Menjadi Sugar Baby

Menjadi Sugar Baby
Ternyata


__ADS_3

"Delil, mama mau hap. Mau makan Delil."


Lea menggelitik bayinya setelah lelah dengan segala gonjang-ganjing di dunia sosial media. Benar-benar dalam seminggu terakhir berandanya penuh dengan berita mengenai perselingkuhan, sugar baby, sugar daddy.


Kasus istri sah yang melabrak selingkuhan suaminya. Istri sah yang dianiaya suami lantaran membela pelakor. Benar-benar semuanya membuat Lea pusing kepala. Bahkan ada beberapa sosmed yang sudah ia uninstal, saking ruwetnya.


Lea hanya memperbanyak download game online. Setidaknya itu lebih baik daripada bersosial media. Sebab sosial media sejauh ini sudah begitu sakit dan banyak menampilkan hal-hal yang minim edukasi.


"Ikutan dong!"


Daniel yang baru pulang kerja langsung berbaring secara serta merta di atas tempat tidur.


"Eh papa pulang, nak." ujar Lea pada Darriel.


Darriel bengong sejenak menatap Daniel, baru kemudian ia terlihat antusias sambil tertawa-tawa.


"Lah, loadingnya lama banget." seloroh Lea. Sementara Daniel kini tertawa.


"Mikir dulu kali dia, ini siapa ya. Pas ngeh ini bapaknya, baru dia kegirangan." ujar Daniel.


"Darriel tanya dong, nak. Tadi papa gimana di kantor." ujar Lea pada sang anak.


"Hokhoaaa." Darriel mengeluarkan suara sambil menatap sang ayah.


"Owalah, ini nanya sama papa ceritanya?" tanya Daniel sambil tertawa kecil.


"Hokhoaaa."


"Iya, papa baik-baik aja. Cuma capek sedikit gara-gara tadi di jalan macet." ucap Daniel lagi.


"Hokhoaaa."


"Iya sayang."


Daniel membelai kepala anak itu dan mencium keningnya. Lea tersenyum menyaksikan hal tersebut.


"Kamu ngapain aja Le, seharian ini." Daniel gantian melontar pertanyaan pada Lea.


"Nggak ngapa-ngapain, mas. Kan nggak ada kuliah juga. Tadi main sosmed sampe bosen. Isinya pelakor mulu. Dari minggu kemaren pelakor, dari bulan lalu malah."


Daniel tertawa.


"Mungkin banyak berita lain tapi ketutupan." ujarnya kemudian.


"Kayaknya sih iya, karena hanya berita heboh yang bakal naik ke permukaan dan melibas berita-berita lainnya." ujar Lea.


"Oh ya Richard katanya mau kesini, mau nginep." ujar Daniel.


"Pasti nggak tahan nggak ketemu Darriel tuh." tukas Lea sambil tersenyum.


"Apalagi, maunya dia ketemu terus tiap hari sama cucunya.


Tiba-tiba ponsel Daniel berbunyi.


"Nih dari Richard." ujarnya kemudian.

__ADS_1


Daniel lalu mengangkat telpon tersebut.


"Iya, bro." Daniel berkata pada mertuanya itu.


"Bro, gue mungkin agak telat ya. Soalnya gue diminta Clarita buat nyari Clarissa. Clarissa katanya kabur dan Clarita saat ini lagi di rumah sakit. Dia keguguran, abis dianiaya sama istri sah lakinya."


"Hah?"


Daniel terperangah.


"Oke, oke." jawabnya kemudian.


"Gue jalan dulu ya." ujar Richard.


"Oke hati-hati dan berkabar, bro."


"Sip."


Richard menyudahi telpon tersebut.


"Kenapa mas?" tanya Lea.


"Richard katanya agak telat datangnya." jawab Daniel.


"Ayah mau pergi dulu?" Lagi-lagi Lea bertanya.


"Iya itu, mau ngurusin Clarissa katanya."


"Clarissa?. Clarissa yang...?"


"Kenapa emangnya dia?" lagi-lagi Lea bertanya.


"Dia kan hamil tuh, cowoknya nggak tanggung jawab kabarnya."


"Iya kalau itu aku tau." ujar Lea.


"Kan dia stress sekarang, terus kabur dari rumah tadi."


"Kabur?. Tapi koq nyuruh ayah yang nyari?"


"Kakaknya kan kenal sama kita, dan minta tolong ke Richard. Si kakaknya ini nggak bisa, karena habis dilabrak istri sah sugar daddy nya dan dia keguguran."


Lea mengerutkan kening. Entah mengapa pikirannya langsung menghubungkan pada berita pelakor, yang ia lihat di sosial media tadi.


"Ini bukan sih mas, kakaknya?"


Lea menebak seraya memperlihatkan video, saat Clarita didatangi istri sah dari sugar daddy-nya.


"Loh, ini video dari mana Le?" tanya Daniel kaget.


"Dari sosmed, mas."


"Ini kakaknya Clarissa." ujar Daniel kemudian.


Tebakan Lea benar, namun perempuan itu tetap saja terkejut.

__ADS_1


"Beneran mas?" tanya nya pada sang suami.


"Iya beneran, jadi ini video kejadiannya." ujar Daniel seraya memperhatikan.


"Parah juga sih, bisa dipidana ini istri sahnya." lanjut pria itu..


"Suaminya juga bisa di pidana, kan selingkuh." tukas Lea.


"Iya makanya."


"Lagian suaminya main buntingin cewek lain, emosi setiap cewek kan beda-beda mas. Bukan aku membela perbuatan istri sahnya ya. Itu tetap salah dan kriminal menurut aku." ujar Lea.


"Tapi balik lagi, yang menyulut emosi kan suaminya. Suaminya yang kegatelan. Coba kalau dibalik, istrinya yang selingkuh. Mustahil suaminya juga nggak mencak-mencak separah istrinya."


"Iya juga sih." ujar Daniel.


Lea diam, kemudian menengadahkan pandangan ke langit-langit kamar.


"Kamu kenapa, Le?" tanya Daniel.


"Ternyata dari sekian banyak orang yang jadi sugar baby. Cuma aku yang hidupnya beruntung." ujarnya kemudian.


"Semua nggak segampang khayalan babu di novel online. Dulu aku sering banget baca novel dengan tema sugar baby. Di sana digambarkan sugar baby hidupnya enak, mau apa tinggal bilang ke sugar daddy-nya. Kemana-mana naik mobil mewah, dilayani kayak princess. Visualnya cowok ganteng, mobilnya pasti Lamborghini. Kaya raya, penuh kehaluan."


Daniel memperhatikan ibu dari anaknya itu.


"Emang sih hidup aku menyenangkan sama kamu. Tapi aku nggak bisa bayangkan kalau sugar daddy aku bukan kamu, mas. Teman-teman aku aja sugar daddy-nya pada zonk. Ada yang aneh, nyeleneh, menyebalkan, mengatur hidup, meremehkan dan menganggap perempuan rendahan. Banyak yang kayak gitu. Aku dulu berani banget memutuskan untuk menjadi sugar baby. Gimana kalau aku sampai jatuh ke tangan orang yang salah."


Daniel menghela nafas dan membelai kepala serta rambut Lea.


"Dari sini ke depan, dalam hal apapun. Kamu harus berhati-hati dalam mengambil keputusan. Apalagi hanya dengan berdasarkan apa yang kamu lihat dan kamu baca di sosial media, di dalam novel dan sebagainya. Kadang kenyataan berbanding terbalik dengan semua itu." ucap Daniel.


"Iya mas, kemaren-kemaren itu aku masih belia banget. Nggak ada yang membimbing dan mengarahkan juga. Belum lagi akunya emang keras dalam bertekad. Saat itu aku cuma pengen hidup enak, tanpa memikirkan resikonya." ujar Lea.


"Ditambah kamu di bully di sekolah." Daniel mengingatkan


"Nah, itu apa lagi. Itu merupakan salah satu faktor pendorong." lagi-lagi Lea berujar.


"Pokoknya belajarlah dari apa yang sudah pernah kamu lalui." ucap Daniel.


Lea mengangguk lalu diam. Ia merasa benar-benar diberkati kali ini


***


Bukan netijen negri ini namanya, jika mereka tidak bergerak dan mengusut sampai jauh sebuah peristiwa. Dari kejadian Clarita, mereka mendapatkan fakta bahwa Clarita merupakan seorang sugar baby alias simpanan.


Usut punya usut, netijen juga akhirnya mengetahui soal Clarissa. Berikut statusnya sebagai seorang sugar baby lulusan SB Agency.


Kasus tersebut kembali naik ke permukaan dan kembali mewarnai beranda sosial media serta menjadi trending topik. Banyak dari netijen yang awalnya kasihan pada Clarita malah balik menyerangnya.


"Emang pekerjaan sekeluarga begitu say." ucap salah seorang netijen.


"Sekeluarga sugar baby, anjay. Pada suka menari-nari di atas penderitaan istri sah orang. Wajar aja kali ini kena karmanya." celetuk yang lainnya lagi.


Intinya kini mereka mulai mengorek-ngorek keterangan lebih lanjut, mengenai hal tersebut.

__ADS_1


__ADS_2