
"Lele dimana?. Udah mau pulang kah?"
Daniel bertanya ada sang istri melalui pesan singkat di WhatsApp.
"Iya mas, mas jadi mau jemput?. Kalau nggak, aku minta jemput supir aja." jawab Lea.
"Jadi koq, tapi nanti kita mampir dulu ke ayah kamu ya. Ada yang mesti aku ambil dari sana."
"Oh iya mas, nanti anter Adisty juga ya mas."
"Iya gampang, aku mau jalan kesana sekarang." balas Daniel.
"Ok."
Daniel pun menyudahi percakapan itu dan bergegas menuju ke tempat dimana Lea kini berada. Sesuai janji, ia dan Lea mengantar Adisty terlebih dahulu.
Setelah mengantar Adisty dan memastikan gadis itu masuk ke dalam rumah, Daniel kembali menginjak pedal gas mobil dan kini mereka menuju ke kediaman Richard.
Disepanjang perjalanan Daniel banyak bertanya, mengenai apa saja yang tadi diikuti oleh Lea. Lea mengatakan semuanya secara detail pada sang suami. Termasuk rasa malu yang tiba-tiba muncul, sebab hanya ia peserta termuda di sesi kelas tersebut. Daniel pun tertawa mendengarnya.
"Nggak apa-apa, kan kamu hamil ada suaminya. Hamilnya setelah nikah lagi, ngapain malu."
"Ya malu aja, masih muda udah kegatelan."
Lagi-lagi Daniel terbahak. Ia mengusap-usap perut Lea lalu kembali fokus menyetir. Ketika sampai di kediaman Richard, mereka berbarengan tiba dengan Ellio dan juga Marsha. Agaknya Ellio pun sama ada urusan dengan Richard.
"Pantes si Bambang minta izin supaya aku ngasih Marsha pulang cepet. Ternyata mau pacaran."
Daniel berujar sambil memarkir mobilnya.
"Emang tadi Marsha pulang duluan dari mas?" tanya Lea.
"Iya, diminta sama pawangnya tuh." ujar Daniel.
Ia lalu mematikan mesin mobil dan keduanya kini sama-sama keluar.
"Ehem, ehem, ehem. Pacaran terooos." Daniel menyindir Ellio dan juga Marsha.
Marsha sendiri tersenyum dan merah pipinya mendengar semua itu. Sementara Ellio hanya terkekeh, sama halnya seperti Lea yang menyaksikan mereka.
"Richard di dalam?" tanya Daniel pada asisten rumah tangga yang membukakan pintu.
Tadi sekuriti telah menginformasikan ke bagian dalam agar membuat pintu untuk mereka.
"Ada pak." jawab asisten rumah tangga tersebut.
Mereka semua masuk, namun baru beberapa langkah kaki mereka menapaki lantai. Tiba-tiba terdengar suara dari lantai atas.
"Ssshh, ah dad. Aaah, aaah, aaah."
"Kamu rasakan ini sayang, enak kan?. Hmm?"
"Aaah, aaah, aaah."
Daniel dan Ellio terperangah sekaligus terdiam. Begitupula dengan Marsha maupun Lea. Daniel kemudian refleks menutup telinga istrinya itu.
"Ngapain mas tutup telinga aku." tanya Lea heran.
"Kan kamu masih dibawah umur."
"Orang mas juga gituin aku koq sampai bunting." ujarnya lagi.
__ADS_1
"Oh iya."
Daniel benar-benar baru sadar jika Lea tengah hamil. Hal tersebut membuat Marsha dan Ellio tertawa-tawa.
"Ah dad, enak dad."
"Iya sayang, kamu kangen kan sama punya aku yang panjang ini. Hmm?, kamu rasakan ini, hmmh, hmmh, hmmh."
"Aaah, aaah, aaah."
"Sssh, Dan ngilu gue." ujar Ellio pada Daniel.
"Ya ngomong ke Marsha lah, Bambang. Masa ke gue. Lo mau emangnya main pedang-pedangan sama gue?" seloroh Daniel.
"Bangsat." Ellio tertawa.
Sementara Marsha tersenyum dengan wajah tersipu malu, sama seperti Lea.
"Aaah dad, aaah."
Suara itu masih terus terdengar.
"Itu cewek mana lagi sih yang dibawa Richard?" tanya Ellio.
Mereka kini menuju ke meja makan. Dirumah Richard meja makannya selalu ada saja makanan.
"Itu kak Dian." jawab Lea.
"Hah, Dian pulang?" Ellio dan Daniel sama-sama terkejut.
"Iya, udah ketemu sama aku kemaren." ujar Lea lagi.
"Kata kak Dian jangan kasih tau kalian berdua dulu. Soalnya kalian ember, sementara dia mau kasih surprise ke ayah."
"Sekarang malah dia yang dikasih surprise oleh Richard. Surprise semprotan selang panjang." seloroh Ellio.
"Ah, dad aku mau keluar."
"Kamu terima ini sayang."
"Aaaaaaaa."
Keduanya berteriak kencang, membuat Daniel, Ellio dan yang lainnya panas dingin.
"Lea bakal punya adek lagi nih abis ini." ujar Daniel.
"Kalau teriaknya udah kayak gitu, biasanya jadi." celetuk Ellio.
"Ayah bukannya nikah dulu, ntar punya anak diluar nikah lagi kayak aku."
Daniel dan Ellio saling menatap satu sama lain mendengar celotehan Lea tersebut.
"Ntar kita desak Richard supaya nikah sama Dian." ujar Daniel.
***
Beberapa saat berlalu, Richard pun turun ke bawah. Tampak ia sudah mandi dan memakai pakaian tidur.
"Pantes kagak masuk, burungnya lagi bersarang." celetuk Ellio.
Richard hanya tertawa kecil dan menghampiri mereka semua di meja makan. Tampak meja makan sudah porak poranda. Lantaran paus, suami paus, om paus dan pacar om nya paus makan.
__ADS_1
Tak ada hal yang bisa mereka lakukan dalam menunggu Richard, selain menjadi pelahap segalanya.
"Kalian udah lama?" tanya Richard.
"Udah." jawab Daniel.
"Lo kenapa nggak bikin kedap suara aja sih ruangan lo. Kasian tau pembantu-pembantu lo, kalau denger lo begituan. Kalau mereka lagi pengen gimana?"
Richard yang tengah meminum air putih itu pun nyaris tersedak karena tertawa.
"Ya mereka tinggal ke atas aja, minta sama gue. Pasti gue kasih kalau mau."
"Parah nih otak lo, cucu udah mau berojol itu." ujar Ellio.
"Tau, dia mah geblek emang." timpal Daniel.
"Kak Dian mana yah?" tanya Lea.
"Tidur." jawab Richard.
"Ngantuk berat kayaknya." lanjut pria itu kemudian.
"Ya iyalah ngantuk, abis lo semprot sampe teriak gitu." celetuk Ellio.
Lagi-lagi Richard tertawa. Kemudian topik beralih ke hal serius, yakni masalah pekerjaan. Lea dan Marsha merasa obrolan para laki-laki itu membosankan. Kemudian mereka beralih ke sofa di ruang lain, dan membicarakan drama Korea.
***
"Lea, ayah kamu ada menghubungi kamu nggak sayang?"
Tiba-tiba ibu Richard mengirim chat pada Lea. Ketika ia dan Daniel telah berada di dalam perjalanan pulang ke rumah.
"Siapa Le?" tanya Daniel pada istrinya itu.
"Oma mas, nanyain ayah." jawab Lea.
"Oh nanya apa dia?" tanya Richard lagi.
"Nanyain ayah ada nggak menghubungi aku. Kayaknya ayah nggak bisa dihubungi deh sama dia. Di blok kali ya sama ayah?"
"Mungkin." jawab Daniel.
"Karena lagi ada Dian kali, Richard nggak mau berisik." lanjutnya lagi.
Lalu masuk pesan kedua.
"Kemarin oma ada kirim bunga ke dia, untuk dibawa ke rumah calon ibu tiri kamu. Tapi sampai hari ini calon ibu tiri kamu bilang kalau Richard nggak datang."
"Kenapa lagi, Le?" Daniel kembali bertanya.
"Kata oma dia ada kirim bunga ke ayah. Bunga itu buat dibawa ke rumahnya Maryam. Tapi ayah nggak datang kesana."
"Ya gimana mau datang, orang ada Dian."
"Iya sih, tau ah ayah sama oma ribet." ujar Lea kemudian.
"Emang dia begitu, sekarang tinggal Richard nya aja yang mesti tegas."
"Mas lah bilang ke ayah, kan mas lebih tau ayah gimana orangnya."
"Iya deh, ntar aku bilang." jawab Daniel.
__ADS_1