambek mulu sama gue seharian ini.” balas Ellio.


“Ngambek kenapa?“


“Koq bisa?”


Daniel dan Richard bertanya di waktu yang nyaris bersamaan.


“Gara-gara ketahuan gue ngelike fotonya Anya Geraldine.” balas Ellio.


“Wkwkwkwk.”


“Wkwkwkwk.”


Daniel dan Richard malah menertawai sahabat mereka tersebut.


“Bukannya kasihan kek sama gue, malah ketawa. Sahabat lucknut lo berdua.” tukas Ellio diikuti stiker pentol menendang wajah.


“Lagian udah punya bini masih aja jelalatan.” ujar Daniel.


“Gatel lu.” timpal Richard.


“Halah, kayak lu berdua nggak suka ngelike foto cewek cakep aja.” Ellio membela diri.


“Gue nggak.” ujar Daniel.


“Gue juga nggak.” Richard ikut-ikutan.


“Munaroh lo berdua.” tukas Ellio lagi.


“Emang nggak, lu aja yang gatel.” ujar Daniel.


“Wkwkwkwk.” lanjutnya lagi.


“Ingat, bro. Perselingkuhan berawal dari like. tukas Richard.


“Ya sekarang pikir aja mas Parjono. Emang Anya Geraldine mau sama gue?” ujar Ellio.


“Ya siapa tau.” tukas Daniel.


“Iya, kan lo laki-laki kaya. CEO sukses pula.” timpal Richard.


“Tau ah, cerita sama lo berdua malah makin pusing gue.” ujar Ellio lagi dan lagi-lagi Daniel serta Richard tertawa-tawa.


“Wkwkwkwk.”


“Wkwkwkwk.”


“Mas, kamu nggak mandi?”


Tiba-tiba Lea muncul dan melontarkan pertanyaan pada suaminya itu.


“Ini mau mandi.” jawab Daniel.


“Ya udah mandi sana!. Habis itu kita makan. Aku udah order nasi sama tom yum tuh.” ujar Lea.


“Ya udah kalau gitu.”


Daniel kemudian beranjak dan menuju ke kamar mandi. Sementara Lea kini mendekati Darriel yang sudah dipakaikan baju.


“Mau susu nggak?” tanya Lea.


“Hokhoaa.” jawab Darriel.


Maka Lea pun lalu memompa ASI dan memberikannya pada anak itu.

__ADS_1


“Heheee.”


Darriel tertawa antusias sebelum memasukkan botol susu ke dalam mulutnya.


__ADS_2