Menjadi Sugar Baby

Menjadi Sugar Baby
Pesta Iqbal (Ekstra Part)


__ADS_3

Lea, Adisty dan Ariana menyambangi sebuah butik yang biasa didatangi Lea bersama Daniel. Di butik tersebut banyak menjual pakaian jadi alias ready to wear.


"Pokoknya lo berdua pilih aja, asal harganya jangan yang terlalu menekan gue." ujar Lea.


"Asik."


Ariana dan Adisty berujar di waktu yang nyaris bersamaan. Pandangan mata mereka kini dimanjakan oleh banyaknya dress yang begitu cantik.


"Eh, Le. Tapi apa nggak apa-apa nih, kita dibeliin begini?" tanya Ariana.


"Iya, takut laki lo marah." Adisty menimpali.


"Kagak bakalan. Lagian ini pake duit gue pribadi koq, bukan duit dia." ujar Lea.


"Oh gitu." tukas keduanya serentak.


"Iya, udah lo pilih sana!. Ntar keburu malem loh." ucap Lea.


Adisty dan Ariana mulai memilih, begitupula dengan Lea sendiri.


***


"Yuk minum susunya yuk!. Darriel udah laper kan dari tadi."


Richard membujuk sang cucu yang tengah lapar, namun ogah-ogahan dalam meminum ASI. Berkali-kali Darriel mengeluarkan ujung botol susu dari mulutnya kemudian mengoceh.


"Hokhoaaa."


"Oaaaaaaa."


"Iya, kamu kenapa nggak mau susunya. Ini baru loh." ujar Richard lagi.


"Tok, tok, tok."


Terdengar suara ketukan pintu.


"Kinan, tolong buka pintu depan." ujar Richard kepada salah seorang asisten rumah tangganya.


Tak ada tanggapan dari dapur. Sementara ketukan terus terdengar.


"Tok, tok, tok, tok."


"Tikaaaa."


Richard memanggil asisten rumah tangganya yang lain. Tetap tak ada jawaban, sebab mereka semua tengah berada di halaman belakang dan membersihkan area tersebut. Akhirnya dengan membawa Darriel, ia lalu bergerak dan membuka pintu.


"Kreeek."


Richard terdiam.


"Maryam?" ujarnya kemudian.


"Maaf mas Richard, saya mau mengantarkan pesanan mami. Kata mami pesanannya suruh antar kesini. Berhubung tadi sekalian jalan, saya bawa aja langsung."


"Apa itu?" tanya Richard seraya menatap apa yang dibawa oleh Maryam.


"Ini nasi mandhi kambing." jawab perempuan itu.


Richard kemudian menelpon ibunya.


"Mi, mami koq nggak bilang kalau ada pesan makanan ke Maryam?"


"Memangnya kamu tau dari mana kalau makanan itu mami pesan dari tempatnya si Maryam?. Mami cuma mau kamu merasakan doang, itu enak soalnya."

__ADS_1


"Iya ini orangnya langsung yang antar." jawab Richard.


"Oh, ada si Maryam disana?"


"Iya ada." jawab Richard lagi.


"Ya sudah salam sama Maryam."


"Oke, makasih ya mi."


"Sama-sama." jawab ibu Richard.


"Ini saya tarok disini ya."


Maryam meletakkan makanan tersebut di atas meja teras Richard.


"Masuk dulu!" ujar Richard.


Ia sudah tak lagi bersikap judes pada perempuan itu. Sebab bila di perhatikan secara seksama, ternyata Maryam sangat cantik.


"Saya disini saja, lagipula saya sudah mau pamit." jawab Maryam.


"Oh, buru-buru sekali." ujar Richard.


"Padahal kita bisa minum teh atau kopi bersama. Saya juga disini kan nggak tinggal sendirian. Ada cucu saya dan banyak asisten rumah tangga." lanjutnya kemudian.


Maryam tersenyum.


"Terima kasih. Tapi saya janji kepada suami saya, kalau saya hanya sebentar."


Pernyataan tersebut berhasil membuat Richard membeku selama beberapa saat.


"Oh." ujarnya kemudian.


"Iya, minggu lalu." jawab Maryam.


"Ini sekalian saya mau kasih undangan resepsi."


Wanita itu meletakkan sebuah undangan di samping nasi mandhi yang telah ia letakkan sebelumnya.


"Kalau akad nikah kemarin, kami sengaja nggak mengundang kecuali keluarga inti." lanjut perempuan itu.


Richard merasa gamang. Ia baru saja menyukai perempuan itu, namun ia juga kecewa di waktu yang nyaris bersamaan.


"Saya permisi dulu, mas Richard." ucap Maryam.


Richard lalu menganggukkan kepala. Maryam masuk ke dalam mobilnya, sementara Richard kini tak sengaja melihat wajah Darriel. Kebetulan Darriel juga tengah menatap dirinya.


"Heheee."


Darriel tertawa girang, seakan meledek kakeknya tersebut.


"Kamu ngatain papa Rich?" tanya Richard kemudian.


"Heheee."


Darriel kembali tertawa. Richard lalu memasukkan botol susu ke mulut cucunya tersebut agar ia berhenti tertawa. Namun Darriel hanya meminum susunya sebentar kemudian kembali melepaskan ujung botol dan tertawa.


"Heheee."


***


Lea, Adisty, dan Ariana tiba agak terlambat di pesta ulang tahun Iqbal. Lantaran tadi mereka harus makeup dulu dan terjebak kemacetan pula.

__ADS_1


Ketiganya tiba di saat pesta sudah beberapa saat di mulai. Namun itu menjadi momen yang membuat mereka mendapat segenap perhatian.


Sebab ketika mereka tiba, semua mata langsung tertuju ke arah pintu. Para undangan yang terdiri dari teman sekelas maupun dari lain kampus tersebut kini terpaku, menatap kecantikan mereka bertiga.


Lea, Adisty dan Ariana melangkah dengan penuh percaya diri dan langsung disambut oleh Iqbal.


Pertama-tama mereka meminta maaf karena terlambat. Lalu mereka pun menyerahkan hadiah yang mereka bawa. Iqbal sangat senang, sekaligus tertawa-tawa. Apalagi saat melihat hadiah dari Adisty.


Mereka berpesta malam itu, namun Lea tak meminum minuman beralkohol. Sebab anaknya masih butuh asupan ASI. Ia hanya minum jus, es teh manis dan juga air mineral.


Tetapi untuk makanan, ia tak memilih. Ia makan apapun yang tersedia. Karena makanan yang disajikan semuanya enak-enak.


Pesta berlangsung lancar dan untungnya tidak hujan. Hingga puncak acara malam itu di suguhi dengan melepaskan kembang api ke udara, diiringi musik dari DJ yang semakin gegap gempita.


Hadirin bersorak Sorai kegirangan, begitupula dengan Lea. Karena memang ia masih muda dan harusnya masih bersenang-senang.


Ketika semuanya usai, Lea dijemput oleh Daniel. Sementara Adisty dan Ariana diantar oleh supir Lea.


"Kamu cantik banget, Le. Ini baju yang mana ya, koq aku baru liat."


Daniel berujar pada Lea ketika mobil mereka mulai merayap.


"Ini baru beli tadi mas. Tapi pake uang aku sendiri koq, yang tabungan warisan dari ayah." jawab Lea.


"Mau pake duit aku juga nggak apa-apa sih, sebenarnya." Daniel kembali berujar.


"Iya tapi aku nggak enak, mas. Tadi soalnya ada beliin Adisty sama Ariana juga."


"Ya nggak apa-apa, pake aja duit aku aturan."


"Udah terlanjur." ucap Lea.


"Oh ya, mau ke penthouse atau nginep dirumah Richard?" tanya Daniel kemudian.


"Terserah mas aja. Ke ayah boleh, biar Darriel juga kita yang urus." ujar Lea.


"Oh iya, aku mau ceritain sesuatu nanti ke kamu." ujar Daniel.


"Ceritain apa!" tanya Lea.


"Soal Richard sama Maryam."


"Ayah sama Maryam?" tanya Lea.


"Iya."


"Cerita apaan mas?"


"Ntar aja kalau udah sampe."


"Ih sekarang aja, kenapa mesti menunda-nunda sih." Lea penasaran.


"Dasar hamba lambe turah." ujar Daniel.


Ia kemudian menceritakan perihal Richard dan Maryam kepada Lea.


***


Cerita Baru.


Tentang seorang tiktokers cantik dari keluarga sederhana yang tengah viral. Ditawari menikah gimmick dengan seorang aktor yang sudah lama vakum dari dunia entertaint. Aktor tersebut berusaha mencari panggungnya kembali, di tengah gempuran bintang-bintang baru. Lantaran ia bangkrut sebagai pengusaha dan bercerai dari istrinya.


Dengan bahasa ringan sehari-hari seperti cerita Devyara pada umumnya. Yuk dijadikan favorit.

__ADS_1



__ADS_2