
Hampir seluruh berita miring tentang Lea kini nyaris menghilang begitu saja. Beberapa media yang telah di peringatkan memilih untuk tidak membahas hal tersebut lagi.
Tapi ada beberapa media yang tampaknya masih bandel dan masih saja vokal dalam memberitakan hal tersebut.
Tentu saja ini membuat Daniel dan Ellio geram. Daniel sampai menghubungi orang kepercayaannya yang bekerja di sebuah media besar, untuk mencari tau apa yang telah terjadi.
Usut punya usut media yang memberitakan Lea tersebut ada yang membayar. Teman Daniel berusaha meminta keterangan, tetapi pihak media besar itu menolak. Akhirnya Daniel memberikan uang yang lebih besar, mereka menerimanya dan bersedia menghapus berita itu.
Tetapi ujungnya media tersebut malah diancam balik oleh pihak Daniel dan kini tengah menghadapi situasi hukum. Pasalnya sejak percakapan mengenai ia di bayar seseorang untuk memberitakan Lea dan Daniel. Ucapan demi ucapan pihak media itu di rekam oleh teman Daniel.
Termasuk pada saat mereka enggan menghapus berita tersebut. Tetapi pihak Daniel tidak merekam saat mereka menawarkan uang lebih. Hingga berita tersebut akhirnya di tutup dan media nya tetap kena tuntut.
***
"Mereka mau main-main sama kita, ya udah mainin sekalian." ujar Ellio pada Daniel di kantor.
Daniel menghisap batang rokok miliknya lalu tertawa.
"Marvin si bocah tengik itu yang coba-coba mau songong sama kita." ucap Daniel.
"Anak mami sok mau bermain di rimba. Dia nggak tau di rimba banyak uler berbisa." lanjutnya lagi.
"Orang kayak dia jangankan ketemu singa, lawan macam kumbang aja gue rasa kabur." Ellio menimpali, kemudian mereka tertawa-tawa.
"Lo nggak mau balas dia?" tanya Ellio.
"Tungguin aja dulu. Gue pengen liat abis ini dia mau buat apalagi." jawab Daniel kemudian.
"Gue suka lawak yang dia buat." lanjut pria itu.
"Pak Dan." Marsha masuk keruangan Daniel.
"Iya, Sha. Ada apa?" tanya pria itu.
"Dibawah ada yang mau ketemu bapak."
"Siapa?" Daniel mengerutkan kening.
"Grace katanya, sama anaknya."
"Oh, suruh naik aja." ucap Daniel.
"Baik pak."
"Lo janjian sama Grace?" tanya Ellio.
"Nggak, ini aja gue nggak tau dia mau datang." jawab Daniel.
__ADS_1
"Ada perlu kali." ujar Ellio lagi.
"Maybe."
"Ya udah gue balik ke kantor dulu ya." ucap Ellio.
"Buru-buru amat." ujar Daniel.
"Mau cari duit, tuh liat sekretaris lo udah buncit. Ntar melahirkan, gue tuh yang bakal ngebiayain." seloroh Ellio.
"Kan elu yang menghamili, bangsat."
Daniel sewot, sementara Ellio tertawa-tawa. Ia kemudian keluar dari ruangan Daniel dan langsung menghampiri Marsha.
"Ih, ada cewek cantik." ujarnya menggoda Marsha. Marsha yang tengah sibuk itu pun tersenyum.
"Tapi cantik-cantik, buncit." ujar Ellio lagi.
"Plaaak." sebuah pukulan mendarat di tangan Ellio.
"Kan bapak pelakunya." ujar Marsha lanjut mencubit suaminya itu. Sehingga Ellio pun kini tertawa-tawa, dan mengundang perhatian sekitar.
"Oh iya, aku yang berbuat ya?" ujarnya seraya mengelus perut Marsha.
"Sabar ya yang nggak punya ayang." Salah seorang karyawan meledek karyawan lain yang memperhatikan kemesraan itu.
"Segeralah download aplikasi minder biar dapat jodoh." lanjutnya kemudian.
"Eh, itu kan mantan pak Daniel." salah seorang karyawan ada yang menyadari.
"Iya, tapi kan udah jadi emak tirinya dan itu adeknya bos." celetuk yang lainnya lagi.
"Mantan pacarku, jadi ibu dari adik tiriku." karyawan lain ikutan bersuara.
"Kayak judul sinetron azab." yang lainnya berseloroh.
Mereka kemudian tertawa-tawa, namun tanpa suara.
***
Grace masuk ke ruangan Daniel dan langsung disambut oleh pria itu. Daniel menanyakan kabar Grace badan langsung menggendong adiknya.
"Kamu apa kabar sayang?" tanya Daniel pada Danisha. Anak kecil itu hanya tertawa sambil memandangi wajah Daniel.
"Dia abis sakit itu. Dia ngomong-ngomong papa-papa terus, Dan."
"Oh ya?"
__ADS_1
"Iya, nggak tau belajar dari mana dan mungkin juga naluri anak-anak. Makanya aku kesini mau minta temenin sama kamu. Aku mau ketemuin dia dengan ayahnya." ucap Grace.
"Aku takut kalau pergi sendirian. Takut omongan papa kamu nyekekit lagi ke anak ini. Kami sebenarnya udah bahagia dan..."
Grace sedikit menunduk, lalu melanjutkan kata-kata.
"Aku udah punya hubungan baru."
Daniel mengerti dan turut merasa senang untuk Grace. Siapapun itu ia hanya berharap Grace serta adiknya bahagia.
"Tapi anak ini butuh sosok ayahnya. Tempo hari juga pengacara papa kamu sudah menghubungi aku dan meminta untuk ketemu."
Lagi-lagi Daniel mengangguk.
"Ya udah, kalau memang kamu mau ketemu. Aku akan temenin kamu kesana." ucap Daniel.
"Makasih ya, Dan. Maaf kalau aku selalu ngerepotin kamu." ucap Grace lagi.
"Santai aja. Selagi aku bisa bantu, kenapa nggak." jawab Daniel.
***
Herman di tuntut hukuman yang berat, atas perbuatannya yang melakukan penyekapan serta pemerkosaan terhadap sejumlah gadis termasuk anak di bawah umur.
Sebab ternyata dari korbannya itu ada yang masih berusia belum 17 tahun. Sidang di gelar terbuka, bersamaan dengan sidang terdakwa yang mencelakakan Reynald serta Arsen.
Terdakwanya adalah orang yang juga menjadi otak pelaku, atas penyerangan terhadap lembaga perlindungan perempuan serta teman-teman Arsen yang menjadi relawan di dalamnya.
Sama halnya dengan Herman yang ternyata tak sendirian, terdakwa penyerang Arsen pun tak sendirian. Ia rupanya mengantongi banyak pesanan dari orang berpengaruh, yang juga pemakai jasa sugar baby dan merasa dirugikan dengan adanya lembaga-lembaga yang membuka pikiran perempuan.
Mereka sejatinya lebih menyukai jika perempuan itu lemah dan bisa diperdaya. Agar mereka bisa menggunakan kekuasan dan uang dalam menjerat, serta menempatkan perempuan-perempuan itu sebagai pajangan dan sumber kesenangan bawah perut semata.
Publik pun kembali heboh dengan berita tersebut. Bahkan kini banyak sekali perang komentar di berbagai platform yang menyajikan berita mengenai hal tersebut.
Masalahnya ada masih banyak laki-laki yang mendukung praktek memelihara sugar baby, dengan menyamakan hal tersebut terhadap tindak poligami.
Sebagian dari mereka ngotot mengatakan jika laki-laki berhak mempunyai wanita lebih dari satu. Mereka juga mengatakan jika laki-laki tak perlu izin istri untuk menambah wanita lagi dalam hidupnya.
Tentunya ini mengundang perlawanan dari pihak perempuan, terutama emak-emak. Ada juga yang mengatakan jika sugar baby berbeda konsepnya dengan poligami. Dan meminta para laki-laki itu untuk belajar dulu sebelum berkomentar. Jangan hanya mengandalkan n@fsu bejat saja, sementara logika dihilangkan.
Intinya kebanyakan laki-laki yang mendukung praktek seperti itu adalah laki-laki yang tidak mengerti hukum.
Dalam sebuah aliran keyakinan, laki-laki bisa saja memiliki lebih dari satu istri dan tak perlu meminta izin istri pertama. Tapi secara hukum itu bisa di tuntut dan dipidanakan.
Dan lagi apa yang mereka proteskan sangat berbeda dengan praktek sugar baby dan jual beli kesenangan yang tengah dibahas.
Tapi ya, namanya juga netizen. Ada yang cerdas, ada pula yang hanya mengandalkan koar-koar tapi tak ada isinya. Hingga masalah ini pun menjadi kian heboh.
__ADS_1
***
Sorry ya, ini tuh review ceritanya lama banget. Padahal udah dari tadi di update, mungkin karena dekat mau lebaran jadi pada sibuk. Dan sorry agak jarang update, lagi sakit telinga parah. Ga bisa mikir 😁 🙏🙏🙏🙏