Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 50: Kembalinya Diriku!


__ADS_3

*Pemikiran Danny*


Waktu memang tidak pernah berhenti, meskipun kau tidak melakukan apapun, waktu akan terus berjalan dan kau tidak akan pernah bisa mengembalikannya.


Begitu banyak yang dipikirkan, tapi tidak semuanya berguna, malah yang pikiran tersebut yang menghalangi kita untuk maju.


Boleh untuk mengingat segala kejadian yang kita alami, dan memang tidak ada salahnya untuk itu.. Lagipula manusia punya ingatan dan memiliki hak untuk mengingat.


Hal tersebut bisa membangun dan membangkitkan semangat, dan hal tersebut juga bisa menjadi bumerang buat kita sendiri, itulah yang setidaknya Danny rasakan...


Ya perasaan...


Begitu berharga sehingga kita bisa menikmati begitu penuh warnanya dunia ini, tanpa perasaan, mustahil untuk bisa mengerti orang lain- bahkan diri kita sendiri.


Setelah mengenal orang banyak dengan sifat yang beragam, pastilah kita bisa menilai seseuatu dan takaran untuk itu adalah "Baik" atau "Buruk"


Kita bisa memilih antara keduanya, berikut dengan konsekuensi yang akan kita tanggung masing-masing.


Meskipun baru 18 tahun hidup di dunia ini, tidak serta merta sok tahu akan segala hal, tapi sebaliknya masih begitu banyak hal yang harus dipelajari dan pengalaman untuk dialami..


Yang bahkan tidak mengenal sendiri orang tuanya, Danny hanya bisa melihat kakeknya sebagai panutan yang benar-benar bisa dilihatnya.


Kakekku pahlawanku?


Ahaha.. Mungkin... itu cocok...


Kalau tak ada Kakek.. Aku mungkin tak ada disini..


Dan juga dalam pemikiranku , banyak juga yang bisa dijadikan contoh dalam bersikap, misalnya orang-orang sekitar, dan tentunya dalam mencontoh harus terlebih dahulu dapat menilai, agar tidak salah arah nantinya.


Terbiasa hidup sederhana, hingga dapat dipastikan setidaknya aku lebih matang untuk bisa hidup diluar sana, di dunia yang bahkan ia sendiri hidup didalamnya.

__ADS_1


Berbagai pertanyaan, harus ia temukan sendiri jawabannya bagaimanapun caranya kecuali dia memang berpikir akan menyerah.


Dan mungkin kalian belum tahu banyak tentangku, mungkin belum saatnya? atau bisa dibilang tidak ada yang menarik..


Yang kau saksikan di belakangku adalah sebuah kejadian yang membawaku secara tiba-tiba tanpa tahu apa-apa bahkan memang jika kau ingin bertanya, aku tidak tahu jawabannya.


Kini yang kau lihat bukan saja kisahku, namun juga pemikiranku sendiri.. entah kau bisa mengerti atau tidak bahkan dapat merasakannya atau tidak...


Itu semua tidak penting, yang penting adalah bagaimana cara untuk berpikir dengan matang dan terarah dan kau tahu sendiri aku bukanlah orang seperti itu..


Aneh bukan?


Menasihati namun dirinya sendiri belum bisa melakukannya, memang, karena dalam proses tak ada yang instan yang paling penting adalah kemauan..


Terlalu melihat didalam membuat kau lupa dengan apa yang diluar begitupula sebaliknya, semua butuh proporsi yang tepat..


Dan kau tahu selama perjalanan ini, masih belum banyak... yang diketahui masih begitu banyak hal yang sama sekali belum terjamah..


Tapi tak lama aku pasti akan melewatinya bersama dengan orang yang baru ketemui di tengah persawahan..


Bukankah itu orang asing?


Bukankah kita harus waspada?


Bukankah kita harus curiga?


Entahlah..


Aku tidak tahu...


Yang pasti.. Aku terkadang bisa melihat bagian dalam dari seseorang..

__ADS_1


Kemampuan?


Aku tidak tahu.. yang pasti sifatku adalah aku pasti akan mempercayai seseorang, jika memang tekadnya jelas..


Itulah yang kutemui dari sosok yang bernama "Patricia" ini


Gadis yang lumayan aneh...


Dirinya begitu cantik.. penuh senyuman... periang...


Namun entah kenapa.. aku melihat semacam lubang kehampaan yang sama juga dimiliki olehku..


Apakah lubang itu perwujudan dari masalah?


Mungkin saja, siapa yang didunia ini tidak punya masalah?


Aku tidak dapat menjawabnya...


Namun aku yakin dengan pasti...


Perjalanannya ku bersama Patricia akan segera dimulai...


Lalu.. apakah kita akan segera berangkat?


...


***


"Apakah kita akan segera berangkat?"


"Hah? baru bertanya sekarang... kau sudah melamun terlalu lama!"

__ADS_1


"Ahaha... maafkan aku..."


"Mari... kita berangkat.. memulai.. perjalanan baru kita..."


__ADS_2