
"A- anda berdua adalah dewan Kerajaan Timur?" Vincent tidak bisa menyembunyikan rasa kagetnya, perasannya memang benar, kedua orang ini memang bukanlah orang biasa.
"Ya, aku adalah Ther, dan yang disebelahku adalah Cleus," Bapak berpenampilan biasa itu menunjuk pada seorang temannya dengan janggut dan kumis yang tebal, terlihat seperti lemas namun memang sekali lagi, tidak sepenuhnya benar begitu.
Kedua orang tua ini adalah bawahan langsung dari sang raja wilayah timur ini, dengan kata lain mereka berdua adalah orang hebat, yang ikut campur segala urusan wilayah ini.
Ther dan Cleus masih merasa penasaran akan apa yang dikatakan oleh gadis muda tadi, sebuah nama yang sudah lama tidak didengar namun tidak pula dilupakan oleh mereka.
Sreg!
"Lapor Tuan Ther Tuan Cleus! Ancaman bahaya di kota sudah tidak ada lagi, para warga sudah pergi ke tempat yang aman, kita bisa mulai perbaikan tempat yang rusak!"
Entah dari mana atau memang Brock, Vincent, Patricia dan gadis kecil itu tidak menyadarinya, mereka agak terkejut mleihat seorang prajurit kota berbaju zirah besi tiba-tiba muncul dan memberikan laporan pada kedua orang penting ini.
"Baiklah lakukan pembersihan dan perbaikan, usahakan utamakan keselamatan warga dan siap siaga apabila ada hal yang serupa terjadi ...." Ther memerintahkan prajurit itu.
__ADS_1
"Ah, gadis kecil? Apakah anda kehilangan ibumu? Saya sendiri yakin ada seorang ibu yang sedang mencari anaknya bersama dengan yang lain di tempat yang aman." Prajurit itu menyadari ada seorang gadis kecil yang nampak ketakutan di sana.
"Oh, begitukah? Adik kecil kamu bisa bertemu dengan mama-mu di tempat yang aman, ikutlah bersama dengannya." Ther mengajak bicara gadis kecil itu yang masih nampak ketakutan.
"Hey, bukankah itu bagus? Kamu akan bisa segera bertemu ibumu, pergolah bersama tuan yang baik ini, jangan takut." Patricia mengelus dan memberikan keyakinan pada gadis kecil itu.
Akhirnya gadis kecil itu mengangguk kecil dan memutuskan untuk mengikuti prajurit kerajaan itu, prajurit itu memegang tangan gadis kecil dengan hati-hati.
Ketika di engah jalan, gadis kecil itu menoleh dan melambaikan tangannya pada Patricia dan mengucapkan terima kasih padanya.
"Nona, tadi ... anda bilang memiliki seorang teman yang bernama Danny?" tanya Cleus sembari mengelus janggut yang panjang dan agak beruban itu.
Perkataan santai dan berat dari seorang bernama Cleus ini sedikit mengejutkan Patricia, namun akhirnya ia mempersiapkan diri untuk menjelaskan semuanya dan berusaja untuk tidak gugup karena berhadapan dengan orang penting seperti mereka berdua.
Ther dan Cleus mendengarkan penjelasan Patricia dengan seksama, dan diakhir penjelasan itu mereka bisa menarik satu kesimpulan.
__ADS_1
"Danny, akhirnya dia kembali." Ther sedikit tersenyum.
Sontak perkataan sang dewan itu membuat Patricia dan yang lainnya bingung mengapa Tuan Ther berbicara seolah ia mengenal Danny?
Ther melihat wajah penasaran akan para pendatang yang baru saja masuk kotanya itu, dari raut wajah mereka seolah mengatakan bahwa memang ia harus menjelaskan mengapa ia berkata seperti itu.
Akhirnya ia menjelaskan alasannya mengapa ia bisa yakin dan berkata seolah ia mengenal salah seorang dari teman mereka yaitu Danny.
Patricia dan yang lainnya menyimak penjelasan yang dikatakan oleh Tuan Ther itu, dan pada akhirnya mereka cukup terkejut.
"Danny adalah warga kerajaan timur?!" Patricia kaget.
"Ia membantu menghentikan penggulingan kerajaan timur beberapa waktu lalu?!" Brock tidak kalah kaget dari Patricia tentunya.
"Danny punya kekuatan unik dan memiliki aura tidak biasa?! Ah ... sepertinya itu tidak terlalu aneh." Vincent yang pada awalnya merasa terkejut berakhir dengan komentar yang biasa saja.
__ADS_1
"Kau bilang Danny sedang bertarung dengan orang jahat yang menyerang kota ini, lalu di mana mereka bertarung?" Ther penasaran akan hal ini, belum sempat ia dan yang lain bertemu dengannya, sudah ada kejadian yang tidak menyenangkan terjadi.