
Daniel, Richard, dan Ellio masuk ke dalam lift. Mereka hendak menuju ke roof top yang menjadi tempat acara resepsi berlangsung.
Ketika lift tiba dilantai paling atas, mereka keluar. Lalu lanjut naik tangga, sebab lift tak sampai ke atas sana.
Pintu dibuka, Daniel, Richard, dan Ellio tiba di roof top tersebut. Banyak pasang mata yang menoleh, terutama perempuan dan para bridesmaids centil yang sampai saat ini masih berada di suatu sudut.
"Njir ganteng banget, njir."
Salah satu dari bridesmaids langsung bereaksi dengan noraknya. Seperti tak pernah melihat laki-laki tampan sebelumnya.
"Iya njir, ganteng banget." timpal yang lainnya lagi.
Daniel, Richard, dan Ellio dipanggil dan didekati oleh beberapa teman yang mereka kenal. Teman-teman mereka itu kebetulan juga diundang oleh Hanif.
"Hai, bro. Apa kabar?"
Mereka saling berjabat tangan, lalu mengobrol di sebuah spot. Pelayan lalu lalang membawakan minuman.
"Nggak ada wine ya, bro?" tanya Ellio ketika ia. telah mengambil minuman.
"Nggak mungkin si Hanif nyediain begituan. Mau di damprat sama keluarganya" ujar Daniel.
"Kan dulu udah pernah ke nikahan dia." tukas Richard.
"Gue kagak ikut yang itu." ujar Ellio.
"Kan gue masih di luar negri, ngurusin urusannya Daniel." lanjutnya kemudian.
"Oh iya." tukas Richard.
Memang ada pernah, saat Hanif melangsungkan pernikahan keduanya. Daniel mendaulat Ellio untuk menyelesaikan urusannya di luar negri.
Karena pada saat itu Daniel tengah habis patah kaki, akibat pecicilan naik motor bersama Richard dan akhirnya mengalami kecelakaan.
"Party minumnya sirup, kagak seru." ujar Ellio.
"Bini lagi hamil juga lo. Inget dikit napa." ujar Daniel.
Ellio memasang wajah sewot.
__ADS_1
"Sekedar mengingatkan, kayak netijen." lanjut Daniel lagi. Mereka semua pun tertawa-tawa.
"Duh ketawanya aja ganteng banget."
Para bridesmaids alias teman- teman Susi kembali membicarakan perihal Daniel, Richard dan juga Ellio.
Meski banyak pengusaha lain yang sebelumnya telah mereka incar, namun belum ada yang menyaingi paras good looking ketiga orang itu.
"Ini nih yang wajib di perjuangkan, biar dapat laki kaya sekaligus ganteng. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui." ujar salah seorang dari mereka.
Daniel tanpa sengaja menoleh, mereka semua langsung ketar-ketir.
"Eh, tapi itu kayaknya yang viral tempo hari deh. Yang kata menikahi sugar baby." ujar salah seorang dari bridesmaids itu lagi.
"Iya, tapi kan masalahnya udah kelar." celetuk yang lainnya.
"Lagipula emang lo pada nggak mau sama yang ganteng gitu, berduit pula ya kan." lanjutnya lagi.
"Masalah bininya?" tanya salah seorang dari mereka.
"Hempaskan aja say. Kalau bininya mau sok lebih tinggi dari kita, dia aja sugar baby. Apa bedanya sama kita."
"Iya juga sih."
Dengan penuh sumringah Hanif yang berusia 42 tahun menggandeng Susi yang masih 19 tahun. Susi yang wajahnya mirip seperti cabe-cabean tik tok itu pun tersenyum, seolah penuh kemenangan.
Dengan tampilan yang diubah menjadi seperti wanita baik-baik, tapi perut membuncit lima bulan. Hasil menanam saham duluan dan berbohong pada keluarga jika telah menikah dibawah tangan.
Daniel, Richard, serta Ellio pun sadar bahwa mereka juga tak suci. Ellio juga menghamili Marsha terlebih dahulu sebelum akhirnya dinikahi.
Tetapi Ellio tak berbohong sudah menikahi Marsha di bawah tangan, hanya untuk menutupi kebusukan.
Salah ya salah, akui saja. Tak perlu sampai berbohong di sana sini, demi sebuah nama baik. Begitulah prinsip hidup yang dipegang Ellio.
Ketiga pria itu dan para undangan lainnya terus memperhatikan. Hanif melangkah menuju pelaminan.
Richard mendadak tertegun. Dibelakang kedua mempelai, tepat di belakang bridesmaids yang kecentilan. Ia melihat kembali sosok Nadya. Istri pertama Hanif yang cantiknya luar biasa.
Nadya begitu ia kerap disapa, kembali tertunduk dalam diam sambil berjalan. Persis ketika beberapa tahun lalu Hanif menikahi Yayah Komariah, istri keduanya yang merupakan seorang janda beranak satu. Dengan alasan memuliakan dan menafkahi janda tersebut.
__ADS_1
Padahal semua teman pengusaha tau, sebelum itu Hanif memang berselingkuh dengan si janda. Bahkan sebelum si Janda bercerai dari suaminya.
Hanif sering mengumbar-umbar aibnya sendiri di depan Daniel dan teman-temannya yang lain. Entahlah mungkin ingin dikira hebat atau super power atau apapun itu.
Yang jelas pihak Daniel dan teman-temannya hanya mendengarkan kemudian julid bersama.
"Nadya cantik banget ya." ujar Ellio.
Tak ada yang menanggapi ucapannya, sampai kemudian Daniel mengikut Ellio dan menunjuk Richard dengan menggunakan alis. yang bergerak-gerak. Ellio menoleh pada Richard, tampak Richard terus tertegun menatap Nadya istri tua Hanif.
"Bilangin Lea, kalau mau nulis novel online bisa nih." bisik Ellio pada Daniel seraya menyinggung Richard sambil tersenyum.
"Apaan judulnya?" tanya Daniel.
"Istri yang tersakiti dan CEO Bujang Lapuk."
"Hahahaha."
Daniel mendadak pecah tawanya. Namun kemudian ia buru-buru menutup mulut. Karena takut dikira menertawai Hanif dan juga istri barunya yang mirip cabe-cabean tik tok tersebut.
Hanif duduk di pelaminan bersama Susi, si pelakor yang munggah jadi nyonya. Disebelah kanannya ada Nadya yang menurut penilaian Richard terlalu lugu dan lemah. Tak punya power untuk melawan.
Sementara di sebelah kiri tepatnya di samping Susi, ada istri kedua Hanif yang memasang wajah kecewa berat. Padahal jika ia sadar itu hanyalah karma. Ia merebut, kini direbut.
***
Sementara itu Lea bersama Darriel telah siap. Dengan dress bak princess ia masuk ke dalam mobil. Setelah memasukkan Darriel terlebih dahulu ke dalam car seat.
Sebelumnya Marsha mengatakan pada Lea untuk memakai dress terbaiknya. Agar si pengantin pelakor merasa tersaingi.
Awalnya Lea merasa agak tidak enak. Sebab menghadiri kondangan dengan kita lebih cantik dari pengantin itu adalah suatu bentuk ketidak sopanan.
"Nggak apa-apa kali, Le. Kagak kenal juga kita sama istrinya si Hanif." ujar Marsha.
"Biar merah tuh muka si pelakornya, kalah cakep sama kita." lanjutnya lagi.
"Iya juga ya, ide bagus tuh." ujar Lea.
Mereka pun sepakat. Lea akhirnya menggunakan dress princess-nya yang mahal dan mewah. Ia yakin kalau dirinya mampu menyaingi kehebohan pengantin hari itu.
__ADS_1
Sama halnya dengan Lea, Marsha pun menggunakan dress yang gak kalah bling-blingnya. Meski ia tengah hamil, namun itu justru membuatnya menjadi semakin glowing.
Mereka berangkat menuju ke lokasi. Sementara Daniel, Richard, dan Ellio belum mengetahui perkara tersebut sampai detik ini.