
"Hahahaha."
"Hahahaha."
Ellio terpingkal-pingkal saat Daniel bercerita. Mengenai Darriel yang diganti dengan biawak oleh Richard. Daniel sendiri mendapat cerita dari para asisten rumah tangga mengenai hal tersebut.
Kini mereka tengah berada di kediaman Richard. Daniel tampak tengah menggendong Darriel sedang Lea pergi ke kampus bersama Arsen.
"Richard sampe segitunya?" tanya Ellio.
"Iya, sampe segitunya." ujar Daniel.
Tak lama seorang asisten rumah tangga melintas. Richard saat ini masih berada di atas, karena melakukan zoom meeting dengan orang kantor.
"Ti, Ti. Kanti."
Daniel memanggil asisten rumah tangga tersebut.
"Iya pak." jawab Kanti seraya menghentikan langkah.
"Bener kan Richard masukin biawak ke box bayi Darriel?"
Asisten rumah tangga tersebut menahan tawa namun gagal.
"Saya masih punya rekamannya pak." ujar perempuan itu.
Ia mengeluarkan handphone dan menunjukan sebuah rekaman pada Daniel dan juga Ellio. Tampak Hartono tengah berdiam diri di box bayi milik Darriel.
Sontak keduanya pun tertawa terbahak-bahak.
"Terus bapak dengan pedenya lagi ngomong sambil marah dan takut. Dia bilang "Kenapa cucu saya berubah jadi biawak." lanjut asisten rumah tangga itu lagi.
Daniel dan Ellio pun makin tak bisa menghentikan tawa.
"Udah ah pak, saya mau ke dapur dulu." ujar asisten rumah tangga tersebut. Sementara Daniel dan Ellio masih dengan tawa mereka.
"Dia galau kali ya, liat kita udah nikah semua." tukas Ellio.
"Maybe." jawab Daniel.
Keduanya lanjut tertawa.
"Tapi kasihan juga Richard, ada masalah lain mungkin dia." ucap Daniel kemudian.
"Iya sih." jawab Ellio.
Lalu keduanya sama-sama terdiam.
"Tanyain aja ntar, dia kenapa." ucap Daniel lagi.
"Tau sendiri Richard, kalau ada masalah suka di simpan sendiri. Giliran orang yang bermasalah, nggak cerita ke dia, dia mencak-mencak." tukas Ellio.
Keduanya sama-sama menarik nafas panjang. Tiba-tiba Darriel yang ada di dekapan Daniel pun terbangun.
"Hallo biawak." ujar Daniel.
Darriel kemudian tertawa. Jelas ia tidak mengerti dengan apa yang dikatakan ayahnya itu. Tapi ia merasa senang mendengar ayahnya berbicara.
__ADS_1
"Diganti sama biawak kamu ya?. Hmmm?"
Lagi-lagi Darriel tertawa.
"Darriel punya ekor, weeek." ledek Ellio.
Darriel langsung menatap Ellio secara serta merta. Bibirnya berubah menjadi jelek dan siap menangis.
"Darriel berekor." Ellio melanjutkan. Wajah Darriel makin ingin menangis.
"Nggak koq, nggak ada ekornya." ujar Ellio lagi. Ia kemudian mereda dan tak jadi menangis.
Sementara Daniel tertawa melihat anaknya itu.
"Dia kenapa ya, kalau dibilang anak ikan lele, ekornya licin, berekor. Langsung mewek kayak gini." ujar Daniel.
"Nggak tau, bayi kan ada aja tingkahnya." ucap Ellio.
"Huk."
"Huk."
"Huk."
Darriel cegukan.
"Haus kali, bro." ucap Ellio.
"Nggak, cegukan pada bayi itu biasanya karena dia kebanyakan makan. Tadi kan dia minum susu banyak banget. Kayak abis membangun gedung." ujar Daniel.
"Bukan, Bambang." seloroh Daniel sambil tertawa.
"Lo harus banyak belajar. Bentar lagi kan si Marsha berojol tuh. Cegukan itu faktornya karena bayi makan terlalu banyak, terlalu cepat. Masuk udara ke mulutnya, mungkin dia tidurnya menganga. Bisa jadi juga karena sistem saraf atau ototnya masih berkembang."
"Tapi gue pernah dulu liat tetangga nenek gue, bayi cegukan langsung dikasih air putih sama emaknya."
"Umur berapa?"
"Ya seumur Darriel gini." jawab Ellio.
"Nggak boleh tau." ujar Daniel.
"Emang iya?"
"Chat aja dokter anak kalau nggak percaya. Artikel yang ditulis para dokter juga banyak bertebaran di google. Ada konten YouTube nya juga. Air putih itu baru boleh diberikan usia 6 bulan ke atas. Itu pun tergantung kondisi bayi dan apa saran dokter anak terhadap dia. Ada dokter yang menyarankan untuk kasih air putih itu di usia satu tahun ke atas. Sebab nggak semua air cocok untuk bayi. Sebaik-baiknya makanan bayi itu udah dikasih Tuhan, Air susu ibunya. Cuma itu, nggak ada yang lain."
"Kalau yang ASI nya sedikit gimana?" tanya Ellio. Ia benar-benar penasaran sebab istrinya saat ini juga tengah hamil.
"Gue sering denger tuh ibu-ibu bilang kalau ASI mereka nggak lancar, kurang dan sebagainya. Gue takut Marsha kayak gitu. Ntar anak gue makan apa dong?. Minum susu formula pun harus pake air putih kan?. Masa pake coca-cola." lanjutnya lagi.
Kali ini Daniel tertawa.
"Kalau emang ASI nya kurang dan setelah Lo sama Marsha berkonsultasi. Kemudian misalkan dokter ada menyarankan penggunaan susu formula. Ini Misalkan ya. Ya, air yang dipakai buat bikin susu formula emang air putih." ujar Daniel.
"Kata lo tadi penggunaan air putih mesti dibatasi."
"Nah sekarang gue tanya, lo kalau bikin susu pake air apa?" tanya Daniel.
__ADS_1
"Air putih." jawab Ellio.
"Nah, ya udah. Cuma air putihnya mesti dimasak dulu. Minimal 80 derajat Celcius kalau nggak salah. Dan kalaupun pakai air minum dalam kemasan, harus di cek dulu kadar natrium sama sulfatnya di belakang kemasan. Kalau nggak bisa bahaya buat si bayi."
"Oh gitu, gue pikir selama ini ngasih bayi air putih bisa sehat kayak kita."
"Ya kita sehat, dia nggak. Kebanyakan air putih bisa menurunkan kadar natrium dalam darah bayi. Dan itu akan mengganggu keseimbangan elektrolit dalam tubuhnya. Makanya ada bayi yang kembung, diare, badannya bengkak. Bahkan bisa menyebabkan kejang dan koma kalau udah parah."
"Oh gitu. Baru tau gue, sumpah." ucap Ellio.
"Gue bukan sok ngajarin dan sok pinter ya. Tapi emang kita harus belajar, anak itu tanggung jawab kita. Jangan biarin neneknya dan tetangga ikut campur, kalau saran yang dikasih nggak bener."
"Iya sih, masalahnya kebanyakan salah dalam mengurus anak itu akibat ulah tetangga dan neneknya si bayi yang sok tau."
"Tapi banyak juga nenek-nenek modern dan melek pengetahuan koq." ujar Daniel.
"Apalagi nenek-neneknya jaman now. Udah sering liat banyak edukasi di tiktok." lanjut pria itu lagi.
Ellio diam.
"Apa gue buatin emak gue tiktok aja kali ya. Biar dia bisa belajar tuh. Kan di tiktok selain joget unfaedah juga banyak hal bermanfaat. Kayak informasi langsung dari dokter, psikiater, ahli memasak, dan lain-lain."
Daniel tertawa.
"Ntar emak lo goyang pargoy lagi." selorohnya.
"Ya nggak apa-apa, kan lumayan kalau dia viral. Diundang ke tipi-tipi."
"Hahahaha." lagi-lagi Daniel tertawa.
"Jadi ngasih bayi air putih itu start usia 6 bulan ya bro?" tanya Ellio lagi.
"Iya, tapi nggak boleh lebih dari delapan sendok atau setengah gelas per hari. Itu udah cukup banget buat mereka."
Ellio manggut-manggut.
"Biasanya dikasih ke bayi yang udah MPASI. Tapi harus saran dokter juga. Ada yang udah MPASI tapi dokter menyarankan untuk tidak memberi air putih sampai usia satu tahun. Saran gue sih, turutin dokter masing-masing aja." ujar Daniel lagi.
Ellio kembali manggut-manggut.
"By the way, MPASI apaan bro?" tanya pria itu.
Daniel benar-benar prihatin dengan pengetahuan Ellio. Sebagai mantan pengusaha BAR dan tempat hiburan malam, mungkin Ellio lebih tau soal minuman keras ketimbang parenting.
"MPASI itu makanan pendamping ASI, bro. Kayak bubur Tim, bubur bayi instan atau biskuit bayi. Itu MPASI namanya."
"Oh."
Untuk kesekian kalinya Ellio tampak manggut-manggut.
"Baru kali ini gue ngobrol sama lo ada manfaatnya, bro." tukasnya kemudian.
"Anjir, selama ini?" tanya Daniel.
"Unfaedah." seloroh Ellio.
"Hahahaha." Keduanya lalu tertawa-tawa.
__ADS_1