
"Tenang, Le. Gini-gini kita semua mantan sugar baby."
Vita berujar pada Lea, setelah Lea menceritakan perihal perempuan yang ingin mendekati suaminya.
"Bener, Le." timpal Nina.
"Kita tau pola-polanya kalau cewek udah gatel dan pengen mendekati suami orang. Kita tau apa yang harus kita lakukan." lanjut perempuan itu lagi.
Lea menarik nafas panjang, benar apa yang dikatakan kedua temannya tersebut. Ia tak perlu terlalu khawatir dan mestinya tau apa yang harus ia lakukan.
"Tapi lo udah pernah ketemu tuh cewek?" tanya Vita.
"Udah." jawab Lea.
"Ya, pas di nikahan temen mas Daniel itu." lanjutnya lagi.
"Mana sih akun sosmednya?" tanya Nina.
Lea lalu menyebutkan akun sosial media milik Shela. Kemudian Nina mencari melalui handphone pribadinya.
"Ini bukan sih?" tanya nya seraya menunjukkan sebuah akun.
"Iya bener." jawab Lea.
"Ini ceweknya?" tanya Nina lagi.
"Mana, mana?" Vita penasaran.
"Nih!"
Nina menunjukkan foto-foto Shela. Dan sama seperti Lea sebelumnya. Mata Vita dan Nina tertuju pada foto yang bersebelahan dengan artis Korea.
"Anjay sumpah ini dia pede gila." Nina tertawa-tawa memperhatikan foto tersebut.
"Dia di foto mulus kan." ucap Lea.
"Aslinya nggak?" tanya Vita.
"Make-upnya aja crack semua. Burik anjay, tebal di dempul doang." jawab Lea.
"Gitu-gitu pede banget lagi mau deketin laki gue." lanjutnya kemudian.
Vita dan Nina kompak tertawa.
"Pelakor mah dimana-mana sama, Le. Yang penting modal gatel sama pede dulu. Ngaca diri mah urusan belakangan." ucap Vita.
"Dia ada ngedeketin gimana sejauh ini?" tanya Nina.
"Nih, nge-DM laki gue. Nulis "Hai." ujar Lea.
Ia menunjukkan direct message dari Shela di akun Daniel yang ia bajak.
"Lah, ini di bales sama laki lo." ujar Vita.
"Kagak, ini akun laki gue lagi gue bajak. Ini gue yang bales, pura-pura jadi mas Dan." ujar Lea.
"Iya hai juga, siapa ya?" Nina membaca balasan Lea tersebut.
"Tapi laki lo nggak tau?" tanya Vita.
"Kayaknya belum tau deh, soalnya dia belum ada nanya apa-apa. Lagipula di handphonenya dia nggak ada pemberitahuan DM. Udah gue non-aktifkan demi menyelidiki semua ini." ujar Lea.
"Rayu-rayu aja, ege. Ajak ketemuan." tukas Vita.
"Bener, Le. Abis itu kita labrak bareng-bareng." Nina bersemangat.
"Udah lama gue nggak menjambak rambut orang." lanjutnya lagi.
__ADS_1
Mereka semua tertawa-tawa.
"Rencana sih, gitu. Makanya ini gue lagi nunggu balasan dari dia." ucap Lea.
"Ting, tong."
Tiba-tiba sebuah notifikasi terdengar. Sebuah balasan dari Shela diterima oleh akun Daniel yang saat ini ada pada Lea.
"Boleh dong kenalan."
Begitulah isi pesan tersebut.
"Dih, kampungan banget nggak sih yang kayak gini." tukas Vita.
"Kata-kata basi buat membuka omongan." timpal Nina.
Le tersenyum lalu membalas.
"Boleh, kamu siapa?"
Jauh ditempatnya Shela berjingkrak-jingkrak.
"Yes, dibales lagi sama dia. Gampang banget deketin cowok kayak gini. Bener kata Susi, nih cowok tadinya playboy. Hahaha, mampus lo Lea. Laki lo gue deketin."
Tanpa Shela tau jika yang membalas pesan tersebut adalah Lea.
"Aku Shela, aku liat kamu kemarin di nikahannya mas Hanif." Ia kembali mengetik balasan.
Tak lama Lea pun kembali menjawab.
"Oh yang mana ya?. Kan rame tuh disitu." tanya Lea.
"Aku yang nggak sengaja hampir jatuh, terus kamu tangkap."
Lea, Vita dan Nina kini cekikikan di tempat mereka.
"Jangan gini, Le." ujar Nina.
"Kesannya kayak bukan ketikan cowok." lanjutnya kemudian.
"Iya Le, sesuai karakternya mas Dan aja yang cool gitu. Jadi biarin ini cewek yang kecentilan." Vita menimpali.
"Oh oke, oke." Lea menghapus tulisannya dan mengetik kata lain.
"Ok, Shela. Salam kenal."
"Gini aja kali ya?" Lea bertanya pada Vita dan juga Nina.
"Iya udah gini aja. Jadi kesannya kayak lo mau menyudahi percakapan. Biar dia ketar-ketir sendiri." tukas Nina.
"Oke deh."
"Klik."
"Send."
Balasan tersebut pun akhirnya terkirim, lalu di baca oleh Shela. Dan benar saja, tak lama kemudian ia pun tampak ketar-ketir. Ia berusaha mencari topik dan mengetik balasan, agar percakapan tersebut tak segera berakhir.
"Kamu sehari-hari ngapain aja?" tanya Shela.
Lea agak mengecilkan mata dan membuat wajahnya menjadi datar, ketika membaca tulisan tersebut.
"Sehari-harinya ya kerja dan ngurus anak bini, go blok. Kan udah nikah." ujarnya kesal.
Vita dan Nina tertawa, Lea kembali mengetik balasan.
"Kerja, kalau kamu?"
__ADS_1
"Oh, aku belum kerja lagi. Baru resign dua bulan lalu. Masih bingung juga mau kerja apa, soalnya belum kuliah nih."
Lea mengerutkan kening membaca balasan tersebut.
"Dih, maksudnya apa?. Kocak anjir. Minta di kuliahin sama laki gue?. Atau minta kerjaan?"
Lea menggerutu.
"Dia balas apaan?" tanya Vita diikuti tatapan Nina. Lea memperlihatkan balasan tersebut.
"Idih, trik minta dikasihani." ucap Vita.
Ia dan Nina pun tertawa.
"Trik basi, anjay." timpal Nina.
"Gue balas lagi ya." ucap Lea.
"Oh, emangnya kenapa belum kuliah?"
"Nggak apa-apa, belum ada biaya aja. Orang tua susah soalnya."
"Mulai menjual kesusahan." tukas Nina.
"Kebanyakan baca novel online "Babu Milik CEO." celetuk Vita.
Mereka kemudian kembali tertawa-tawa.
"Dia pikir menikahi CEO segampang cerita novel. Modal miskin sama cantik luar biasa. Dikira di kota besar cewek kaya nggak ada yang cantik apa." ujar Vita lagi.
"Kita aja yang cakep begini berjuang mati-matian buat jadi sugar baby, masih aja zonk. Apalagi dese." lanjutnya kemudian.
"Ih lo mah julid banget, Vit." celetuk Nina.
"Tapi bener sih." lanjutnya lagi.
Untuk kesekian kalinya mereka kembali tertawa.
"Oh ya, kamu hobinya apa?" Shela kembali mengirim balasan.
"Nanyain hobi." ujar Lea menunjukkan pesan tersebut.
"Makin basi, anjir." lanjutnya lagi.
"Bales, Le." ujar Vita.
"Hobi saya, jalan atau makan di suatu tempat. Kapan-kapan mau saya ajak?"
"Yes, yes, yes." Shela kembali berjingkrak-jingkrak.
"Boleh." balasnya kemudian.
Lea, Vita, dan Nina tertawa-tawa. Sementara kini Shela menelpon Susi.
"Apa gue bilang. Bener kata mas Hanif kan, Daniel itu playboy. Sekarang aja dia sok setia sama si Lea. Kalau di rayu dikit, bisa lah." Susi berujar dengan penuh percaya diri.
"Iya, gue nggak nyangka aja bakal dibales sama dia. Padahal gue iseng, Sus."
Shela benar-benar gembira.
"Iseng-iseng ngarep tapi lo kan?" ujar Susi sambil tersenyum.
"Iya sih, tapi sekarang gue berhasil yeaay." Ia kembali bersorak-sorai.
"Selamat ya beb, tinggal tunggu aja dia ngajak lo pergi. Pokoknya usahakan pertemuan pertama langsung ke hotel. Biar bisa cepet tekdung."
"Oh, pasti dong. Kan mau jadi nyonya." ucap Shela.
__ADS_1
Mereka berdua pun lalu tertawa-tawa dan merasa diri mereka adalah pemenang.