Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 124: Jahat atau Baik? (2)


__ADS_3

Danny mulai terbawa emosi karena tindakan dari Dark Shadow benar-benar di luar batas, ia tidak mengira harus mengorbankan kebersamaan antara ibu dan anak hanya untuk kepentingan orang lain?


Apakah tidak ada semacam keadilan? Apakah hal sepenting itu tidak diterapkan di sini?


"Danny, terkadang kau harus mengorbankan sesuatu demi hari esok yang lebih baik, itu bisa berupa apapun, tidak peduli baik atau buruk selama itu bukan kepentingan pribadi," ucap sang pemimpinnya, kata-katanya cukup bijak bagi makhluk seperti dirinya itu.


Krek ....


Tanpa disadari Danny, kedua lengannya mengepal keras, ia nampaknya marah karena perlakuan yang tidak adil ini.


Mata Makhluk itu semakin memerah bersinar, nampaknya situasi mulai panas di sini.


Tapi Danny sadar bahwa ia tidak boleh langsung terbawa emosi karena kejadian ini, ia mulai meringankan kepalan tangannya itu, berusaha mendinginkan panasnya amarah dalam dirinya itu.


"Kalian boleh nilai kami sesuka kalian, baik-buruknya kalianlah yang tahu, bertahan hidup atau kehilangan hidup, kukira kau cukup mengerti hal itu Danny."


"!"

__ADS_1


Danny tersadar akan kejadian lamanya, perkataan Dark Shadow membawa ingatan mengerikan, Danny mulai pucat karena memang peristiwa aneh pada masa lalunya benar-benar membuat mentalnya tidak karuan.


"Apakah kau sakit?"


Pemimpin Dark Shadow melihat Danny mulai berkeringat dan pucat pasi, ia mulai bertanya-tanya mengapa kondisi pria ini tiba-tiba berubah seperti ini? Apa yang sebenarnya telah ia lalui selama ini?


Ternyata hanya ingatan lama yang buruk yang teringat oleh Danny, ia tidak perlu mengkhawatirkan apa yang belum terjadi saat ini.


Danny mengambil waktu sejenak. "Oh, maafkan aku, aku baik-baik saja."


"Jadi alasan kalian melakukan semua ini karena akibat dari perbuatan Kerajaan juga?"


Makhluk bayangan hitam itu diam, kemudian mulai berkata, "Salah satunya telah kau sebutkan."


Ternyata alasannya tidak seringan itu, banyak lagi sepertinya alasan organisasi ini melakukan tindakan seperti ini, namun pikiran Danny tidak sampai untuk memikirkan semua alasan itu.


"Kau tidak perlu mengetahui hal yang tidak kau mengerti, semua dugaan yang kau cari pasti akan muncul kebenarannya dikemudian hari."

__ADS_1


Danny semakin tidak mengerti akan hal ini. "Kalau begitu, apa yang kamu maksud dengan mengeluarkanku dari sini, bukankah kalian sudah menetapkan cara keluar yang mustahil itu?"


"Danny, di dunia ini tidak ada yang mustahil, bukan berarti tidak bisa jika memang terlihat susah. Hanya saja diperlukan usaha untuk menggapainya."


"Sekecil apapun kesempatan yang kau punya, jika kau berusaha terus-menerus maka peluang keberhasilan itu akan meningkat mengikuti hasil perjuanganmu selama ini."


Danny tidak bisa menyangkal lebih dari ini, karena memang benar hal yang dikatakan oleh Dark Shadow ini, tapi masalahnya adalah mengapa pemimpin organisasi ini ingin menanamkan rasa putus asa hanya dengan diberikan harapan palsu itu?


Setiap omongan yang keluar membuat kontradiksi dengan kenyataan yang sebenarnya, Danny tidak bisa menilai hal yang benar dari satu sisi saja.


Danny tidak bisa lagi menduga lebih jauh, terlebih lagi memahami setiap maksud kata dari pemimpin Dark Shadow ini, semakin Danny berbicara dengannya rasanya semakin dalam juga pembicaraan mereka.


"Aku akan memberikan kesempatan sekali padamu Danny, kesempatan untuk keluar dari tempat ini."


Danny menjawab dengan tidak terlalu antusias, karena tidak heran bila memang harus melakukan hal yang mustahil dahulu baru bisa keluar dari sini.


"Ini berhubungan dengan ksatria di tempat di mana kau kami bawa bersama ...."

__ADS_1


"?!" Danny seketika kaget mendengar hal itu, pikirannya langsung mengarah pada ksatria idolanya itu.


"Kau akan bertarung dengannya besok malam."


__ADS_2