
Sore hari.
Daniel pulang dan langsung menghampiri Lea yang tengah sibuk menyiapkan makanan di meja makan.
"Le."
Daniel mendekat lalu mencium kening Lea. Lea memeluk suaminya itu barang sejenak.
"Mas, nanti aku jadi ya ke ulang tahunnya Rama." ujar Lea.
"Ya udah, pergi aja." jawab Daniel.
"Mas mau makan sekarang?"
"Iya, aku ganti baju dulu tapi." ujar Daniel.
"Ya udah ganti gih sana!"
"Oke."
"Oh ya Darriel tidur?" tanya Daniel.
"Tau, iya kali. Tadi sih masih main-main di kamarnya." jawab Lea.
Maka Daniel menilik sejenak kedalam kamar Darriel. Ternyata Darriel menang tertidur seperti dugaannya. Kemudian pria itu beralih ke lantai atas dan mengganti pakaian. Tak lama ia kembali turun dan menghampiri Lea yang telah duduk di meja makan.
"Masak apa kamu, Le?" tanya Daniel seraya menarik kursi kemudian duduk di hadapan sang istri.
"Nih, ada cah kangkung tauco, sambal udang sama telor goreng keriting." ujar Lea.
"Waw, kebetulan banget ini. Tadi aku di kantor kepikiran buat makan kangkung." ujar Daniel.
"Kayaknya ini doa kamu deh."
Lea berkata seraya menyendokkan nasi ke piring suaminya itu.
"Segini cukup?" tanya nya kemudian.
"Iya, cukup." jawab Daniel.
"Ntar aku tambah lagi aja." lanjut pria itu.
Maka Daniel lalu mengambil lauk, begitu juga dengan Lea. Tak lama berselang mereka pun sudah terlihat makan bersama-sama.
"Nanti kamu pergi sama siapa?" tanya Daniel di sela-sela makan.
"Sama Adisty paling."
"Semuanya datang?" tanya Daniel lagi.
"Kayaknya sih, iya." jawab Lea.
Daniel menganggukkan kepala dan kembali menyuap nasi.
__ADS_1
"Sambel udangnya agak asin ya mas?" Lea baru menyadari hal tersebut.
"Iya, tapi tetap enak koq. Kalau dicampur nasi nggak berasa." jawab Daniel.
"Tadi pas aku masak ini, Darriel ada ngamuk. Mungkin kesel diambil dari tempat ayah. Dia kan demen banget disana, banyak mbak-mbak yang jagain dia." ujar Lea.
"Dia ngamuk gimana?" tanya Daniel.
"Ya ngamuk. Benar-benar jidatnya berkerut, ngoceh nggak jelas terus nangis. Pas banget aku lagi mau ngatur rasa masakan, dia nangis. Ya udah jadi ya begini nih, kacau rasanya." ujar Lea lagi.
"Nggak kacau-kacau banget koq, ini enak. Micinnya sangat terasa." tukas Daniel sambil tertawa. Lea pun jadi ikut-ikutan tertawa dibuatnya
***
Malam itu sesuai janji, Lea dan teman-teman sekelasnya menyambangi kediaman Rama. Vita dan Nina sejatinya juga diundang. Karena berkat Lea, mereka jadi berteman dengan beberapa teman sekelas Lea.
Namun Vita dan Nina tak bisa hadir lantaran tengah ada urusan mendadak. Maka dari itu yang datang adalah teman-teman sekelas Lea. Beberapa diantara mereka mengajak teman lain atau pasangan yang bahkan tidak satu kampus dengan mereka.
"Happy birthday to you."
"Happy birthday to you."
Seperti biasa urutan acara klasik dalam perayaan ulang tahun pun digelar. Lengkap dengan lagu yang sejatinya itu lagi dan itu lagi.
Tetapi semua senang dan bergembira. Mereka semua mengucapkan selamat pada Rama dan memanjatkan doa-doa untuk remaja itu.
"Ram, semoga panjang anu." seloroh Iqbal diikuti tawa seisi ruangan.
"Semoga Rama kagak suka kencing di celana lagi kalau kebelet." Dani menambahi.
"Bangsat." ujarnya kemudian.
"Semoga Rama panjang umur." ujar Iqbal lagi. Dan para undangan pun serentak menjawab.
"Aamiin."
Acara pun berlangsung penuh keseruan. Para undangan berfoto-foto dan membuat insta story dengan si empunya acara. Ada pula yang mengambil gambar suasana sekitar, dan langsung meng-uploadnya di laman media sosial.
Ada yang berdiri sambil menikmati musik. Ada yang berbicara, tapi ada juga yang makan serta minum di dekat meja prasmanan.
Lea sendiri memilih berbincang bersama Adisty dan Ariana, sambil menikmati puding di suatu sudut.
"Pudingnya enak." ujar Ariana.
"Iya, gue suka." Lea menyetujui hal tersebut.
"Ntar acara ulang tahun gue, mau kayak gini juga ah." ujar Adisty.
"Eh iya, lo dua bulan lagi kan ya?" tanya Lea.
"Iya." jawab Adisty seraya tersenyum.
"Hmm, duit lagi, hadiah lagi nih."
__ADS_1
Ariana berseloroh. Ketiga sahabat itu kemudian tertawa-tawa. Mereka lanjut mengambil potongan buah dan memakannya di tempat yang sama.
"Le, Le, Le."
Adisty tiba-tiba menyikut Lea dan memberi kode untuk melihat ke suatu arah. Lea dan Ariana tentu saja langsung mengikuti arah pandangan mata Adisty.
Dan betapa terkejutnya Lea, ketika mendapati Shela yang datang dengan salah satu teman sekelasnya.
"Bro."
Temen sekelas Lea yang bernama Al tersebut mendekati Rama.
"Hey, bro." jawab Rama.
"Selamat ya, semoga panjang umur." ucap Al.
"Thank you, bro." balas Rama sambil tersenyum.
"Oh iya, bro. Kenalin ini temen gue, Shela."
Al memperkenalkan Shela pada Rama. Sementara Lea dan teman-temannya terus melihat ke arah sana.
"Temen apa demen nih?" Rama bercanda.
Al tertawa lalu memukul bahu remaja itu.
"Temen, beneran." jawab Al.
Rama tertawa, sementara Shela tampak tersipu malu-malu. Namun kemudian semua itu berakhir, senyumnya mendadak kecut tatkala tanpa sengaja ia menatap ke arah Lea dan teman-temannya.
Agaknya Shela juga tak menyangka jika ia akan bertemu Lea malam itu. Al yang tak begitu akrab baik dengan Lea maupun kedua temannya itu pun, kemudian melintas sambil membawa Shela. Setelah sempat menyudahi percakapan dengan Rama dan Rama menyuruh mereka untuk menikmati hidangan.
Lea dan kedua temannya tetap berani menatap Shela, sementara yang di tatap berjalan dengan angkuh.
"Dih, situ ok?" celetuk Ariana.
Al tak menyadari jika ucapan tersebut ditujukan untuk perempuan yang ia bawa. Namun Shela merasa dan memberikan lirikan tajam pada Lea dan juga teman-temannya.
"Dih, makin-makin tuh si ayam." seloroh Adisty.
Lea dan Ariana kini terbahak-bahak.
"Sok banget anjay." ujar Lea kemudian.
"Lagian kenapa sih si Al pake acara bawa tuh kuntilanak segala?" Ariana melontarkan pertanyaan.
"Mungkin emang temennya kali." ujar Lea.
"Tapi dia nggak tau kalau temannya itu lagi flirting ke laki orang." lanjutnya lagi.
"Gayanya ya ampun, kayak penyanyi orkes ya bund." ucap Ariana.
"Hus, gelandangan Korea." Adisty menimpali.
__ADS_1
Maka Lea dan kedua temannya benar-benar makin tertawa geli.