
Meskipun Kibo berlari cukup cepat, namun itu sama sekali belum cukup untuk menghindari makhluk hitam aneh itu.
Memang benar ia telah lari untuk beberapa saat, sempat berpikir bahwa ia telah berhasil melarikan diri, namun ternyata dugaannya itu sama sekali tidak tepat.
Apakah tidak ada tempat agar aku bisa bersembunyi?
Area asing itu benar-benar baru dilihat olehnya kali ini, ia tidak memiliki informasi apapun tentang area ini, dan tentu saja ketidakadaan informasi mengenai tempat bertarung akan cukup berpengaruh bagi pria keriting ini.
Aku sudah lari untuk beberapa saat... mungkin saja makhluk aneh itu sudah pergi?
Kibo terus berlari secepat yang ia bisa, beberapa saat ia sempat berpikir bahwa ia telah bisa melarikan diri dari makhluk hitam aneh itu, namun ternyata makhluk itu tiba-tiba muncul dengan hawa kehadiran yang tidak terasa sama sekali.
Apa?!
Padahal aku sudah berlari dengan cepat beberapa saat, mengapa malah dia saat ini muncul dihadapanku?!
Makhluk itu tanpa sebab yang jelas bisa muncul kembali di hadapan Kibo saat ini, ia tidak mengira hal ini akan terjadi.
__ADS_1
Selain itu bila dilihat lebih jelas lagi memang area sekitar yang sempit itu tidak pas bilamana sebuah pertarungan terjadi di sini.
Namun mengingat ini hanyalah sebuah area yang khusus bagi kompetisi ini, Kibo yakin jika area ini harus mengalami kerusakan itu bukanlah urusan yang serius.
Dan lagi pertemuannya dengan makhluk aneh hitam itu benar-benar tidak disengaja, mencoba lari sudah pasti tidak akan dibiarkan, jadi sebetulnya pilihan yang bisa dibuat hanya satu.
Bertarung!
"Berikan ... Bel kecil itu, padaku..." ucap Makhluk hitam itu pelan, suaranya terdengar dalam, mirip suara robot namun tidak begitu percis.
Seketika itu juga Kibo melesat dengan cepat, debu di tanah aspal dihempaskan dengan keras, makhluk hitam itu masih terdiam.
Tidak butuh waktu lama Kibo sudah berada di hadapan makhluk hitam itu, dengan cepat melakukan tendangan memutar tiga ratus enam puluh derajat mengarah ke kepala makhluk hitam itu.
Namun ternyata hal yang sama terulang kembali, tendangan yang keras itu hanya mengibaskan angin dengan keras saja tanpa menyentuh sedikitpun makhluk hitam itu.
Sial!
__ADS_1
Kalau begini... bagaimana aku bisa menyerangnya?!
Ketika menyadari serangannya itu lagi-lagi tidak membuahkan hasil yang berarti Kibo melompat ke belakang dengam cepat, namun makhluk hitam itu masih lebih cepat daripadanya.
Makhluk hitam itu melesat dengan cepat mengarahkan serangan menuju Kibo yang tengah masih di udara,
Tinjuan keras dari makhluk hitam itu menepi dengan mulus di wajah Kibo, hempasan debu dan angin yang amat keras muncul seiring dengan serangan makhluk hitam itu mengenai Kibo.
Tembok beton yang ada di samping mereka sampai harus retak sedikit karena hebatnya serangan makhluk misterius itu, genting-genting rumah pun terhempas karena hembusan angin keras yang tercipta.
Makhluk hitam itu dengan yakin pria yang dilawannya itu kali ini sudah kalah, ia menunggu saat-saat debu tanah yang mengepul itu supaya bisa melihat kondisi lawannya itu.
Namun yang dilihatnya malah saat ini pria keriting itu tengah menatapnya tajam tanpa luka sedikitpun di area wajah yang telah ditinjunya itu.
Mata coklatnya yang sedikit tertutup rambut keritingnya itu sama sekali tidak menunjukan adanya rasa sakit dari serangan yang kuat dari makhluk hitam itu.
Melihat hal itu, makhluk hitam itu seketika itu juga meloncat mundur ketika menyadari lawannya itu sama sekali tidak bereaksi apapun pada serangannya itu.
__ADS_1