
"Lele, kamu ngapain hari ini?" tanya Daniel pada Lea ketika mereka bertemu di dekat meja makan.
Daniel sempat mengelus perut Lea untuk beberapa saat, kemudian ia mengambil segelas air putih di dalam kulkas.
Ia mengerjakan pekerjaan kantor dan tertidur di kamar atas. Hingga ia tak bertemu Lea sampai pagi ini.
"Nggak kemana-mana mas, aku libur juga nggak ada mata kuliah." jawab Lea.
"Ikut aku ke kantor aja yuk, mau nggak?" tanya Daniel lagi.
"Ngapain di sana mas?" Lea balik bertanya.
"Ya nemenin aku kerja, makan siang, terus biar sore kita bisa jalan bareng. Sekalian kalau mau, kita liat Nina bentar."
"Ntar aku, kamu tarok dimana?"
"Ya di ruangan kerja aku lah, kan gede. Masa aku tarok di gudang penyimpanan barang."
"Ntar kalau ada tamu atau klien mas gimana?"
"Nggak ada, hari ini tuh kerjanya nggak berat banget. Nggak ada jadwal tamu-tamuan, meeting atau apapun itu."
"Mmm." Lea tampak berfikir.
"Ayolah." ajak Daniel sekali lagi.
"Ya udah deh, aku mandi dulu."
"Iya santai aja, aku juga belum mandi koq." ujar Daniel.
***
Seusai mandi dan berdandan, Lea mengikuti suaminya ke kantor. Ini adalah kali pertama Lea menginjakkan kaki hingga lantai atas di kantor Daniel.
Waktu itu ia hanya sampai di lobi. Saat ia pernah mengantarkan makanan untuk Daniel, kemudian bertengkar dengan Clarissa.
Semua mata tertuju pada Lea. Dengan cepat gosip pun berhembus dari satu telinga ke telinga lain.
"Istri bos."
"Oh itu orangnya?"
Bisik-bisik terdengar di telinga Lea. Bagi karyawan Daniel yang belum pernah melihat Lea secara langsung, tentu saja kedatangan Lea mengagetkan mereka. Mereka tak menyangka ternyata istri bos mereka adalah seorang perempuan yang muda belia.
__ADS_1
"Nah ini ruang kantor aku."
Daniel membuka pintu ruang kantornya, namun ia dikagetkan dengan Ellio dan Marsha yang tengah makan di dalam. Marsha juga tak kalah kagetnya dengan kedatangan Daniel.
"Ma, maaf pak." ujarnya kemudian.
"Pak Ellio yang ngajakin saya." lanjutnya lagi.
Marsha mengambil makanannya lalu kembali ke meja kerja yang ada di luar. Sementara Ellio masih makan dengan wajah tanpa dosa.
"Hai Lele." ujarnya sambil nyengir.
Daniel sewot setengah mati dengan ulah sahabatnya itu.
"Ellio, ruangan gue bau nasi uduk semua." gerutunya kemudian.
Lea hanya tertawa, sementara Ellio melengos ke arah lain sambil terus menyuap nasi uduk yang jadi menu sarapan paginya itu.
"Bener-bener ya nih orang." gerutu Daniel lagi.
"Pelit lu."
Ellio beranjak sambil membawa nasi uduknya keluar.
Lea masih tertawa dan melambaikan tangannya. Daniel lalu menyemprotkan pengharum ruangan.
"Punya temen sama sekretaris, sama aja." lagi-lagi ia menggerutu
"Marah mulu bapak, ntar stroke loh." celetuk Marsha sambil menongolkan kepalanya di pintu.
"Tau lo, ntar nyusahin gue di kursi roda."
Ellio ikut nyeletuk, Lea ngakak. Sementara Daniel menyemprotkan pengharum ruangan ke arah Marsha dan Ellio. Kedua makhluk itupun segera menutup pintu sambil cekikikan.
"Om Ellio bukannya kata kamu ada kantor sendiri mas, di sebelah."
"Emang ada, dasar dianya aja yang suka ketempat orang. Jadi nyesel aku jodohin dia sama Marsha, malah jadi kesini terus. Nggak di jodohin aja ke sini terus, apalagi dijodohin."
Lea makin tertawa-tawa. Tak lama Daniel segera membuka laptop dan memulai pekerjaannya. Sementara Lea bermain handphone di sofa.
***
"Saudara Bianca Laurensia. Anda didakwa atas tuduhan perdagangan manusia dan eksploitasi anak di bawah umur, dengan dalih sebagai agency penyalur talent atau model."
__ADS_1
Sidang perdana kasus SB Agency kini di gelar. Bianca duduk di hadapan hakim, jaksa, dan yang lainnya, sambil mendengarkan dakwaan.
Kasus ini masih heboh sampai saat ini. Sehingga mengundang perhatian beberapa pihak, seperti lembaga perlindungan anak dan perempuan untuk hadir di persidangan.
Sebab ini merupakan masalah yang kompleks. Masalah yang benar-benar sudah harus mendapat perhatian serta penanganan lebih. Mengingat selama ini sudah banyak kasus eksploitasi seksual anak di bawah umur. Namun pihak-pihak yang berwajib dan lembaga terkait seakan hanya diam saja.
Seolah kasus ini memang dianggap lazim dan merupakan suatu tindak yang tak perlu di besar-besarkan. Padahal ini merupakan sebuah kejahatan keji yang harusnya tak termaafkan.
"Bu Sherly, tolong tanggapan ibu mengenai kasus ini bu."
Seorang dari lembaga perlindungan anak dan perempuan yang turut hadir di dalam persidangan itu, kini diburu oleh wartawan sekaligus admin akun gosip sosial media yang tak ingin ketinggalan berita.
"Bu, tanggapannya bu." ujar wartawan itu lagi.
"Iya, untuk kasus ini diharapkan pihak yang berwajib segera mengumpulkan lebih banyak bukti. Agar tersangkanya bisa segera dijerat sesuai aturan hukum dan undang-undang yang berlaku. Karena ini sangat meresahkan sekali, terutama bagi orang-orang yang memiliki anak perempuan."
"Apakah menurut ibu kejahatan seperti ini memiliki jaringan yang luas?"
"Oh tentu." jawab perempuan bernama Sherly itu dengan pasti.
"Kejahatan seperti ini jelas memiliki jaringan yang besar serta terorganisir." lanjutnya lagi.
Sherly terus di tanya-tanyai oleh wartawan tersebut, sampai kemudian ia mohon pamit dan masuk ke dalam sebuah mobil. Mobil tersebut dikendarai oleh seorang anak muda, yang tiada lain adalah Arsenio.
"Udah selesai mbak Sher?" tanya Arsenio pada Sherly.
"Udah untuk hari ini."
"Gimana hasilnya?" tanya Arsenio lagi.
"Masih jauh dari putusan. Karena si tersangkanya tadi juga berbelit-belit banget saat di tanyai. Kayak ada orang-orang yang berusaha dia tutupi. Terus dia pura-pura sakit juga, biasalah buat manjang-manjangin sidang. Ntar juga pasti berjilid-jilid ini kasus." jawab Sherly.
Arsenio menekan pedal gas mobil.
"Nggak abis pikir sama kasus kayak gini, ada aja modusnya." ujar remaja itu seraya menatap ke arah jalan.
"Yah gitu deh, pihak-pihak terkaitnya kadang lambat banget dalam menyelidiki dan menyelesaikan. Soalnya kasus seksual dan eksploitasi anak dibawah umur itu keterlibatannya banyak. Dari orang-orang yang punya jabatan pun banyak yang ikut andil dalam hal kayak gitu. Baik dari sisi penjualan maupun pembelian." ujar Sherly lagi.
"Yakin sih mbak, pasti ada aja pejabat yang punya sugar baby."
"Pasti lah. Ya emang sih hak masing-masing orang, hak perempuannya juga kalau dia mau dijadikan sugar baby. Tapi ya balik lagi, mesti dilihat perempuan ini usianya berapa. Kalau dia masih di bawah umur, itu tidak bisa dibenarkan. Dan kabarnya ada seorang perempuan di kelas terakhir SB Agency, yang usianya masih 16 tahun. Kan gila itu si Bianca dan teamnya, cari cuan dengan cara menjual anak di bawah umur."
"Iya mbak, emang gila itu orang. Semoga jaringannya banyak yang terungkap dan masuk penjara." ujar Arsenio kemudian.
__ADS_1