
"Anak lele."
Lea berujar ketika acara bebas telah dimulai. Dimana hadirin terserah jika ingin berfoto, menyumbang lagu, atau lanjut makan. Lea dan Daniel menginginkan foto bersama Darriel. Maka dari itu Marsha menyerahkan bayi tersebut pada ayah dan ibunya.
"Anak lele."
Lea mengulangi perkataannya seraya menyambut dan menggendong Darriel. Tampak wajah Darriel dari yang biasa dan datar menjadi ingin menangis.
"Le, jahil banget kamu."
Daniel berujar sambil menarik nafas, sementara Lea terkekeh.
"Anak paus." ujar Lea.
Darriel tak jadi menangis, apalagi setelah ia melihat Daniel yang coba tersenyum kepadanya. Mereka pun lalu berfoto bertiga, ada yang diambil oleh fotografer profesional. Ada juga yang menggunakan kamera handphone. Itu diambil gambarnya oleh Ellio dan juga Marsha.
"Kemudian mereka berfoto bersama Richard, dengan Ellio dan Marsha sendiri. Serta bersama ibu Lea dan juga teman-teman dekat. Di beberapa foto Darriel tampak tersenyum bahkan tertawa.
Sementara di foto lain kembali datar bahkan julid, terutama pada orang yang ia anggap terlalu heboh serta berisik di sekitar telinganya.
"Le, bikin insta story dong." pinta Iqbal.
"Ayo!" jawab Lea.
Tak lama mereka pun membuat insta story' berdua. Lalu bersama Daniel dan juga teman-teman kuliah Lea yang lain. Darriel sendiri sudah digendong oleh Richard. Pria itu kini tampak mengobrol dengan ibu Lea sambil makan dessert pula.
Di lain sudut, Arsen dan kedua temannya mengambil segelas wine yang dibawa oleh pramusaji. Ia mencoba minum, namun tanpa sengaja bertemu muka dengan Reynald yang saat itu tengah menatapnya.
Sontak ia meletakkan kembali gelas itu di nampan pramusaji. Hal tersebut membuat teman-temannya kaget sekaligus menyadari, jika Arsen tengah di awasi sang ayah. Maka mereka pun menertawai Arsen.
Karyawan Daniel dan karyawan Ellio tampak berdamai hari itu. Sejatinya mereka sudah agak sedikit mereda pasca menikahnya Ellio dengan Marsha tempo lalu. Namun sejak saat itu masih ada beberapa yang saling menatap dengan sinis, dan hari ini tidak lagi.
***
"Le, kamu bahagia kan hari ini?"
Daniel bertanya pada Lea ketika acara telah selesai dan mereka kini berada di kamar resort. Mereka hanya berdua saja. Sebab Darriel dibawa pulang oleh Richard.
"Iya mas, aku bahagia. Makasih banyak ya." ucap Lea.
"Makasih doang?" tanya Daniel seraya mendekat dan menatap penuh maksud ke mata perempuan itu.
"Emangnya mas mau pamrih yang kayak gimana?" tanya Lea.
Daniel terus menatap sang istri. Kemudian secara perlahan ia mencium bibir perempuan itu sambil memegang pinggangnya.
"Ini malam pertama kita sayang." ujarnya dengan nada serius.
__ADS_1
Jantung Lea langsung berdetak kencang mendengar hal tersebut. Bukan karena ia takut atau tak mau melakukannya. Tapi lebih kepada gugup, seolah memang ini adalah malam pertama bagi keduanya.
"Aku mau hak aku sebagai suami." ucap Daniel lagi.
Maka Lea pun pasrah ketika Daniel mulai melakukan aksi nakalnya. Mula-mula Daniel meremas dua bukit kembar milik Lea, dengan terus mencium bibir perempuan itu.
Kemudian kecupannya beralih ke bagian leher, lalu di bagian bukit kembar itu sendiri. Sehingga membuat Lea begitu melayang dan tanpa sadar ia menyentuh bagian sensitif dari suaminya yang sudah mengeras sejak tadi.
"Mas, hmmh, kamu tegang mas." ucap Lea di sela-sela ciuman yang masih berjalan. Tangannya sudah menurunkan resleting dan mengeluarkan milik Daniel.
"Iya sayang ini buat kamu. Kamu akan jadi istri aku seutuhnya malam ini. Kamu juga akan hamil setelahnya."
Perasaan penuh debar kian terasa di dada mereka berdua. Berbarengan dengan gairah yang mulai menjadi-jadi. Daniel mengambil posisi dan menyibak gaun pengantin yang masih dipakai oleh Lea.
Ia memulai lagi aksinya dengan memberikan sentuhan disana sini. Sampai kemudian mereka bercinta dengan masih menggunakan baju pernikahan. Ruangan resort sangat dingin sehingga hal tersebut tak jadi masalah. Meski ujungnya mereka tetap banjir keringat.
***
Di lain pihak, Ellio yang telah kembali ke rumah kini berusaha mengimbangi Marsha yang tampak begitu bergairah mencium bibirnya.
Ellio masih slow, namun ia tau Marsha tengah dikuasai oleh hormon kehamilan. Sehingga gairah perempuan itu seakan hendak meledak-ledak.
"Pak, hmmh."
Marsha mengeluarkan suara mirip de-sah, Ellio memberikan ciuman terbaiknya, lalu menurunkan bagian depan dress Marsha. Hingga dadanya terpampang nyata di hadapan Ellio.
Sampai kemudian sentuhan-sentuhan yang diberikan Marsha memaksa dirinya untuk mendominasi permainan. Sebab ia pun akhirnya berada di puncak gairah yang begitu menggebu-gebu.
Mereka melakukan hal tersebut untuk pertama kali setelah menikah.
***
Beberapa saat berlalu.
"Aaaaaaah maaaas."
Lea berteriak panjang seiring dengan suara erangan nikmat yang keluar dari bibir Daniel. Mereka telah mencapai puncaknya dan kini keduanya pun sama-sama terhempas.
Mereka saling memeluk satu sama lain dengan nafas yang tersengal-sengal. Daniel mencium bibir Lea dan begitupun sebaliknya.
"Darriel nangis nggak ya mas, kira-kira?"
Lea bertanya pada Daniel ketika mereka telah reda dan nafas mereka kembali teratur.
"Kayaknya nggak deh, Le. Soalnya Richard nggak ada ngabarin." ujar Daniel.
"Iya sih, ya semoga aja anak lele nggak nangis."
__ADS_1
Daniel tertawa.
"Dia kenapa ya, kalau denger kata anak lele langsung meleyot bibirnya." tanya pria itu.
"Nggak tau, mungkin di pikiran dia itu bikin nggak nyaman kali." ucap Lea.
"Lagian kamu sih, pake acara di nyanyiin segala waktu itu. Jadi ketakutan kan dia." tukas Daniel.
Lea agak sedikit terkekeh.
"Abis lucu mas." ujarnya kemudian.
"Kalau dekat Darriel tuh bawaannya pengen jahil aja." lanjut perempuan itu.
Daniel tersenyum.
"Dia itu mukanya bikin gemes, ganteng kayak aku." selorohnya.
"Ya emang sih." tukas Lea.
"Tapi koq kesel ya mas, dengernya?" lanjut perempuan itu lagi.
Daniel makin terkekeh.
"Namanya juga usaha, Le." ucapnya.
Lalu mereka pun saling menatap dan tertawa satu sama lain.
***
Sementara si kediaman Ellio akhirnya mereka pun selesai bercinta. Setelah cukup lama saling memberikan kenikmatan.
"Perut kamu sakit nggak?" tanya Ellio.
Ia dihantui ketakutan, sebab tadi ia keluar di dalam. Ia baru ingat Marsha tengah hamil muda dan khawatir akan mengalami keguguran akibat hal tersebut.
"Nggak koq pak, baik-baik aja." jawab Marsha.
Ellio menarik nafas lega.
"Syukur deh kalau gitu. Tapi nanti kalau ada apa-apa cepat kasih tau aku ya." ujarnya kemudian.
"Iya pak, pasti." jawab Marsha sambil tersenyum.
"Tapi tadi kamu suka kan?"
Lagi-lagi Ellio bertanya dan Marsha pun hanya mengangguk sambil tersenyum. Dengan pipi yang bersemu merah tentunya.
__ADS_1