Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 79: Kompetisi


__ADS_3

"Kau harus segera mendaftar untuk ikut bagian dalam kompetisi Danny."


"Bagaimana caranya?"


"Oh, itu cukup mudah kau hanya perlu mengisi data dirimu di sini." Vincent kemudain mengatur pilihan yang ada di layat itu, terlihat ia akan sedang mendaftarkan Danny untuk ikut dalam kompetisi itu.


Tidak banyak yang di isi selain daripada nama, tempat dan tanggal lahir, serta kata motivasi, Danny tidak memakai foto profilnya karena ia orang baru di sini.


Statistik dimulai dari nol. "Satu langkah terakhir Danny, kita butuh setetes darahmu untuk menyelesaikan proses pendaftaran ini," ujar Vincent.


"Mengapa harus pakai darah?" Danny bingung, mungkinkah ini diperlukan tujuannya untuk apa?


"Oh, memang, itu hanya sebagai proses pelengkap saja, tidak ada yang aneh kok," terang Vincent.


Danny akhirnya menyetujui saja bahwa ia harus meneteskan darahnya itu, ia mulai mengigit jempolnya hingga berdarah. "Letakan darahmu di kotak ini." Lalu Danny menurutinya untuk mengolesnya pada layar itu.


Seketika itu juga darah itu seperti teresap ke dalam layar, Danny baru pertama kali melihat hal seperti ini, dan setelah selesai akhirnya terpampang 'Proses Pendaftaran Berhasil'.


"Nah Danny, kamu sudah resmi ikut bergabung di kompetisi ini, setiap satu minggu sekali akan di adakan pertarungan, kau bisa ikut berpartisipasi di dalamnya."


"Vincent bolehkan aku melihat statistik si nomor satu dalam daftar itu?"

__ADS_1


Vincent sedikit mengotak-atik menu, dan akhirnya status si nomor satu itu muncul, nama pria itu adalah 'Surfur' dengan statistik 500-100-0. Statistiknya ini lebih baik dibanding dengan petarung lain, bahkan bisa dibilang pria ini hampir tidak terkalahkan.


"Baiklah, terima kasih Vincent, bisa dibilang kekuatannya benar-benar hebat, mengapa pria ini bisa selalu menang?"


"Hmmm, si 'Surfur' ini sebenarnya pria besar dengan kekuatan yang hebat, tentu yang menjadi permasalahan adalah dia tidak bisa dikalahkan ...."


"Bisa kau jelaskan lebih lanjut Vincent?"


"Kemungkinan kau menang hanya sepuluh dari seratus persen."


"Di samping kekuatannya yang benar-benar hebat, daya tahan tubuh, teknik bertarung, semangatnya, itulah yang membuatnya tidak terkalahkan."


"Tapi di sini ia pernah kalah satu kali?"


"Apakah kita di perbolehkan menggunakan sihir?"


"Tidak Danny, ini khusus tentang adu kekuatan di sebuah arena khusus, kau harus murni menggunakan kekuatan tubuhmu yang sebenarnya, lagipula seluruh tempat di sini telah di netralkan dari seluruh aliran sihir."


"Maksudmu kita benar-benar tidak bisa menggunakan sihir?"


Vincent mengangguk, "Tidak perlu memaksakan diri juga kok, yang paling penting adalah keselamatan dirimu sendiri saja Danny."

__ADS_1


"Baiklah, aku menantikan kompetisi ini, hehe ...."


Brock masih terdiam mendengar pembicaraan mereka berdua, ia hanya bisa menyimak tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


***


Akhirnya kompetisi pun dimulai, Danny adalah petarung ke 1001 yang akan memulai debutnya minggu ini, kebetulan Vincent dan Brock akan menjadi supporter untuknya.


Pertarungan diadakan di sebuah ruangan khusus, mirip gedung olahraga yang luas, di sana ada banyak tempat bertarung yang di bagi-bagi, total ada sepuluh tempat untuk bertanding di sana.


Meskipun jumlah petarung totalnya seribu, namun tidak serta merta semua petarung benar-benar ikut dalam kompetisi ini, namun yang tidak mengikuti pastilah mendapat sanksi untuk posisi urutannya nanti.


"Nah, Danny kau lihat keriuhan ini? kau bukan Introvert kan? Kau bisa mengatasi ini kan?"


"Vincent, apa itu Introvert?"


"Ah sudah, lupakan saja, kini fokuskan dirimu untuk bertarung! Jangan memaksakan dirimu! Tetapi usahakan menang!" ujar Vincent sembari memegang pundak Danny, ia ingin memberikan dukungan moral padanya, karena sesaat lagi keriuhan yang lebih besar akan tiba.


Kemudian muncullah suara seperti pemandu acara dalam kompetisi itu.


"DANNY VS QUAN CHO."

__ADS_1


"READDDY ..."


"FIGHT!"


__ADS_2