
"Hal ini juga baru kutemui sekarang, yaitu ada seseorang yang mampu untuk menyimpan kekuatan pinjaman dari dalam tubuhnya dan kekuatan itu bisa terpacu oleh suatu hal dan mengeluarkan kekuatan yang sama."
Tuan Housen jujur dalam hal ini, yang memang kejadian ini membingungkan dan hanya bisa menggunakan spekulasi untuk menentukan apa yang sebenarnya terjadi kemarin, namun kemungkinan dugaannya yang sebelumnya lebih kuat dibanding dengan kemungkinan yang lain.
"Apakah itu benar-benar mempengaruhi latihan kita Tuan?" Danny penasaran juga apakah kejadian kemarin adalah hal yang tidak biasa dan membutuhkan perhatian lebih?
Tuan Housen menggelengkan kepalanya, ia pikir kejadian sebelumnya tidak benar-benar perlu untuk dibahas lebih lanjut, biarlah kejadian kemarin dilihat dari sisi yang baik, seperti itu adalah tanda di mana kekuatan batu permata mulia kecepatan sudah mulai beradaptasi di dalam tubuh anak didiknya itu.
"Baiklah, latihan yang akan kau jalani sekarang adalah bagaimana 'melihat' kekuatan kecepatan."
"Melihat kekuatan kecepatan?" Danny menjadi penasaran mengenai apa yang dikatakan oleh gurunya itu.
Danny pikir ia akan menjalani latihan yang sama, lagipula memang dia baru satu hari berlatih berada dalam dimensi cepat itu dan sekarang ia akan berlatih hal yang berbeda?
"Kita tidak lagi mendalami dulu latihan sebelumnya Tuan? Bukankah hal itu penting?" Danny berpikir apakah memang ia sudah layak untuk lanjut latihan yang berbeda saat ini?
"Latihan kemarin adalah tahap pertama saja Danny, dan kau sudah cukup bisa menguasainya, kini kita akan masuk ke latihan tahap selanjutnya yang harus bisa kau bisa lakukan."
"Tahap kedua?" Danny baru mengetahui adanya tahap dalam latihannya ini, dan dalam waktu satu hari ia sudah bisa menguasai tahap pertama, sungguh ... cepat.
Zlit!
"Lho?" Danny melihat gurunya ada didepannya menghilang seketika lagi-lagi dalam satu kedipan mata yang cepat.
"Tu- tuan?" Danny mengarahkan pandangannya ke sekelilingnya untuk melihat di mana keberadaan gurunya itu, ia benar-benar tidak bisa melihat gurunya yang bergerak secepat itu.
"Di sini Danny." Suara Tuan Housen terdengar dari atas batang pohon yang tidak jauh dari area hijau di sana, Danny yang sudah mengetahui keberadaan gurunya itu bergegas untuk menghampiri pohon di mana gurunya ada di atasnya itu.
__ADS_1
"Mengapa Tuan ada di sana?" Danny keheranan karena tiba-tiba gurunya itu berpindah dengan cepat dan lagi mengapa ke atas batang pohon?
"Dapatkah kau melihat pergerakanku?" Tuan Housen sedang berdiri saja di atas batang pohon yang besar itu dan tidak memberikan jawaban atas pertanyaan yang diajukan anak muridnya itu.
"Ah, tidak Tuan, pergerakanmu sangat cepat sampai tidak bisa diikuti mata biasa." Danny memberikan jawaban yang memang sudah jelas, bagaimana mungkin ia bisa melihat pergerakan kekuatan batu permata mulia kecepatan?"
Zlit!
"Aku akan menjelaskan bagaimana latihan tahap keduamu ini Danny." Lagi-lagi dalam waktu yang cepat suara gurunya itu tiba-tiba ada di belakangnya, dan itu sedikit membuatbya terkejut.
Danny berbalik dengan cepat dan melihat keberadaan Tuan Housen yang sudah berada di depannya.
Inilah yang ia tunggu-tunggu karena memang ia butuh penjelasan lebih agar bisa mengerti akan latihan yang sedang dijalaninya ini.
"Sudah kubilang sebelumnya kita akan berlatih dalam tiga tahap bukan?"
Danny mengangguk mengiyakan pertanyaan gurunya itu.
"Tahap pertama di sebut, 'merasakan' dan kau sudah menjalaninya karena sudah kupinjamkan kekuatan batu permata mulia kecepatan, di mana kau dapat merasakan kekuatan batu permata mulia kecepatan, seperti itulah gambaran ketika kau bisa menguasai kekuatan ini."
"Tahap kedua adalah 'melihat' di mana kau akan kupinjamkan kekuatan batu permata mulia ini lagi namun kini bukan untuk bergerak secara cepat, melainkan melihat pergerakan secara cepat."
"Dan tahap ketiga adalah ... tunggu dulu, kita akan berlatih tahap kedua dahulu sebelum benar-benar menjelaskan tahap ketiga ini." Tuan Housen menghentikan penjelasan yang hendak diberikannya itu, yang memang ini membuat ini sedikit merasa tidak puas, padahal tinggal satu tahap lagi saja tidakkah dijelaskan sekarang akan lebih baik?
Tuan Housen begitu mempedulikan tahap demi tahap yang sedang diajarkan padanya saat ini, bahkan harus fokus pada satu tahap dahulu sebelum benar-benar melanjutkan ke tahap selanjutnya.
Tap.
__ADS_1
Seperti biasa pak tua itu menyalurkan kekuatan batu permata mulia kecepatan, dengan menyentuh pundak anak muridnya, sebuah cara yang memang digunakannya saat pertama kali berlatih tahap pertama.
Danny yang sudah tahu bahwa tahap kedua adalah dirinya yang juga dipinjamkan kekuatan batu permata mulia kecepatan, ia merasa tubuhnya lebih siap ketika menerima kekuatan yang baru ini.
Zuung!!!
Danny mendengar kembali sebuah suara gelombang yang menandakan kekuatan pinjaman itu sudah tersalurkan padanya, namun tidak melihat akan adanya gelombang berwarna kuning yang ia lihat sebelumnya ketika pertama kali berlatih tahap pertama.
Dan kini bola mata Danny yang berwarna hitam seperti biasa perlahan berubah dan berkedip-kedip berwarna kuning, ini menandakan bahwa penyaluran pinjaman kekuatan untuk tahap dua, melihat, sudah selesai dilakukan.
Danny sendiri tidak merasa ada yang berbeda ketika kekuatan batu permata mulia kecepatan ini dipinjamkan lagi kepadanya, selain perubahan fisik pada warna mata yang terjadi padanya, sejujurnya tidak ada begitu perubahan yang ada di dalam dirinya meskipun kekuatan itu sudah berada dalam tubuhnya.
Zlit.
Tanpa diberi aba-aba apapun juga Danny tiba-tiba bisa melihat gurunya itu bergerak seperti biasa, seiring ia melihat gelombang kuning yang harusnya selalu muncul dalam pandangannya itu, kini gelombang berwarna kuning hanya akan muncul ketika Danny melihat seorang yang bergerak sangat cepat sampai tidak bisa dilihat oleh mata biasa.
Berbeda halnya dengan sebelumnya di mana Danny tidak bisa melihat apapun ketika gurunya itu bergerak sangat cepat, namun kini ia bisa melihatnya sangat jelas sedang berlari ke arah tengah area lapang itu, bahkan dalam pergerakan seperti lari biasanya saja.
Terlihat! Tuan Housen bergerak ke arah tengah area rumput ini!
Setelah Danny melihat bagaimana gurunya itu sampai di tengah area rumput itu, gelombang kuning yang dilihatnya sebelumnya ikut menghilang dan kini ia bisa melihat seperti biasa lagi, dengan melihat dengan jelas bagaimana pergerakan cepat Tuan Housen itu.
"Bagaimana?" Tuan Housen bertanya dari kejauhan di tengah area rumput itu yang membuat Danny harus segera berlari menghampirinya.
"Ya Tuan! Saya bisa melihatnya dengan jelas!" Danny bersemangat ketika tahu bahwa dirinya itu bisa melihat dengan jelas pergerakan cepat dari gurunya itu.
Tuan Housen terkesan, namun ia tidak menunjukkannya melalui ekspresi wajahnya, ia berusaha untuk terlihat tetap serius di sesi latihannya kali ini.
__ADS_1
"!"
Blugh.