Menjadi Sugar Baby

Menjadi Sugar Baby
Lontong Isi


__ADS_3

Sejumlah mahasiswa di kelas Lea tengah berkumpul di salah satu sudut. Karena sudah belajar hampir seharian, mereka pun bersantai sambil scroll sosial media.


Tiba-tiba salah satu dari mereka kaget, tatkala menemukan sebuah berita gosip yang mengejutkan.


"Eh, eh liat deh."


Salah satu dari mereka memperlihatkan postingan itu.


"Lah ini kan Lea." jawab yang lainnya lagi.


Mereka saling tatap sejenak lalu sama-sama melihat ke arah berita tersebut.


"Sosok terduga sugar baby, yang dibeli sejak usia 16 tahun."


"Hah?"


Teman-teman Lea itu mengerutkan dahi, demi menatap judul berita tersebut. Mereka sejatinya sudah mendengar desas-desus tentang Lea yang menjadi sugar baby, bahkan sejak di awal mereka masuk di kampus tersebut.


Dulu pernah Sharon melabrak Lea di depan teman-temannya dan mahasiswa jurusan lain. Saat itu Sharon mengatakan perihal Lea yang menjadi sugar baby.


Mereka semua tak masalah bahkan sudah melupakannya. Sebab mereka tak terbiasa mengurusi hidup orang lain. Selama itu semua tak merugikan kantong, mereka tidak peduli.


Tetapi hari ini justru mereka agak sedikit terusik. Bukan karena mengenai Lea yang seorang sugar baby. Tapi lebih kepada heran, mengapa ada saja media yang sibuk mengurusi hidup orang lain. Membuat berita yang judulnya menggiring opini para pembaca.


"Seorang perempuan berinisial LA, sosok yang di duga merupakan salah satu sugar baby termuda dalam kasus SB Agency xxxxxxxxxxxx."


Teman-teman Lea membaca artikel berita itu secara bersama-sama, bahkan hingga dua paragraf ke bawah.


"Sumpah, ini berita kenapa dah?. Masih aja di bahas dan di korek-korek. Nampangin foto orang lain secara gamblamg, emang mereka udah izin?" ucap salah seorang teman sekelas Lea itu.


"Biasalah, media jaman now. Kayak nggak tau aja." celetuk yang lainnya lagi.


"Parah sih, Lea tau nggak ya kira-kira?" tanya salah satu dari mereka.


Tak lama Vita dan Nina melintas. Mereka semua rata-rata tau jika Lea berteman dengan senior mereka itu. Maka salah seorang dari mereka pun memanggil keduanya.


"Vit, Nin. Sini deh!" ujarnya.


Vita dan Nina pun mendekat.


"Ada apaan?" tanya Vita penasaran.


"Nih."


Salah satu dari mereka memperlihatkan berita itu pada Vita dan juga Nina. Kedua sahabat Lea tersebut pun melihatnya.


"Itu dari mana sih?. Kirim linknya ke gue."


Vita meminta dikirimkan link berita tersebut, salah satu dari mereka mengirimkannya melalui WhatsApp. Setelah meminta nomor telpon Vita terlebih dahulu tentunya.


"Parah banget nggak sih?"

__ADS_1


Salah seorang teman sekelas Lea bertanya. Vita menarik nafas.


"Ini sih udah harus ditegur medianya." ucap Vita.


"Ya udah deh, thank you ya." ujar Vita lagi. Nina pun ikut berterima kasih, lalu mereka pergi meninggalkan tempat itu.


Di lain pihak Adisty dan Ariana yang tengah duduk sambil melihat-lihat Instagram pun, akhirnya mengetahui berita yang tengah viral tersebut.


"Eh apaan anjir?" tanya Ariana memperlihatkan pada Adisty. Adisty juga sejatinya sama menemukan di halaman berandanya.


"Fotonya nyata banget lagi. Lea tau nggak ya?" tanya Adisty kemudian.


Lalu gadis itu melakukan forward pada link berita dan mengirimkannya pada Lea. Saat ini Lea tengah bercengkrama dengan anak ikan lele dan tak memegang handphone sama sekali. Sebab tadi dirinya juga mengikuti perkuliahan secara online dan sudah merasa lelah menatap layar laptop.


"Heh, Darriel. Weeeek."


Lea menjulurkan lidahnya pada bayi itu. Darriel menatap Lea dengan datar, kemudian secara serta merta tertawa, lalu kembali diam.


"Koq kamu kayak split gitu emosinya." tanya Lea heran.


Lagi-lagi Darriel tertawa, lalu ia pun menggerak-gerakkan kaki serta tangannya ke atas dan ke bawah..


"Enak ya punya mama lele, nggak di bedong. Bisa bebas gerak sana-sini. Coba kamu punya mama dan nenek yang terkontaminasi pola pikir jaman dulu. Udah dibungkus kamu kayak lontong isi."


Lagi dan lagi Darriel tertawa.


"Lontong isi." ujar Lea seraya menggelitik Darriel dengan ciuman di perutnya. Darriel makin tertawa-tawa.


"Anak ikan lele."


"Anak ikan lele." ujar Lea sekali lagi.


Wajah Darriel mulai berubah menjadi jelek.


"Lontong isi."


Bayi itu kembali tertawa. Lea sadar jika ia telah menemukan kata-kata baru, kali ini untuk membuat anaknya tertawa. Yakni kata "Lontong isi."


Meski Darriel belum mengetahui arti dari perkataan tersebut. Namun agaknya bayi itu lebih menyukai, ketimbang mendengar kata "Anak Ikan Lele."


Lea pun semakin iseng, ia mengambil salah satu popok kain lalu membungkus Darriel layaknya lontong isi. Dengan ikatan yang longgar tentunya. Kemudian ia mengambil rekaman Darriel yang mirip dengan uget-uget tersebut. Lea jadi tertawa-tawa sendiri.


"Wuuuu, ada ulat wuuu. Pucuk, pucuk, pucuk."


Darriel tertawa.


"Ulat cabe, uget-uget."


Bayi itu makin tertawa. Lea terus menikmati sambil masih tertawa-tawa. Sampai kemudian ia melepaskan semua itu dan membiarkan Darriel kembali bebas dengan hidupnya.


Lea memposting lontong Darriel ke insta story Instagram. Tak lupa ia memasang stiker di wajah anak itu, demi menjaga privasi.

__ADS_1


"Tingnung." Sebuah suara terdengar.


Daniel yang tengah bekerja tersebut tiba-tiba iseng, melihat notifikasi dari instagram. Yang menyatakan jika Lea baru saja memposting sebuah cerita.


Daniel melihat insta story milik istrinya itu dan terlihatlah Darriel disana. Ia pun lalu tertawa, sebab caption yang ditulis oleh Lea adalah "Lontong Isi." Darriel sendiri tampak bergerak-gerak seperti ulat.


"Dari anak lele udah berubah jadi lontong nasi?" tanya Daniel di direct message.


"Iya mas, dia bahagia menjadi lontong isi." jawab Lea.


"Wkwkkwkwk." ujar Daniel.


"Mas liat di WA deh, aku ada kirim sesuatu." ujar Lea.


Maka Daniel pun menilik ke laman WhatsApp miliknya. Disana Lea mengirimkan sebuah video yang didalamnya ada Darriel.


"Darriel anak ikan lele."


Lea berujar pada Darriel, dan seperti biasa wajah bayi itu langsung berubah drastis. Seperti orang yang hendak menangis. Namun kemudian Lea kembali berujar dengan penuh semangat.


"Lontong isi."


Seketika wajah Darriel split dan langsung tertawa.


"Darriel adalah sebuah Lontong isi."


"Heeee." Darriel tertawa sambil mengeluarkan suara. Daniel pun jadi ikut tertawa melihat semua itu.


"Oh jadi bahagia kalau disebut lontong isi?" tanya Daniel.


"Iya mas, nggak perlu di sebut ganteng, mirip artis dan lain-lain. Cukup dibilang lontong isi aja udah gembira."


"Hahahaha."


Balas Daniel.


"Aneh ini anak emang." ujar Lea lagi.


"Iya aneh kayak kamu. Wkwkwkwk."


Lea lalu membalas dengan emoticon lidah menjulur.


"Enak aja bilang aku aneh." ujarnya kemudian.


"Emang kamu aneh, anak aja jadi lontong isi dalam imajinasi kamu."


"Wkwkwkwk." balas Lea lagi.


***


Yuk dukung cerita menarik ini. Sebuah komedi ringan 21+ yang akan mengundang tawa, sedih, senang sekaligus memberi arti sebuah keluarga pada kita semua.

__ADS_1



__ADS_2