
Setelah mengucapkan kalimat sihir itu, lingkaran sihir besar berwarna biru bersinar terang beradw di bawah dan di atas setiap orang yang berada di dalam jangkauan sihir ini.
Sinar itu membuat semua orang yang berada di sana menjadi menutup matanya untuk melindungi penglihatannya itu, hanya Arthur dan Worther yang masih tetap membuka matanya ketika menggunaan sihir kombinasi itu.
Arthur memikirkan banyak hal agar ia bisa memperbaiki masalah yang ia buat, kini saatnya baginya untuk meneggakkan hukum secara adil dan berbelas kasihan pada siapapun dan tanpa memandang apapun.
Ini merupakan awal baginya karena mendapatkan kesempatan kedua, ia tidak akan membiarkan kesempatan itu sia-sia; ia akan bekerja keras untuk membuat semuanya menjadi lebih baik.
Sebagai seorang ksatria yang baik; ia akan kembali mempersembahkan jiwa dan raganya untuk memperbaiki apa yang telah salah sebelumnya, dan ini merupakan sebuah langkah pertama yang akan menuntunnya untuk kembali melakukan berbagai hal yang diperlukan agar keadaan kembali membaik.
Arthur tersenyum, bersamaan dengan ia menggunakan sihir teleportasi itu; ia mengucapkan selamat tinggal pada bagian diri yang buruknya itu, hendak meninggalkannya di belakang dan tidak mau lagi dikendalikan olehnya, momen ini membuat Arthur terpacu untuk melihat apa yang bisa ia lakukan demi keadaan yang lebih baik.
Tak lama kemudian sinar itu makin terang dan setelah itu sinar yang ada tempat itu redup dan kemudian menghilang, orang-orang di tempat itu hilang dan sudah berpindah ke tempat kota yang di tuju menggunakan sihir teleportasi Arthur dan Worther.
Hanya saja terlihat ada satu orang perempuan muda yang terlihat kebingungan karena semua orang yang bersamanya itu sudah menghilang.
"Lh-Lho?"
Perempuan muda itu bingung dan melihat ke sekitarnya untuk melihat apa yang terjadi.
"Me-mengapa aku tidak ikut pergi dari sini!?"
Perempuan muda itu tidak mengerti mengapa hanya dirinya seorang yang tidak ikut berpindah tempat dari tempat ini.
Ia memakai kaus coklat dan celana pendek di bawah lutut jenis petualang yang berwarna coklat pula, pakaian berwarna coklat memang sangat disukainya; membuatnya bersemangat untuk menjalani harinya.
Di kantung celananya itu memiliki ruang yang cukup besar; ia bisa menyimpan beberapa barang yang tidak terlalu besar di sana.
Tu-tuan Arthur! Aku dan Danny sempat bertemu dengannya ketika kami berdua sedang dalam perjalanan! I-itu memang dulu sekali sebelum kami bertiga di culik!
Aku melihatnya kembali saat ini, dia nampak berbeda tapi aku tidak tahu apa yang berbeda dari dirinya itu; yang pasti ia nampak sama ramahnya dari ketika pertama kali aku dan Danny bertemu dengannya.
Ketika melihatnya lagi saat ini, aku tidak berani menyapanya kembali dan hanya ikut dalam kerumunan orang-orang yang akan di evakuasi ini, ada seorang temannya yang bersamanya bertubuh sangat besar dan membawa senjata mengerikan di balik punggungnya.
Aku masih belum mengetahui mengapa aku bisa tertinggal seperti ini ... apakah itu karena ada batas orang dalam pemindahan menggunakan sihir itu?
__ADS_1
Padahal aku termasuk dalam orang-orang banyak ini, lantas mengapa hanya aku yang tidak ikut berpindah juga!?
Oh iya, sebelumnya aku tidak melihat Danny di mana pun, padahal seharusnya dia bersama-sama dengan orang banyak ini!
Astaga! Kukira aku bisa pergi bersama dengan Danny dari tempat ini bersamaan dengan proses evakusi ini dan melanjutkan perjalanan kita!
Kalau begitu ... mungkin saja dugaanku ini tepat, Danny bisa saja tidak berada bersama dengan orang banyak yang telah menghilang karena sihir teleportasi tadi.
Eh, sebentar ... kalau diingat-ingat lagi, tujuanku dan Danny kan bukan pergi ke daerah kerajaan barat, ah iya! Daerah inilah yang sedang kami tuju! Daerah kerajaan selatan, namun aku sama sekali tidak tahu lokasi mana yang akan kami datangi, bahkan Danny sama sekali tidak mengatakan apapun.
Apa jangan-jangan hal ini ada hubungannya dengan dia? Bagaimana Kalau Danny tidak berada di sini, di- di mana dia sekarang?
Gadis muda itu masih kebingungan apa yang terjadi saat ini, ia berpikir untuk mencari dengan segera temannya yang hilang itu, namun niatnya itu terhalang dengan berbagai pendapat yang ada di kepalanya saat ini.
Kalau tidak salah aku mendengar suara seperti ledakan atau apapun tadi malam, dan kini sebagai akibatnya hutan ini rusak parah aku yakin pasti ada sesuatu yang menyebabkan hal ini terjadi ....
Namun Tuan Arthur tidak mengatakan apapun pada kami, dia hanya berfokus pada penyelamatannya bagi orang-orang korban penculikan ini.
Gadis muda itu memutuskan untuk duduk di luar di antara hancurnya pohon-pohon dan area yang berada di sana, dekat bangunan bekas penjara itu.
Astaga! Ti-tidak mungkin!
Gadis muda itu mengacak-acak rambut panjangnya, mata biru terangnya itu mengeluarkan air mata tanda ketakutan dan kesedihan yang bercampur aduk.
Ia merasa satu-satunya teman petualang yang ia miliki itu sudah tidak membutuhkannya dan memilih untuk berjalan dalam petualangannya sendiri.
Padahal pada awalnya ia selalu mendambakan mempunyai teman yang bisa ia ajak tempat manapun, rasa penasaran akan dunia ini telah membuatnya menjadi seorang petualang.
Namun ketika ia bertemu dengan seorang pemuda bernama Danny, ia merasa dia adalah seseorang yang ia cari selama ini.
Me-mengapa aku hanya sebentar bersama dengannya!? Apakah karena aku ini hanya menjadi beban baginya?
Aku akui aku memang hanyalah gadis biasa yang senang berkelana kemanapun juga, meskipun kesenanganku ini bertualang sejujurnya hal itulah yang membuatku bosan pada saat bersamaan; berjalan sendirian.
Ketika aku bertemu dengannya, sontak saja aku merasa senang, namun pertemuanku denganmu diawali dengan air mata yang terjatuh dari wajahmu; masakan sekarang diakhiri dengan air mata juga!?
__ADS_1
Gadis muda itu terduduk lemas bercucuran air mata, ia kembali meragukan mengapa perempuan lemah sepertinya bertujuan kuat untuk melihat dunia luar yang begitu keras ini.
Hingga pada akhirnya ia harus meninggalkan orang tuanya karena keinginannya itu; ditambah lagi mereka berdua menentang dengan keras keinginan putrinya itu.
Namun karena tekad yang begitu kuat dia tetap meninggalkan rumah dan pergi berkelana meskipun hanya sendirian.
Apakah yang dikatakan orang tuaku benar? Aku terlalu lemah untuk bisa menaklukan dunia ini? Aku yang tidak punya kemampuan apa-apa ini?
Gadis muda itu hanya bisa mengatakan banyak hal dalam hatinya yang sedih itu, sedangkan dari luar air matanya kesedihannya tidak terbendung oleh apapun.
Impiannya untuk berpetualang bersama Danny seolah-olah sudah sirna sekarang, ia menganggap Danny telah meninggalkannya dan membuangnya begitu saja.
Gadis ini berusaha untuk menghentikan kesedihannya itu, dari saku celananya ia mengeluarkan sebuah seruling; nampaknya ia akan mememainkan benda itu dengan tujuan untuk menenangkan hatinya.
Alat musikku ini kutemukan di salah satu ruangan di penjara, seharusnya barang-barangku di sita dan mungkin saja akan hilang, namun aku sangat beruntung menemukan kembali barang yang berharga bagiku.
Setidaknya dengan adanya alat musikku ini, aku tidak hanya menanggung sedih ini sendirian; aku bisa bercerita pada alam mengenai kesedihanku ini ....
Dalam kesedihannya gadis muda itu memainkan seruling dengan nada sendu, setiap nada yang dikeluarkannya menunjukkan betapa sedihnya ia karena kehilangan tujuannya saat ini.
Ia melakukan hal yang sama ketika pertama kali bertemu dengan pemuda bernama Danny, ketika ia merasa tertekan dan ragu akan tujuannya itu ia memainkan seruling ini saat itu juga; di saat perasaan mereka berdua sama.
Bahkan alam pun tidak mampu menahan kesedihannya terhadap gadis muda itu; perlahan rintik-rintik air mulai jatuh dari awan, menyatu bersamaan dengan air mata gadis muda itu.
Bukannya berlebihan ia bersikap seperti ini; hanya terkadang ketika harapan sudah melambung tinggi, namun ternyata tidak sesuai dengan harapan, rasanya tidak ada yang bisa menghindari rasa sakit dari hal ini.
Gadis muda itu sedang bermain seruling saat ini, semakin lama ia bermain tetesan air makin deras dari atas; ini menandakan kesedihannya belum usai malahan ia sedang larut di dalam kesedihan itu.
Perasaan di tinggalkan hinggap di hatinya saat ini, membuat ia tidak tahu lagi akan apa yang akan ia lakukan selanjutnya.
A-apakah aku berharap pada seseorang adalah hal yang salah?
Apakah aku ini memang tidak bisa berguna bagi orang lain?
Dia terus menerus menanyakan pertanyaan-pertanyaan yang ia sendiri tidak tahu akan jawabannya.
__ADS_1