Menjadi Sugar Baby

Menjadi Sugar Baby
Diantara Dua Pilihan.


__ADS_3

Lea pergi ke sekolah, dengan menggunakan tas baru pemberian Daniel. Ia merasa tak ada yang istimewa, meski harga tas tersebut mencapai puluhan juta. Yang ia rasakan pertama kali ketika memakai tas itu adalah, berat.


Bagaimana tidak, ada banyak buku yang harus ia bawa setiap hari. Ternyata tas mahal, tak lantas ajaib membuat pemakainya terasa ringan.


"Om, pergi ya." ujar Lea.


"Hmm." Daniel menjawab seperti biasa. Pria itu lalu mengeluarkan kartu kredit miliknya dan memberikan kartu itu pada Lea.


"Ini?" Lea bertanya pada Daniel.


"Mulai hari ini, saya nggak akan kasih kamu uang cash lagi. Nanti kamu harus buat rekening, biar saya bisa transfer uang ke kamu. Sementara pakai ini dulu, kalau kamu ada keperluan.


"Ok." ujar Lea.


Ia tak masalah, toh uang cash nya juga masih banyak. Belakangan uang jajan nya saja terkumpul cukup lumayan. Lea lalu keluar dari dalam mobil dan langsung menuju ke gerbang sekolah.


Lea berjalan perlahan, sambil berbalas pesan dengan Vita, Nina dan juga adiknya Leo. Beberapa pasang mata mulai memperhatikan gadis itu.


"Hai Lea." Nasya dan Dina datang menghampiri.


"E, hai." ujar Lea memaksakan sebuah senyum.


"Lo tas baru." tanya Nasya padanya.


"Mm, iya." ujar Lea masih berusaha tersenyum. Ia masih belum bisa menerima orang-orang di sekolah, yang mendadak baik kepadanya. Karena Lea tau selama ini, dirinya dianggap apa di mata mereka.


"Widih, 35 juta nih." timpal Dina.


Lagi dan Lagi Lea terpaksa tersenyum. Ternyata kita bisa diterima di dalam sebuah pergaulan, hanya karena nilai barang yang kita pakai.


"E, gue ke sana dulu ya." ujar Lea.


"Lo nggak mau makan bareng kita Le, di kantin?" tanya Nasya lagi.


"Gue...."


"Gue udah janji sama kak Dian." Lea berimprovisasi ketika melihat Dian yang melintas di kejauhan.


"Tapi ntar istirahat sama kita ya, Le." ujar Dina.


"Ok, tapi gue nggak janji." ujar Lea.


Gadis itu lalu berlarian menghampiri Dian. Dian awalnya terkejut dengan kehadiran Lea yang secara tiba-tiba. Namun setelah Lea menjelaskan jika dirinya tengah menghindari Nasya dan juga Dina, barulah Dian mengerti dan mengajak adik kelasnya itu berjalan bersama.


"Tuh anak pake tas harga 35 juta?" tanya Sharon pada Maya, ketika Maya mulai berlambe turah padanya.


"Iya, gue denger tadi gitu." jawab Maya.

__ADS_1


Sharon kini melangkah dan masuk ke kelas Lea. Kebetulan jam istirahat, tak ada siapapun di kelas tersebut. Ia mengetahui dimana tempat Lea, karena di setiap bangku tertera nama siswa yang duduk disana.


Sharon melihat tas Lea dan memang itu cukup mahal, ia mengetahui merk tersebut. Sedang tas yang ia pakai saja, hanya seharga 8 jutaan.


Sharon begitu kesal, jika benar dugaannya perihal Rangga yang membiayai Lea. Sudah pasti Rangga sangat keterlaluan. Pasalnya ia saja tak pernah dibelikan apa-apa oleh Rangga, selama beberapa bulan mereka berhubungan.


Sedangkan Lea, di bayar uang sekolahnya, diberikan sumbangan pula ke sekolah. Untuk menutupi kemiskinan yang gadis miliki. Sekarang ia diberikan sebuah tas mahal pula oleh Rangga. Sungguh ini sangat membuat hatinya serasa dihantam batu.


Sharon lalu berniat merusak tas tersebut, namun beberapa siswi mulai masuk ke kelas itu. Mereka melihat Sharon dengan heran, karena Sharon sendiri berbeda kelas dengan mereka.


Akhirnya Sharon pun menghentikan niatnya, lagipula ia agak takut dihukum lagi. Karena kini guru-guru pun sudah mulai ada yang berpihak pada Lea. Sharon keluar dari ruangan tersebut, diikuti oleh Maya dan juga Tasya.


***


Siang harinya, Lea janjian dengan Vita dan Nina untuk makan bersama di sebuah tempat makan. Tempat makan tersebut kebetulan terletak di dalam sebuah mall.


"Biar kita nggak norak, harus cobain makan di resto mahal sekali-kali." ujar Vita pada Lea di WhatsApp, ketika mereka semua masih berada di sekolah. Ia dan Nina pun menyetujui hal tersebut. Tak apa-apa menghabiskan sedikit uang, untuk merasakan bagaimana menjadi orang kaya.


"Widih, tas baru 35 juta." Vita menggoda Lea, ketika gadis itu sudah tiba. Kebetulan ia dan Nina sudah tiba terlebih dahulu.


Lea tertawa, namun tanpa mereka sadari jika disisi tempat yang kini diduduki oleh Vita. Ada Clarissa yang juga tengah makan bersama sugar daddy nya.


Antara tempat Clarissa dan tempat dimana Vita berada, hanya dipisahkan oleh sekat rendah berupa tembok. Yang diatasnya adalah pot bunga memanjang. Ada banyak bunga-bunga disana, yang menambah kesan romantis dari restoran tersebut.


Clarissa sempat mendengar ucapan Vita mengenai tas mahal yang dipakai Lea. Karena penasaran dan kepo, Clarissa pun menoleh. Ia terkejut melihat Vita, Nina dan juga Lea ada disana.


Seketika hati Clarissa pun terbakar rasa iri. Karena sudah pasti Daniel lah yang membelikan gadis itu. Ia menyesal kenapa waktu itu ia tidak keluar saja dari agency lebih awal, dan lebih mendekatkan diri pada Daniel.


Ada banyak keuntungan yang akan ia dapat, Daniel tampan, single dan kaya raya. Plus tidak pelit dalam membelikan sesuatu. Saat tengah dekat saja, Daniel pernah membelikan Clarissa perhiasan mahal. Dan itu masih ia simpan sampai sekarang.


Saat itu juga sebenarnya Daniel sudah memiliki feeling pada Clarissa. Namun semua feeling itu buyar, ketika ia menemukan Clarissa pada acara agency malam itu. Daniel kecewa karena Clarissa masih mencari yang lain, selain dirinya.


Dari tempat dimana kini ia duduk, Clarissa dapat mendengarkan percakapan mengenai sugar daddy dari ketiga mantan anggota SB Agency tersebut. Dan itu membuat hati Clarissa kian terbakar. Sebab dari cerita mereka, tampaknya mereka sangat beruntung.


***


"Lea, kita jadi kan ketemu?"


Rangga mengirim pesan singkat pada Lea. Sejak semalam mereka sudah kembali berbalas pesan. Lea tak masalah mengulang lagi hubungannya dengan Rangga. Toh Rangga ternyata selama ini berkorban perasaan untuknya. Rangga melakukan segalanya demi melindungi Lea.


Lea merasa Rangga pantas untuk dicintai. Maka ia pun janjian dengan Rangga untuk bertemu, setelah pertemuannya dengan Vita maupun Nina selesai.


"Ok, jadi koq." balas Lea.


Rangga tersenyum sambil menatap handphone.


Sementara di kantor, Daniel saat ini tengah mengadakan rapat gabungan dengan perusahaan Ellio dan juga Richard. Mereka sejatinya telah lama beraliansi. Ada sebuah mega proyek yang harus mereka bahas kali ini.

__ADS_1


Ellio tengah persentasi, semua fokus memperhatikan. Hingga tanpa mereka sadari, jika sebuah kondisi yang tak begitu baik tengah menyerang Daniel.


Sejak pagi tadi ia merasa tubuhnya tak begitu fit, namun ia harus tetap bekerja. Karena banyak hal yang tak bisa di handle orang lain. Ellio terus menjelaskan, hingga kemudian.


"Braaak."


Daniel terjatuh ke lantai dan tak sadarkan diri. Dalam sekejap ruangan rapat pun berubah menjadi penuh kepanikan. Richard, Ellio dan yang lainnya menghampiri Daniel yang sudah begitu pucat.


"Dan, Dan."


Richard mengguncang tubuh sahabatnya itu, namun tak ada respon. Ellio menelpon ambulans. Tak lama kemudian, Daniel pun dilarikan kerumah sakit.


***


"Lea, aku jalan sekarang ya."


Rangga kembali mengirim pesan singkat melalui lama WhatsApp kepada Lea.


"Ok, aku tunggu." balas Lea.


Rangga pun bersiap, Lea menyedot minumannya. Ia janjian dengan Rangga di sebuah kafe. Tak lama Ellio menelpon Lea.


"Lea."


"Ini siapa?" tanya Lea, karena ia tak mengenali nomor Ellio.


"Ini om Ellio."


"Kenapa, om?" tanya Lea kemudian.


"Kamu udah pulang sekolah belum?"


"Udah, om."


"Om minta tolong dong, kamu ke lantai atas. Ke kamarnya Daniel."


Lea ingin memberitahu Ellio jika saat ini ia memang telah pulang sekolah, namun belum pulang kerumah. Tetapi Ellio seakan tak memberinya kesempatan.


"Kamu buka laci meja kerjanya, ambil kartu member rumah sakitnya dia disana. Terus kamu ojek online in ke alamat rumah sakit, yang nanti om kirim ke WhatsApp kamu."


"Ke rumah sakit, siapa yang sakit om?" tanya Lea heran.


"Daniel, dia tiba-tiba pingsan. Dan sekarang kami masih di ambulans."


"Hah."


Lea benar-benar terkejut mendengar hal tersebut. Tanpa basa basi dan banyak berfikir lagi, ia segera mengambil tas dan bergegas untuk pulang. Lea tak ingat jika ia akan bertemu dengan Rangga.

__ADS_1


__ADS_2