Menjadi Sugar Baby

Menjadi Sugar Baby
Ngidam Aneh


__ADS_3

Seorang gadis viral di media sosial, lantaran video pengakuannya yang menyatakan jika ia mengalami kekerasan fisik dan seksual. Kekerasan tersebut dilakukan oleh sugar daddy yang ke memeliharanya selama ini.


Ia juga menjelaskan kronologi, bagaimana ia sampai bisa bertemu dengan sugar daddy nya tersebut. Kasus ini kembali menyeret nama SB Agency.


Sontak saja publik dan berbagai pihak yang memang sudah mengikuti perkembangan kasus SB Agency dari awal pun, kini makin tersedot perhatian mereka. Netizen beramai-ramai sepakat untuk mengawal kasus ini, agar segera mendapat penanganan hukum lebih lanjut.


"@dwiwarna2 Usut tuntas itu agency, cari tau siapa aja yang terlibat di dalamnya. Pasti ada lagi yang lebih kuat, nggak mungkin cuma permainan satu orang doang."


Komentar demi komentar muncul di laman akun Instagram sebuah lembaga pemberdayaan dan perlindungan perempuan, yang kebetulan mengangkat kasus ini ke permukaan. Banyak dari netizen yang geram, karena di jaman sekarang makin banyak eksploitasi terhadap perempuan.


"@cantikasessilya Usut, nggak mungkin nggak ada bekingan yang kayak gini mah. Pasti orang-orang yang punya jabatan tuh, yang ada di balik perdagangan manusia kayak gitu.".


"@pritamayasari Pemiliknya harus segera di tangkap ini.


"@marvinandhika Kalau kasus kayak gini pasti lambat deh geraknya.


"@kiranakartika perasaan ini agency dari waktu itu deh masalahnya, belum ditindak juga itu pemiliknya. Kayak berbelit-belit banget, emang sesusah itu cari bukti?"


@Ginafarhana Kalau kasusnya mengenai kekerasan terhadap perempuan, baik fisik, seksual maupun verbal. Lama banget ditindak lanjuti. Coba kalau korbannya laki-laki, pelakunya perempuan. Pasti cepat di jadikan tersangka. Kayak kasus yang marahin laki, karena laki pulang mabok. Eh langsung jadi tersangka istrinya. Emang dasar hukum, selalu timpang.


Masih banyak lagi ratusan komentar yang lainnya. SB Agency kini menutup rapat kantor dan tidak ada seorangpun yang berani kesana. Baik para pengurus maupun karyawan, hanya berdiam diri di rumah masing-masing. Mereka takut di geruduk masa.


***


Sementara di lain pihak, Lea mulai memasuki fase kehamilan yang menyusahkan. Dimana kini ia lebih sering merengek pada Daniel, bahkan untuk hal kecil sekalipun.


"Mas pengen makan anggur Brazil." ujarnya di suatu siang, saat weekend tiba.


"Anggur Brazil?" Daniel mengerutkan kening.


"Iya, yang kayak gini."


Lea memperlihatkan foto anggur tersebut dari google.


"Itu nyarinya dimana Lea?"


Daniel benar-benar bingung, karena tak pernah melihat buah tersebut sebelumnya. Baik di toko buah maupun supermarket. Penampakan pohonnya di google pun, membuat bulu kuduk merinding. Pasalnya buah itu tumbuh di hampir seluruh bagian batang.

__ADS_1


"Pengen banget mas, udah di ujung lidah rasanya."


"Emang kamu pernah belinya dulu dimana?" tanya Daniel lagi.


"Di tukang buah keliling, udah lama banget waktu aku kecil." jawab Lea.


Daniel menghela nafas.


"Ya udah ntar aku coba cari ya." ujarnya lagi.


"Sedikit juga nggak apa-apa mas, pengen banget soalnya."


"Iya, nanti aku cariin."


Lea kemudian mencium pipi suaminya itu.


***


Beberapa saat berlalu.


"Belum, Le. Ini di semua online marketplace nggak ada." ujar Daniel seraya masih memperhatikan handphone.


Ia serius soal itu, sejak tadi ia berselancar dan mencari jualan buah tersebut di internet. Namun tidak ditemukan dimana pun, hanya ada yang menjual bibit.


"Nih cuma aja yang jual bibitnya doang." ujar Daniel lagi.


"Ya udah deh, nggak apa-apa mas kalau nggak ada."


Lea mengalah untuk keinginannya, karena merasa tak enak pada Daniel. Sementara Daniel sendiri kini jadi tak tega pada istrinya tersebut. Ia akan memenuhi segala yang diminta oleh Lea, asalkan itu permintaan yang lazim di dengar.


Andai saat ini Lea meminta dibelikan mobil mewah pun, Daniel akan membelikannya. Tapi masalahnya, ia meminta dibelikan buah yang tergolong langka. Tak banyak orang membudidayakan buah tersebut.


Lea kembali pada aktivitasnya, yakni membereskan rumah. Meski hamil ia tak pernah tinggal diam, padahal Daniel tak mengapa jika Lea ingin bermalas-malasan. Ia juga bisa mengerjakan semuanya sendiri. Namun Lea agaknya memang sengaja, agar dirinya terus bergerak.


Daniel kembali fokus pada pekerjaan, meski libur ia tetap bekerja dari rumah. Namun sesekali ia memperhatikan Lea. Dan saat ia melihat ke arah istrinya itu, rasa bersalahnya semakin meningkat.


"Suami macam apa, yang permintaan istrinya saja tak bisa ia penuhi?"

__ADS_1


Daniel berpikir seperti itu. Sedang kini Lea rela tubuhnya dijadikan tempat menampung anak mereka, membawanya setiap hari dalam perutnya.


Daniel kemudian beranjak dan mengambil kunci mobil di atas. Lalu ia berpamitan pada Lea.


"Mas mau kemana?" tanya Lea heran.


"Kamu tunggu aja, aku akan kembali dalam waktu dekat." ujarnya.


Daniel lalu menghilang di balik pintu lift.


Ia menyusuri jalan demi jalan, mencari kalau-kalau ada pedagang buah yang menjual anggur tersebut. Ada tampak dari kejauhan, Daniel melihatnya sama persis. Namun ketika didekati, buah anggurnya berbeda.


Ia beralih ke penjual buah yang lain, bahkan sampai supermarket-supermarket khusus menjual buah dan sayur pun ia datangi. Namun tak ada yang menjual anggur tersebut.


Ia bertanya pada orang terdekatnya, Ellio dan juga Richard. Mereka juga sama tidak tahu, dimana tempat agar bisa mendapatkan buah itu. Daniel ingin pulang, namun ingat ekspresi wajah Lea saat berkata padanya.


"Ya udah deh, nggak apa-apa mas kalau nggak ada."


Hati Daniel kembali merasa kasihan. Ia diam sejenak di mobil, sampai kemudian muncul ide di benaknya. Pria itu mengambil handphone dan menulis di laman sosial media Twitter miliknya.


"Siapa yang bisa kasih info dimana beli anggur Brazil, gue kasih 2 juta. Serius, bini gue lagi ngidam."


Daniel memposting twitt tersebut berikut gambar pohon anggur Brazil yang ia comot dari google. Dalam sekejap twitt itu menjadi trending topik dan membuat heboh. Ia mendapat banyak retwitt dari pengguna lainnya.


Namun dari sekian banyak balasan tersebut, ada satu yang mencuri perhatian. Orang tersebut mengatakan jika ia memiliki tanaman anggur Brazil di halaman belakang rumahnya dan tengah berbuah.


Daniel pun langsung mengontak orang yang bersangkutan. Tak menunggu waktu lama, ia segera meluncur. Sebab ternyata lokasi rumah orang itu masih di kota yang sama.


Sesuai janji, Daniel memberikan uang sebesar dua juta rupiah pada orang tersebut, untuk 1kg anggur yang ia dapat. Meski awalnya menolak di bayar, namun Daniel memaksa dengan alasan jika ia sudah berjanji.


Ketika hari telah senja, Daniel pulang. Ia tersenyum pada Lea sambil memperlihatkan buah yang ia bawa.


"Mas, dapat dari mana?" tanya Lea kaget sekaligus tak percaya.


"Ada deh." jawab Daniel.


"Makasih, mas." Lea lalu memeluk dan mencium suaminya itu.

__ADS_1


__ADS_2