Menjadi Sugar Baby

Menjadi Sugar Baby
Pesta Kecil


__ADS_3

Shela tengah berada di awang-awang. Ia terus mengingat pertemuannya hari itu dengan Daniel.


Ia jumawa lantaran saat itu Daniel memperlakukannya dengan sangat baik. Ia mengira Daniel memiliki ketertarikan terhadap dirinya.


Padahal, Daniel hanya menganggap Shela sebagai remaja atau bocil yang usianya tak jauh dari Lea. Ia memandang Shela seperti memandang teman-teman Lea pada umumnya.


Saat itu di hari pertemuan, Daniel menawari perempuan itu untuk minum sesuatu. Maka Shela pun tak melewatkan kesempatan. Ia memesan minum, dan Daniel yang membayarnya.


Daniel juga bertanya apakah ia mau makan atau tidak. Shela menjawab tidak, dan mereka kemudian mengobrol untuk beberapa saat.


***


"Nah, kan cakep."


Lea memperhatikan Darriel yang kini telah rapi dengan setelan tuxedo. Tak lama Daniel pun turun dan ia juga telah siap dengan jas warna hitamnya.


"Tuh papa." ucap Lea seraya memperhatikan Daniel.


"Halo sayang."


Daniel mendekat lalu mencium Darriel yang berada dalam gendongan sang istri. Kemudian ia pun memperhatikan penampilan Lea.


"Mama cantik hari ini." ujarnya.


Lea agak tersipu malu, sebab sudah cukup lama dirinya tak mendengar pujian semacam itu.


"Kita jalan sekarang yuk!" ajak Lea.


"Oke." jawab Daniel.


Mereka pun lalu bergegas.


Sementara di lain pihak, Richard tengah mematut diri di depan kaca. Pria tampan itu berdiri dengan wajah yang seakan kehilangan gairah.


Hari ini adalah hari dimana ibu Lea akan menikah kembali dengan mantan suaminya, yakni ayah Leo. Bukan karena Richard cemburu, melainkan ia tak bisa pergi bersama Nadya.


Sebab Daniel pun akan curiga bila ia pergi dengan wanita itu. Jika ia mengundang Hanif untuk supaya bisa pria itu mengajak Nadya, Daniel mungkin akan lebih curiga lagi. Sebab Hanif tak ada hubungan sama sekali dengan acara ini.


Hanif tak mengenal ibu Lea dan akan terasa aneh bila ia ada disana. Masih lebih mudah jika yang mengadakan pesta adalah Daniel, Ellio, maupun dirinya sendiri.


"Pak, itu pak Ellio sudah datang." ujar seorang asisten rumah tangga dari muka pintu kamar.


Richard bergerak, lalu keluar. Tak lama kemudian ia menemui Ellio di ruang tamu.


"Berangkat sekarang, bro." tanya Ellio padanya.


Richard mengangguk, kemudian mereka menuju mobil masing-masing. Richard meminta Ellio datang hanya karena ia ingin pergi bersama-sama.


"Marsha nggak ikut?" tanya Richard.


"Ikut, tuh di mobil." jawab Ellio.


"Oh."

__ADS_1


Mereka kemudian masuk ke dalam mobil masing-masing dan bergerak meninggalkan rumah.


***


Lea dan Daniel tiba di lokasi lebih awal. Tampak undangan sudah ada yang hadir meski baru sedikit. Pihak wedding organizer pun baru rampung membereskan dekorasi yang tadi sempat sedikit bermasalah.


Semuanya sudah lengkap, ketering pun telah siap. Lea dan dan Daniel memilih menunggu di tempat yang telah di sediakan.


"Hmmph."


Tiba-tiba Darriel seperti hendak pup.


"Yah Delil, udah ganteng juga. Bukannya tadi di rumah." ucap Lea


Daniel tertawa, begitupula dengan Darriel. Bayi itu masih saja meneruskan keinginannya.


"Hmmph."


"Ya udah e'ek dulu. Nanti kita ganti di mobil." ujar Lea lagi.


"Heheee."


"Hehe, hehe. Busuk tau nggak kamu." ucap Lea.


"Heheee."


Beberapa saat berlalu, mereka berdua kembali ke mobil untuk mengganti popok Darriel. Tak lama Darriel pun diberi ASI. Daniel menggendong anak itu, sementara Lea masuk ke ruang makeup dan menemui ibunya.


"Lea mana?" tanya Marsha pada Daniel.


"Di ruang makeup. Mau kesana?" Daniel balik bertanya.


Marsha mengangguk, Daniel lalu menyerahkan Darriel pada sang mertua. Richard pun kemudian menerima dan menggendong cucunya tersebut. Tak lama Daniel segera mengantar Marsha menemui Lea.


Waktu demi waktu mulai merayap. Penghulu hadir, begitupula dengan undangan yang lainnya. Richard duduk di tempat, masih menggendong Darriel. Dan secara serta merta matanya kini tertuju ke arah pintu masuk.


Richard masih tak percaya saat dirinya melihat Nadya datang bersama Putri dan juga Arkana. Daniel sendiri tampak bingung melihat hal tersebut.


"Pak." tiba-tiba Lita bersuara.


Asisten rumah tangga Richard tersebut di daulat untuk ikut, supaya bisa mengasuh Darriel sesekali.


"Koq kamu disini?" tanya Richard heran.


"Mbak Lea minta tolong buat bantu jaga Darriel sesekali." ujarnya.


"Berhubung saya nggak punya temen ngobrol, saya ajak Putri. Tapi majikannya mau ikut, boleh kan pak?"


"Oh, iya." ujar Richard.


Daniel baru mengetahui perkara tersebut. Bahwa asisten rumah tangga Richard mengenal asisten rumah tangga Hanif dan istrinya.


Maka alasan kali ini tepat dan Daniel terlihat tak masalah. Karena ibu Lea yang punya hajat juga tampaknya tak masalah mengenai hal tersebut. Ia malah senang melihat banyaknya orang yang hadir.

__ADS_1


Pernikahan kembali itu pun akhirnya dilangsungkan. Tampak anak-anak tak terkecuali Lea dan Leo mendampingi prosesi hingga selesai.


Orang tua Richard juga hadir di tempat itu. Karena biar bagaimanapun ibu Lea adalah ibu dari cucu mereka.


Richard mencuri-curi pandang terhadap Nadya. Sementara Nadya kadang melihat ke arahnya sesekali sambil tersenyum.


Saat acara makan-makan, Lita menggendong Darriel. Nadya dan Putri lalu mendekat. Nadya kembali menggendong cucu dari pria yang menyukai dirinya tersebut.


Richard jadi punya alasan untuk ikut mendekat pula. Ia melihat Darriel sekaligus bisa berbicara pada si pengasuh dadakan.


"Hai, om." sapa Arkana pada Richard.


"Hai, gimana keadaan kamu sekarang." tanya Richard.


"Baik, om. Tapi mending Arka sakit lagi aja."


"Loh koq ngomong gitu?"


Richard dan Nadya bertanya di waktu yang nyaris bersamaan.


"Iya, biar om Richard bisa main terus sama Arka."


Richard tertawa, Sementara Nadya hanya tersenyum sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.


"Nanti kapan-kapan, om main ke tempat Arka." ujar Richard.


"Beneran, om?" Arkana terlihat sumringah.


"Iya sayang." ujar Richard sekali lagi.


"Arka ayo kita makan." ujar Putri.


Arka pun mengangguk, lalu mereka mendekat ke meja prasmanan.


"Kalau kamu mau makan, buat Darriel aku yang gendong." ujar Richard.


Nadya hendak memberikan Darriel. Namun Darriel menolak dengan mengeraskan dirinya. Nadya pun tertawa.


"Ya sudah, nanti aja pak. Biar dia saya gendong dulu." ujarnya.


Dari kejauhan Lea melihat hal tersebut. Ia kemudian beranjak.


"Mau kemana, Le?" tanya Daniel.


"Noh, anak kamu udah mendarat aja ke gendongan orang." ujar Lea.


"Lah tadi bukannya do gendong mbak Lita." ujar Daniel.


"Namanya juga Darriel. Mungkin dia yang mau ikut." ucap Lea lagi.


Lea tau Nadya sudah familiar dengan Darriel, tapi tidak dengan Daniel. Akhirnya pasangan suami-istri itu pun mendekat ke arah sana.


Daniel ada sempat menanyakan Hanif pada Nadya. Nadya bilang suaminya itu tengah sibuk. Lea mengambil Darriel, kemudian Richard mengajak Nadya untuk makan.

__ADS_1


__ADS_2