
Acara bulan madu Hanif telah usai. Kini ia dan istri barunya yang tengah hamil tersebut bersiap untuk pulang.
"Mas."
Susi gelendotan di bahu Hanif, ketika pakaian sudah selesai di packing. Hanif menyukai hal tersebut. Meski itu merupakan senjata klasik para pelakor.
Sebab menjadi pelakor itu hanya perlu modal gatal dan juga sok bermanja-manja. Maka disitulah para lelaki hidung belang akan merasa diri mereka dibutuhkan, merasa diri mereka adalah raja. Padahal hanya sekedar dikibuli.
Karena rata-rata pelakor itu manja bukan karena memang menyukai si laki-laki, tapi menyukai uang dan hartanya.
"Apa sayang?" tanya Hanif langsung menghadap dan memegang pipi wanita itu.
"Dedeknya pengen mobil Alphard." ucap Susi sambil mengelus perutnya yang berisi benih Hanif.
"Nanti di belikan ya sayang." jawab Hanif kemudian.
Wajah Susi mendadak sumringah.
"Beneran mas?" tanya nya tak percaya.
"Iya, buat kamu apa sih yang nggak." ujar Hanif lagi.
"Ah, aku sayang kamu."
Susi kembali manja dan memeluk Hanif, disitulah Hanif merasa dirinya adalah laki-laki paling tampan sejagat raya. Karena dipuja dan di agungkan oleh seorang perempuan muda seperti Susi.
The power of money dan si perempuan miskin yang tak punya harga diri serta malas bekerja keras, adalah perpaduan sempurna sekaligus paling basi yang pernah ada.
Sebab hal seperti itu telah banyak terjadi. Namun ada saja laki-laki bodoh yang mau diperalat. Terkena tipu muslihat dari kenikmatan yang sesaat.
***
Malam itu.
"Hai."
Sebuah notifikasi direct message Instagram milik Daniel masuk ke handphone Lea. Sebab ia masih membajak akun sosial media milik suaminya itu, tanpa sepengetahuan Daniel.
Seperti diketahui ia juga telah menonaktifkan pemberitahuan Instagram di handphone Daniel. Sehingga Daniel pun tak begitu tau jika ada direct message yang masuk. Saat ada notifikasi saja, ia malas untuk membukanya.
Kini Shela kembali mengirim pesan pada pria itu. Ia bermaksud menggoda Daniel, namun yang menerima masih Lea.
"Hai juga." balas Lea.
Sejatinya ia ingin membalas dengan kata "Hai juga, cantik." Supaya Shela merasa terbang di udara. Namun demi menjaga karakter Daniel yang cool, Lea hanya membalas seperti itu. Supaya tak terlalu curiga jika itu ketikan perempuan.
__ADS_1
"Apa kabar?" tanya Shela lagi.
"Baik." jawab Lea.
"Kamu?" balasnya kemudian.
"Aku juga baik, kangen pengen liat kamu lagi."
Shela makin berani. Lea bersyukur untung suaminya bukan model ikan patin seperti Hanif. Jika iya, sudah barang tentu ia akan meladeni perempuan seperti Shela.
"Nanti kita ketemu kapan-kapan ya." ucap Lea.
Shela begitu senang, sebab ia pikir ini adalah kemajuan yang baik untuk bisa segera mendapatkan Daniel.
"Oke, berkabar aja nanti." ucap Shela.
"Iya, nanti di kabari." balas Lea.
Shela terus mengrimkan pesan singkatnya di sana. Tak lama Daniel keluar dari kamar mandi dan Lea buru-buru meletakkan handphone.
"Le."
Daniel mendekat pada Lea, lalu menarik tubuh istrinya itu untuk menempel ditubuhnya.
"Aku udah bersih, sayang." bisiknya di telinga Lea. Namun disertai dengan lenguhan dan hembusan nafas yang hangat. Sehingga Lea merasakan sensasi geli di telinga dan juga lehernya.
"Hmmh."
Daniel kemudian mencium bibir perempuan itu dan Lea pun membalasnya. Mereka saling berpagut, dengan tangan yang saling meraba satu sama lain di area-area sensitif.
"Mas, hmmh."
Daniel mendorong Lea perlahan ke atas tempat tidur dan menindih perempuan itu. Mereka terus berciuman dan Daniel mulai melucuti helaian benang yang membalut tubuh mereka.
"Mas, hmmh."
Lea mengangkat-angkat pinggulnya ke atas. Ketika Daniel mulai menggesek-gesekkan serta memukul-mukulkan si junior ke miliknya yang telah basah. Daniel melakukan semua itu sambil menatap ekspresi wajah Lea yang tampak keenakan.
"Ssshhh, sayang."
Daniel juga merasa enak. Tak lama si junior melesak masuk dan Daniel mulai bergerak maju mundur. Erangan, racauan dan kata-kata nakal terdengar di ruangan tersebut.
Sementara di lain pihak Shela masih menunggu balasan lagi dari Daniel. Ia sangat percaya diri bahwa ia telah berhasil menggoda pria itu. Ia kini berkhayal bisa di tiduri oleh sang pujaan hati.
Padahal Daniel sama sekali tak tau siapa dirinya. Dan lagi pria itu saat ini tengah bercinta dengan istri yang paling ia sayangi.
__ADS_1
***
Esok hari.
Nadya hendak buru-buru menyeberang jalan, untuk kembali ke rumah sakit. Secara tiba-tiba sebuah mobil melaju dengan kencang ke arahnya.
"Haaaaa."
Ia berteriak ketika mobil itu nyaris menabrak. Namun kemudian seseorang menarik dirinya dan membuat ia hampir terjatuh ke bibir trotoar. Beruntung orang tersebut langsung memeluk tubuhnya dengan erat hingga ia tak jadi terjatuh.
Waktu pun membeku.
"Pak Richard?" Nadya menyadari siapa orang yang telah menyelamatkan nyawanya tersebut.
"Kalau di jalan seperti ini hati-hati, Nad. Disini itu kendaraannya rata-rata melaju dengan kecepatan tinggi. Lebih baik sabar menunggu jalanan agak sepi, baru menyeberang. Daripada terjadi hal-hal yang gudang diinginkan." ujar Richard seraya melepaskan pelukannya.
"Iya pak, maaf. Saya buru-buru pengen kembali ke kamar Arkana. Tadi dia pengen dibelikan donat yang ada di toko ini."
Nadya menunjuk toko donat yang ada di dekat mereka.
"Tapi ternyata habis, udah di borong sama seseorang katanya." lanjut Nadya lagi.
"Padahal Arkana pengen banget, dia nggak mau donat lain. Karena kemarin saya ada beli disini." tambah perempuan itu.
"Koq bisa pas ya?" tanya Richard.
"Tadi karena nggak bawa apa-apa buat Arka, aku mampir dulu kesini dan beli donatnya. Untung aku dapat." tukasnya lagi sambil tersenyum.
Nadya terkejut, ia tak tau mengapa ini begitu kebetulan.
"Kita liat Arka sekarang." tukas Richard.
Nadya mengangguk. Ia kemudian menyeberang bersama pria itu. Sementara di toko yang menjual donat tadi, Lita dan Putri membantu pekerjanya untuk mempacking semua donat yang telah di borong Richard.
Tak lama mereka membagikannya di pinggir jalan secara gratis. Sebelum itu kita yang pergi bersama Richard, diberitahu Putri. Jika Arkana sedang suka memakan donat didepan.
Sebelumnya lagi Richard ada menyuruh Lita untuk bertanya pada Putri, tentang apa yang hendak dimakan oleh Arkana saat ini.
Putri mendengar Arkana berbicara pada ibunya, bahwa ia ingin memakan donat yang sama seperti kemarin.
Nadya hendak membeli. Putri memberitahu Lita yang kebetulan sudah tiba di lobi parkir rumah sakit bersama Richard.
Kemudian mereka buru-buru mendahului Nadya, supaya donat itu menjadi hadiah istimewa dari Richard untuk Arkana. Jadilah kini Lita dan Putri ikut beramal secara tak sengaja.
"Yo semuanya, gratis, gratis." teriak mereka.
__ADS_1
Dan sampai saat ini telah banyak yang mendapatkan donat tersebut.