Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 201: Sisi Tersembunyi


__ADS_3

"Ada apa ini? Seharusnya kita bangga! Rencana ini sudah berjalan dengan lancar! Setidaknya kita mendapat satu organisasi yang bisa mengancam para warga dengan aksi yang tidak diketahui! Tidak sia-sia kita menggelontorkan dana yang tidak sedikit! Apalagi pemenangnya adalah oramg jahat itu sendiri! Betapa ironinya ahaha!"


Arthur tertawa lepas ketika mengeluarkan unek-uneknya itu, hanya ia saja yang senang akan hasil yang begitu memuaskan dirinya, jerih payahnya untuk menjawab setiap keluhan warga akhirnya bisa terlaksana dengan menangkap satu organisasi tidak berizin itu.


Beberapa saat kemudian, tawanya mulai reda, Thor dan Pak Wakil hanya terdiam ketika melihat Arthur yang sedang bergembira itu.


"Apa? Kalian tidak ikut senang karena telah menangkap organisasi illegal? Apa jangan-jangan kalian berpikir bahwa dia itu benar?"


Thor akhirnya mulai berbicara, "Aku mengerti perasaanmu Arthur ... kau memang sangat serius dalam mengemban tugas kita kali ini, hanya saja tidakkah kau berpikir kau itu berlebihan?"


"Apakah kau tidak melihat dari sisi pria yang bernama Kibo itu? Apa yang sebenarnya kau lihat dari dirinya?"


Arthur meletakkan tangannya di pinggang. "Hah?! Masa bodoh dengan apa yang ia katakan! Orang jahat tidak akan mengakui kejahatannya, kau tahu itu kan?"


Thor menggeleng-gelengkan kepalanya, ia tidak percaya yang ia ajak bicara ini adalah Arthur yang selama ini ia kenal, rasa-rasanya ia benar-benar tidak mengenalinya saat ini.

__ADS_1


Sang Ksatria Suci itu pun akhirnya memutuskan untuk keluar meninggalkan Arthur dan Pak Wakil.


"Aku tidak percaya ini," ucapnya seraya meninggalkan ruangan itu.


Arthur keheranan melihat sikap Thor yang seakan tidak puas melihat misinya yang berjalan sukses itu.


"Ada apa dengannya itu? Aneh bukan Pak Wakil?"


Pak Wakil yang masih terdiam sambil menopang dagunya itu menoleh dan berkata, "Apakah benar kau ini Arthur?"


Kibo dijebloskan ke dalam penjara, letak bangunan penjara berada di sisi kota, tepat di dekat pintu gerbang keluar kota ini, bangunan yang cukup besar memang difungsikan untuk tempat kediaman para orang-orang jahat di kota ini.


Kibo diamankan dahulu dengan di borgol kedua belah tangan dan kakinya agar ia tidak bisa kabur kemana-mana, setelah itu barulah ia akan menempati ruangan selnya.


Kibo di tempatkan di ruangan khusus, yang di mana tidak ada seorangpun yang akan menjadi teman satu selnya.

__ADS_1


Sebuah ruangan yang tidak terlalu luas namun sangat kotor, bahkan lantainya saja sudah tidak terlihat, hanya terlihat sekumpulan tanah kotor dan berbau tidak sedap di ruangan ini seperti bau sampah, atau mungkin jika tidak berlebihan bebauan yang ada di ruangan ini lebih buruk dari sampah, bahkan ada beberapa binatang kecil seperti tikus dan ulat yang bercampur dengan kotornya lantai di bawah.


"Masuklah," ucap prajurit kota itu.


Kibo merasa ragu ketika akan masuk, pasalnya ia baru saja melihat ruangan yang paling kotor yang pernah ia lihat seumur hidupnya.


"E- Tuan penjaga mengapa hanya saya yang dipisahkan dari tahanan yang lain?"


Penjaga penjara itu menjawab, "Itu karena memang dari surat perintah pemimpin kota ini, yang mengatakan bahwa anda adalah seorang penjahat tingkat atas yang patut untul diwaspadai."


"Apa? Penjahat tingkat atas? Apa tidak salah Tuan? Saya tidak pernah melakukan kejahatan tingkat atas!"


Pria penjaga penjara itu menatap Kibo dengan tatapan curiga sambil mendorong tahanan itu dengan paksa.


"Astaga!"

__ADS_1


__ADS_2