Menjadi Sugar Baby

Menjadi Sugar Baby
First Time


__ADS_3

Hari itu, adalah hari ulang tahun Richard, ia mengadakan pesta di sebuah tempat mewah dengan lokasi yang menjorok ke pantai.


Para bos hadir dalam acara tersebut, tentu saja bersama pasangan mereka masing-masing. Entah itu istri sah ataupun selingkuhan yang mereka simpan selama ini.


Yang jelas hari itu terlihat sekali ada sekat, antara barisan istri sah, pacar sah, dan juga istri simpanan maupun pacar simpanan. Karena banyak juga bos-bos setia yang membawa istri sah mereka. Beberapa diantara istri sah tersebut, suaminya saling mengenal dan mereka pun mengenal sosok istri sah dari masing-masing teman suaminya tersebut.


Jadi apabila teman suaminya hadir bukan bersama istri sah, para istri sah yang hadir akan menaruh sinis. Lea, Vita, dan Nina sendiri tak luput dari pandangan julid hari itu. Pasalnya mereka terlihat masih muda dari barisan istri sah.


Meski mereka rata-rata mengetahui jika Daniel single, namun mereka menganggap Lea adalah ancaman. Sebab badannya yang tak terlalu tinggi namun sexy, juga dandanannya yang masih alami dan tidak berlebihan.


Persis seperti imajinasi para lelaki, yang menginginkan wanita berwajah polos namun mulus dan cantik. Sebuah khayalan yang hampir tidak mungkin didapatkan, mengingat kondisi kulit masing-masing wanita itu berbeda.


"Mereka kenapa dah?" tanya Lea pada Vita dan Nina.


"Iri kali sama kita, masih cakep." celetuk Nina sambil cengar-cengir.


"Mereka juga nggak kalah cakep kalau kata gue." ujar Lea.


"Iya, tapi udah usia 30 an ke atas. Kalah saing sama kita yang masing menggigit." Vita membuah Lea dan Nina tersenyum.


"Muka sama kulit boleh made in oplas, denyut bagian bawah nggak bisa bohong." ujar Vita lagi.


Tiba-tiba ada seorang istri sah yang melintas, ia mendengar ucapan Vita dan langsung menghujani gadis itu dengan tatapan yang seolah murka.


Tak lama beberapa orang temannya datang dan tampak mengintimidasi. Lea dan Nina pun ikut kena hujat melalui tatapan, tak lama Vita menyeret Lea dan Nina untuk menjauh.


"Lo sih, Vit." gerutu Nina.


"Hampir aja kita di pepes." timpal Lea.


Detik berikutnya mereka pun tertawa, tiba-tiba Daniel muncul dari suatu arah. Pria itu langsung duduk di dekat Richard dan juga Ellio yang tengah di dampingi para perempuan cantik.


Lea memperhatikan Daniel yang cipika-cipiki dengan perempuan-perempuan itu, kemudian ia berbincang dengan tawa yang sesekali terlepas.


"Lo cemburu ya, Le?" tanya Vita diikuti tatapan Nina.


"Nggak, biasa aja."


Lea menyembunyikan perasaannya, meski itu benar. Entah mengapa ia selalu panas melihat Daniel dekat dengan perempuan lain. Tak hanya sekali ini saja, bahkan sudah berkali-kali


"Om Dan ganteng banget ya kalau diperhatiin." Nina mengeluarkan pernyataan yang membuat Lea terhenyak, ia kini kembali menatap Daniel.


Jujur, Daniel memang sangat tampan. Ditambah usianya yang sudah matang, menjadikan wibawanya terpancar jelas. Belum lagi cara ia berinteraksi dan tertawa bersama orang-orang disekitar.


Ah, ingin rasanya Lea ikut ambil bagian. Berada ditengah-tengah mereka semua dan menjadi orang yang bisa berbicara pada Daniel dengan seakrab itu.


Tapi, sampai hari ini saja Daniel masih terbilang cuek padanya. Entah karena Daniel memang tidak ingin hubungan mereka menjadi lebih dekat, atau memang pria itu hanya menghindar saja dari perasaan yang sebenarnya.


Mungkin saja Daniel memang menyukai Lea, namun terhalang usia. Jika ia tidak menyukai gadis itu, mengapa Lea tetap tinggal bersamanya. Toh tak ada keuntungan apa-apa yang didapat oleh Daniel, dengan memelihara gadis seperti Lea.


Lea tak menghasilkan maupun memberinya apa-apa. Hanya bisa diawasi dan dipastikan saja, jika Lea tak mengganggu hubungan Grace dengan ayahnya.


"Eh, makan yuk...! ajak Vita kemudian.


Lea dan Nina pun akhirnya menuruti keinginan Vita. Sebelum mendekat ke meja prasmanan, Lea masih sempat melirik Daniel walau sekilas.


And now, the end is near


And so I face the final curtain

__ADS_1


Terdengar suara dari suatu arah, ketika Lea, Vita dan Nina tengah menikmati makanan. Ketiganya menoleh, ternyata Daniel dan Ellio yang tengah bernyanyi bersama. Pada sebuah panggung kecil nan aesthethic, mereka bernyanyi sambil memainkan gitar.


Lea dan yang lainnya pun tertegun, meski Lea tak tau lagu apa yang tengah dinyanyikan tersebut.


My friend, I'll say it clear


I'll state my case, of which I'm certain


I've lived a life that's full


I traveled each and every highway


And more, much more than this


I did it my way


"Ini lagu tahun berapa sih, koq gue nggak tau." tanya Lea pada Vita dan Nina.


"Gue juga nggak tau." jawab Nina.


"Lo berdua emang perlu menambah pengetahuan deh kayaknya, soal musik. Cuma tau K-Pop kan lo berdua?" Vita bertanya pada Lea dan juga Nina.


"Emang lo tau ini lagu siapa?" tanya Lea.


"Ini tuh lagunya Paul Anka, judulnya "My Way." Tapi yang paling sering gue denger, ini dinyanyikan sama Frank Sinatra."


"Siapa lagi tuh Frank Sinatra?" Kali ini Nina yang bertanya.


"Ya ampun dasar bocil gen Z, segitu terkenalnya Frank Sinatra masa nggak tau."


"Emang nggak tau." ujar Lea diikuti anggukan Nina.


"Ntar lo pada googling atau cari di YouTube." ujar Vita.


"Mereka demennya lawas semua ya pasti." ujar Nina.


Lea melanjutkan makan dan tetap melihat ke arah Daniel. Suara om-om tampan itu terbilang cukup lumayan, sama halnya dengan Ellio. Ia juga tak menyangka jika Daniel bisa memainkan alat musik. Lagu pun berakhir dengan tepuk tangan, Lea tersenyum tanpa sadar dan terlihat oleh mata Daniel. Daniel pun terdiam sejenak, sebelum akhirnya mengalihkan pandangan ke arah lain.


Lea hendak kembali ke meja prasmanan, untuk mengambil cemilan. Namun kemudian ia kembali dikejutkan oleh sesuatu.


Malam kehadiran cinta sambut jiwa baru


Telah lama kutunggu hadirmu disini


Daniel kembali bernyanyi, namun kali ini ia sendirian. Lea yang hendak beranjak itu tak jadi bergerak, ia kini kembali terpesona oleh om-om yang usianya di atas 30 tersebut.


Namun hanya ruang semu yang nampak padaku


Meski sulit harus ku dapatkan


"Kalau ini tau kan lo, lagu Ada Band?" tanya Vita.


Lea mengangguk sambil sumringah, meski lagu tersebut dirilis pada saat ia dilahirkan. Ini masih lebih bisa dikenali oleh Lea, ketimbang lagu milik Paul Anka tadi.


Kerinduan yang mendalam terbitkan hasratku


Sambutlah tangan ini terima janjiku


Rasakan cinta yang tulus lewat aliran darahmu

__ADS_1


Menyatu seiring dalam kasih


Daniel terus bernyanyi diantara pasang mata yang melihat dan menikmati. Dari sebuah sudut Ellio berujar pada Richard.


"Lo liat nggak sih, sekarang Dan jadi lebih punya gairah hidup."


Richard menghela nafas dan tersenyum.


"Ini berkat kerja keras kita berdua yang selalu bawelin dia, kalau nggak mau ke psikiater."


Ellio tertawa.


"Menurut lo, ini karena ada Lea juga nggak sih?"


Ellio melirik sekilas ke arah Lea, yang masih memperlihatkan Daniel. Ia lalu kembali menatap Richard.


"Ya, sedikit banyak kehadiran dia membantu Daniel buat recovery. Daniel jadi kayak punya kesibukan dan mainan baru. Nganterin dia sekolah, ngajarin dia matematika, bantu itu anak ngerjain tugas dan lain-lain. Jadi fokus nya terbagi, nggak melulu mikirin Grace."


"Iya sih." ujar Ellio.


"Ya walaupun dia masih aja kadang dikit-dikit Grace, tapi udah jauh berkurang banget."


Daniel menyelesaikan lagu keduanya, dan ia kembali disambut tepuk tangan. Untuk selanjutnya siapapun boleh bernyanyi. Daniel pergi ke sisi barat tempat tersebut, di sana ada kolam renang yang kebetulan tak ada orang sama sekali.


Sebab semua undangan berkumpul di spot satunya. Daniel ingin sekali berenang sejak tadi, maka ia pun melepas bajunya dan bertelanjang dada. Tubuhnya yang atletis tampak begitu mempesona, meski tak ada satupun yang melihat.


Daniel berenang kesana kemari, sampai kemudian tiba-tiba saja ia mengalami kram. Pada saat yang bersamaan Lea mendadak ingin ke toilet, gadis itupun pamit pada kedua sahabatnya.


"Gue ke toilet dulu ya." ujarnya saat itu.


Vita dan Nina mengangguk.


Gadis itu melangkah, karena toilet berada di dekat kolam renang. Lea berjalan santai sambil melihat sekitar, ia senyum-senyum sendiri lalu mengambil video untuk insta story pada suatu spot. Namun seketika ia terkejut menatap layar handphone, lantaran melihat ada orang yang seakan hendak tenggelam di kolam renang.


Dari kejauhan Lea pun menoleh, seketika ia berlari dengan sekuat tenaga. Gadis itu makin berteriak ketika menyadari siapa orang yang nyaris tenggelam tersebut.


"Om Daaan."


Lea histeris dan langsung saja menceburkan diri ke kolam. Dengan susah payah ia menghampiri dan membawa tubuh berat pria itu ke pinggir. Daniel sudah tak sadarkan diri, maka Lea pun memberikan pertolongan padanya.


"Om bangun." teriak Lea panik. Ia terus melakukan prosedur pertolongan bagi orang yang tenggelam, sesuai apa yang ia ketahui saja.


"Om, bangun om. Jangan mati."


Lea refleks memberikan nafas buatan pada pria itu beberapa kali, ia sudah tidak peduli lagi yang penting Daniel selamat. Tak lama Daniel pun batuk dan mengeluarkan air dari mulutnya. Ia melihat Lea dengan wajah yang sangat panik, bahkan nyaris menangis.


"Thanks." ujar Daniel dengan nafas yang masih tersengal.


Lea mengangguk, namun mata dan tubuh mereka seolah terkunci satu sama lain. Lea menatap Daniel dan begitupun sebaliknya. Jarak diantara mereka begitu dekat, Daniel masih enggan melakukannya. Namun Lea mendekat lalu mencium bibir pria itu.


Daniel terkejut, bahkan nyaris tak percaya. Tetapi tak lama kemudian, ia pun membalas semua itu. Ciuman itu kian panjang, hingga tanpa mereka sadari Lea kini sudah ada di atas tubuh Daniel. Tangan Daniel merangkul pinggang Lea dengan erat.


"Hmmh"


Lea sempat mengeluarkan suara. Karena seluruh tubuh gadis muda itu kini berkedut, seakan meminta lebih. Daniel terus menciumnya sampai kemudian,


"Bro."


Richard dan Ellio mendadak muncul dihadapan keduanya. Daniel dan Lea menghentikan aktivitas tersebut dan kini mereka terlihat canggung.

__ADS_1


"Gue sama Ellio tunggu di depan."


Lagi-lagi Richard berujar, kali ini sambil tertawa. Ellio pun tak bisa menyembunyikan tawanya. Sementara wajah Daniel bersemu merah, sama seperti Lea.


__ADS_2