
Lea menghela nafas lega. Ia baru saja mengirimkan banyak hadiah kelahiran Darriel yang tidak terpakai, ke beberapa panti asuhan. Kebetulan di panti-panti tersebut memang terdapat banyak bayi yang di telantarkan oleh orang tuanya.
Lea mendapat informasi itu dari Iqbal dan beberapa teman kampus lainnya. Lea bahkan mengirim juga untuk beberapa followers Instagramnya yang juga memiliki bayi.
Kini rasa pusingnya melihat tumpukan hadiah tersebut jadi berkurang. Kemarin ada beberapa mainan dan boneka yang ia kirim untuk ketiga adik tirinya yakni Ryan, Ryana dan juga Renisha.
Sebab diantara kado yang diterima, ada yang berisi boneka, mobil-mobilan dan juga mainan anak laki-laki lainnya. Tak sekedar baju dan peralatan mandi bayi saja.
"Oeeeeek."
"Oeeeeek."
Darriel menangis, Lea langsung menuju ke kamar sang anak dan memeriksa apa yang terjadi. Ternyata masalah klasik yakni popok penuh. Ia segera membersihkan lalu mengganti popok bayinya itu. Setelah usai, ia pun menyusui Darriel. Dan dalam hitungan menit Darriel kembali terlelap.
Lea meletakkan Darriel ke dalam box, kemudian bersiap membereskan rumah. Ia mengambil serbet dan meletakkannya di bahu, lalu menghidupkan dua robot penyapu lantai. Ia mengambil kemoceng untuk membersihkan debu.
Ketika melintas di depan sebuah kaca besar di ruangan lain, Lea pun terdiam. Ia memandangi dirinya dalam balutan daster emak-emak, dengan tubuh bak dugong sebab habis mengandung dan melahirkan. Rambutnya kini kusut dan wajahnya berminyak.
"Koq gue kayak inem?"
Lea berujar dan menilai dirinya sendiri. Seketika ia pun teringat pada ucapan ibunya ketika sang ibu menjenguk Darriel.
"Rawat diri kamu habis ini. Jangan kusut, jangan asem. Ibu yakin koq, Daniel mengerti kalau istrinya harus ngurus anak. Ibu juga yakin kalau dia nggak masalah liat kamu kusut, busuk, dan sebagainya. Tapi masalahnya di luar sana, pelakor siap dengan segala amunisi yang mereka miliki. Mereka siap jadi gatal, berdandan, siap nurut dan menjadikan suami orang sebagi raja. Ditambah lagi ada yang pake pelet dukun dan sebagainya. Kita perempuan harus wanti-wanti. Apalagi suami kamu itu punya segala hal yang diimpikan para pelakor. Ganteng, CEO kaya-raya, baik hati pula. Siapa yang nggak mau?"
Begitulah ucapan ibu Lea pada puterinya. Sebab ia melihat Lea yang begitu malas mengurus diri pasca melahirkan.
"Iya bu." jawab Lea saat itu.
Lea berpikir mungkin ibunya hanya terlalu takut jika Lea di khianati oleh Daniel. Namun nyatanya Lea memanglah seinem itu di pantulan cermin.
"Lele bentar lagi aku pulang, mau makan apa?" tanya Daniel di chat.
Maka Lea pun buru-buru pergi ke kamar mandi. Ia mandi dan langsung berdandan setelah itu. Ia mencatok rambut, memakai Cushion ala Korea, mengenakan eyeliner, merapihkan alis, serta memakai lipmatte berwarna nude.
Tak lupa ia memakai deodorant, body butter dan juga parfum dengan wangi senada. Terakhir ia mengenakan pakaian yang seksi dengan belahan dada yang rendah.
Ketika tiba di rumah, Daniel kaget melihat istrinya yang tengah mencuci piring dengan tampilan yang begitu hot. Meski ia melihatnya dari arah belakang.
Body Lea yang masih montok pasca melahirkan juga, menjadi nilai plus tersendiri bagi perempuan itu.
__ADS_1
"Lea?" panggil Daniel kemudian.
"Iya."
Lea menoleh sambil mengibaskan rambutnya. Daniel tercengang dan menatap istrinya itu tanpa berkedip.
"Kamu, cantik banget." ujarnya.
"Iya dong, kan istri mas."
Lea memberikan senyuman yang menggoda, lalu menyelesaikan pekerjaannya. Kini ia melangkah melewati Daniel yang masih terpaku dengan nafas naik turun.
"Kamu baru melahirkan seminggu lebih loh, Le." ujar Daniel lagi.
"Emangnya kenapa?" tanya Lea seraya kembali menoleh sambil mengibaskan rambutnya. Daniel menelan ludah dan menahan sesuatu yang mulai menegang di balik celana yang ia kenakan.
"Aku mau mandi." ujar Daniel lalu berbalik ke arah lift.
Secara serta merta Lea menyusul dan memeluk Daniel dari belakang. Keteguhan hati pria itu jadi kian terusik. Apalagi ketika tangan Lea mulai meraba juniornya yang sudah menegang.
"Lea, hmmh."
Lea kini berpindah kehadapan sang suami, memegang dan mengurut-urut junior Daniel sambil tak henti menatap matanya.
"Lea, aku nggak maksa. Kalau kamu nggak mau, jangan lakukan. Kamu masih belum sehat dan....aaaah, hmmh, ssshhh."
Daniel meracau dengan mata yang terpejam dan terbuka. Lea tak berkata sepatah pun, hanya tersenyum lalu berjongkok di hadapan sang suami. Dan mulai memberikan kesenangan pada pria itu.
"Lea, hmmmh, ssshhh, aaaahh."
Daniel tanpa sadar mengangkat tangan, dan membelai kepala serta rambut Lea yang berada di hadapan juniornya.
"Terus sayang, aaaah, hmmmh, sssshhh."
Mata Daniel terus terpejam dan terbuka. Ia begitu menikmati service yang di berikan sang istri. Ia menarik Lea untuk berdiri, dan membalas perlakuan perempuan itu dengan memberikan rabaan demi rabaan di tubuhnya.
Setelah itu Lea kembali berjongkok dan melakukan lagi tugasnya seperti tadi. Hingga setelah beberapa menit berlalu, Daniel mengerang dengan keras.
"Aaaaaaah, sayaaaang, haaaaaah."
__ADS_1
Ia mencapai *******, lalu menarik Lea dan memeluknya dengan erat.
"Makasih ya sayang." ujarnya dengan nafas yang tersengal. Lea mengangguk dan mereka semakin erat berpelukan.
Daniel kemudian menatap Lea dan begitupun sebaliknya. Lalu mereka sama-sama tersenyum.
"Kelakuan mamanya Darriel." ujarnya seraya mencubit hidung Lea.
Lea tersenyum dan mereka kembali berpelukan.
"Untung Darriel nggak bangun." ujar Daniel lagi.
"Orang dia udah kenyang." jawab Lea.
"Nangis nggak seharian ini?" tanya Daniel.
"Ada sesekali, tapi nggak kayak abis digebukin lagi. Udah biasa aja nangisnya." ujar Lea.
Daniel tersenyum.
"Aku mau mandi, mumpung dia tidur. Kamu cuci tangan dan gosok gigi gih." tukas Daniel.
"Iya mas." jawab Lea.
Lalu keduanya berpisah, Daniel ke lantai atas dan pergi mandi. Kemudian Lea pergi ke kamar mandi yang ada di lantai tersebut untuk membersihkan sedikit bagian tubuhnya yang basah.
Setelah semuanya bersih, Lea menyiapkan makan untuk suaminya itu. Daniel turun setelah beberapa saat berlalu.
"Makan sekarang mas?" tanya Lea.
"Iya siapin aja, aku mau liat Darriel bentar."
"Jangan di gangguin tapi." Lea memperingatkan.
"Iya nggak koq." jawab Daniel sambil tertawa.
Pria itu kemudian menyambangi kamar sang anak dan membuka pintunya secara perlahan. Tampak Darriel tengah tertidur lelap. Daniel mendekat, kemudian tersenyum sambil memandangi bayi yang belum berdosa itu.
Kemudian ia mendaratkan sebuah ciuman. Sebelum akhirnya kembali ke meja makan dan duduk bersama Lea di sana.
__ADS_1
***