Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 9: Pergerakan


__ADS_3

Si Perempuan dewasa yang menyadari bahwa ada seseorang yang menggenggam tangannya itu terkejut, karena tidak mungkin ada yang dapat bergerak dalam sihir penghentian waktu bahkan tidak ada sihir atau kemampuan apapun yang dapat menanangkalnya, sihir ini hanya dapat dipelajari oleh orang yang berbakat dalam ilmu sihir, makin ia berbakat dalam sihir maka pengaruh dan dampak sihir ini semakin besar juga.


Seharusnya tidak ada yang dapat bergerak di sekitaran kota kerajaan namun nyatanya tidak hanya mereka berdua yang bergerak melainkan ada satu orang yang juga dapat bergerak.


Melihat tanggannya telah digenggam erat perempuan tersebut mulai panik, genggamananya begitu kuat dan erat serta sorot matanya menusuk dengan tajam kearahnya. Saudara laki-lakinya yang menyadari hal itu masih harus menunggu beberapa lama untuk melepaskan sihir penghentian waktu ini. Namun sorot mata yang tajam itu tidak dapat menunggu lebih lama lagi, Ia segera memfokuskan pikirannya dan dengan jentikkan jari saja sihir tersebut hilang seketika. Laki-laki itu terkejut karena seharusnya tidak ada yang dapat melepaskan sihir ini kecuali dirinya sendiri.


Suasana kota kembali menjadi biasa kembali, waktu yang telah berhenti telah berjalan kembali.


"Danny siapa yang kau gandeng itu?"


"Oh Forhan"


"Tidak dia bukan siapa-siapa"


Terlihat Cecilia sedikit terganggu dengan Danny yang memegang tangan orang asing"


"Tuan Danny!" Katanya dengan cemberut


Perempuan itu pun tidak dapat berbuat apa-apa


"A...aaa.."


Danny memberi nasihat yang baik kepadanya


"Jangan ulangi perbuatan seperti ini ya"


Lalu ia segera melepaskan genggamannya dari perempuan itu. Perempuan itu lari berserta juga dengan Saudaranya laki-laki.


Danny menyadari bahwa ada yang menggunakan sihir tersebut, namun yang tidak terkena efeknya hanya dia seorang, ia merasa bahwa perlu mengabaikan segala sihir negatif yang mengenai tubuh dan pikirannya hasilnya ia tidak terpengaruh oleh sihir tersebut.


Mereka bertiga akhirnya memutuskan untuk kembali beristirahat di penginapan.


-------------


Raja Selatan Fernando mengetahui bahwa ada sebuah Desa yang diserang diluar area kerajaannya, ia geram akan perbuatan iblis itu karenanya ia mengutus ahli perang terbaik yang berada dalam kerajaannya, mereka bernama Jack dan Gill mereka berdua sering dijuluki "Dua Mematikan" karena jika mereka bersama pasti semua misi yang dibebankan kepadanya akan diselesaikan dengan baik.


Namun karena kekuatan mereka terlalu besar mereka tidak diperkenankan untuk selalu bersama, reputasi mereka di kalangan masyarakat pun tergolong kurang baik, mereka terkenal dengan kesombongan dan keangkuhannya. Jack dan Gill bersaudara adalah dua pria muda yang berbakat dalam sihir dan pertarungan fisik, orang tua mereka menelantarkan mereka dan meninggalkannya sehingga ia diurus oleh seorang prajurit yang menemukannya di kolong jembatan sungai mereka menjalankan berbagai misi dengan baik. Karena penyesalan orang tuanya ia hendak menemui anaknya namun dengan teganya Jack dan Gill membunuh kedua orang tuanya menggunakan racun dalam jamuan pertemuan pertama mereka.


Fakta ini tersebar di seluruh Kerajaan Selatan, Jack dan Jill pun harus mendekam di penjara hingga waktu yang tidak dapat ditentukan, namun karena sang raja mempunyai Tugas yang dibebankan pada mereka akhirnya mereka dibebaskan dari sel tahanan.


Perawakan mereka tidak terawat dan terlihat lusuh karena itu setelah mereka keluar dari sel mereka diberikan perawatan pada tubuh mereka agar terlihat lebih baik. Selama bertaun-tahun di sel tidak sedikitpun mengubah sikap arogan mereka, tidak jarang ia menghina dan bahkan mencemooh anggota dewan kerajaan selatan. Namun dengan sabarnya Raja Fernando menghadapinya demi mencapai tujuan yang diembannya yaitu menyerang markas iblis.


Pihak kerajaan akhirnya berhasil bernegoisasi dengan dua bersaudara tersebut namun dengan syarat jika terjadi sesuatu pada mereka, pihak kerajaan harus memyelamatkan mereka, Jack dan Gill tidak mau mengambil resiko yang terlalu besar jika akn berhadapan dengan iblis setelah negoisasi selesai akhirnya misi Jack dan Gill pun dimulai.


-----------------


Jack dan Gill saudara yang hanya terpaut jeda kelahiran lima belas menit, dengan Jack sebagai kakaknya karena mereka dianugerahi bakat yang luar biasa mereka dikenal sebagai orang hebat di Kerajaan namun tidak disukai.

__ADS_1


Masa lalu mereka penuh kesederhanaan ia di angkat anak oleh seorang pensiunan ksatria tua beberapa tahun kemudian ksatria tersebut meninggal disanalah mereka mengalami kesedihan yang teramat dalam pada saat itu juga orang tua kandung mereka muncul namun bukannya disambut dengan baik, mereka malah membunuhnya.


Dengan kebencian dan dendam yang teramat sangat, mereka bertekad untuk menjadi terkuat agar bisa mengatasi apapun dalam dunia yang keras ini, mereka tidak membiarkan seorangpun mempermainkan mereka. Jack berperawakan seperti pemuda biasa dengan kulit putih dan otot sedangkan Gill pemuda besar berkulit hitam dengan otot besar. Senjata yang digunakan Jack adalah pedang begitu pula dengan Gill yang membedakannya ialah ukuran pedang Gill lebih besar dibanding Pedang Jack.


------------


Lokasi yang mereka tuju adalah desa yang telah dihancurkan oleh iblis dan akhirnya menjadi sarang mereka terletak di sebelah utara kerajaan selatan. Mereka menempuh perjalanan menggunakan kuda.


Sepanjang perjalanan mereka saling mengobrol


"Kak apa yang kakak tahu tentang para iblis ini" Gill memulai pembicaraan


"Mereka adalah ras yang membantu manusia dalam peperangan dimasa lalu"


"Kenapa sekarang malah ras iblis menyerang kita?"


"Mereka ingin menguasai seluruh dunia"


Gill menggeleng-gelengkan kepalanya


"Itulah sebabnya kita tidak boleh percaya pada mereka"


Jack hanya terdiam mendengar pernyataan barusan


"Ngomong-ngomong ras iblis itu seberapa kuat kak?"


"Kita akan segera mengetahuinya"


--------------


"To..tolong aku..."


Dilihatnya seorang perempuan muds yang bersimbah darah, wajah dan tubuhnya seperti digerogoti dari dalam warna ungu yang pekat menyelimuti keadaan wanita tersebut.


Jack segera menanyakan apa yang telah terjadi disana.


"Aku... terkena... kutukan.. Iblis"


Gill langsung bersiaga dan mengeluarkan pedang besarnya itu


"Kak!"


Namun Jack memberi tanda untuk Gill agar jangan berbuat gegabah


"Kalau dia sudah berada dalam kendali iblis, dia bisa membahayakan kita!"


"Tunggu..."

__ADS_1


"Apa ada obat yang mampu membuatmu sembuh?" Tanya Jack


"Ti..tidak ada... mereka bilang aku akan segera mati..."


"..."


Jack berpikir keras bagaimana cara menyelamatkan wanita tersebut


Akhirnya Jack memutuskan untuk membawa keluar wanita tersebut.


Gill tetap mengawasi dari belakang


Wanita tersebut mulai muntah darah, bola matanya telah berubah menjadi hitam sebelah, urat-urat di sekeliling tubuhnya mengeras otot-ototnya mulai kejang tak karuan.


"He-hey... kau tak apa apa?"


"Grrrrr"


"Rawrr!!!"


Wanita tersebut mulai kehilangan kesadarannya akibat kutukan iblis tersebut.


"Rawrr-...Akh.. kau.. harus...membunuhku"


"Apa tidak ada cara lain?"


"Kak!"


Wanita tersebut mulai mengeluarkan air matanya


"Kumo...hon.."


Tebasan pedang besar mendarat tepat dileher wanita itu.


Gill mengambil tindakan tersebut


"Seperti yang kau minta"


Perubahan iblis pada wanita itupun berhenti


Dan suara teput tangan terdengar dari atas pohon dekat desa tersebut


"Luar biasa!!!"


"Pertunjukan yang menarik!"


"Kalian benar-benar keji.."

__ADS_1


"Hihi"


Jack dan Gill melihat seorang perempuan berada tengah mengawasi mereka dengan jubah hitam.


__ADS_2