
"Ada apa dengan Vincent? Bukankah seharusnya dia sudah kembali sekarang?" Danny menengok keluar mengarahkan pandangannya ke sekeliling area dekat kereta kuda itu, ia penasaran mengapa setelah sekian lama temannya yang merasa tidak enak badan itu belum kunjung kembali juga sampai saat ini.
"Hm?" Brock malah sibuk memakan roti yang berukuran cukup besar di sana, kebetulan di tempat duduk mereka di kereta dagang ini memang banyak makanan dan minuman yang mereka bisa makan bilamana membutuhkan, dan ternyata Brock lebih menikmati makanannya itu dibanding dengan menanggapi pertanyaan Danny tadi.
"Mungkinkah dia masih merasa tidak enak, jadinya dia belum merasa mau untuk kembali?" Pada akhirnya Patricia menanggapi pertanyaan Danny tadi, responnya yang biasa itu tidak benar-benar membantunya mengetahui alasan sebenarnya mengapa temannya butuh waktu lama di luar sana.
Danny kemudian bergegas turun dari kereta dagang itu, karena memang ia tidak bisa hanya menduga-duga saja akan apa yang terjadi pada temannya itu.
"Mau kemana Danny?"
"Ah, aku mau mengecek keadaan Vincent, barangkali aku bisa membantunya mengatasi masalahnya itu."
"Aku ikut."
Patricia bergegas turun juga menyusul Danny yang memutuskan untuk mencari Vincent, mereka berjalan di sekitaran area tebing namun tidak menemukan siapapun di sana.
Kemudian mereka terus berjalan dan terus menyusuri area itu, mereka melihat berbagai pepohonan besar sedikit menanjak dan berbatu di sana memang agak berjarak dengan kereta kuda Tuan Housen, dan mereka pikir Vincent berada di sana saat ini.
Tidak lama kemudian tanpa ada alasan yang jelas dan sumber yang jelas, Danny mencium bau-bau seperti sesuatu yang terbakar, bukan bau makanan enak seperti yang biasanya diharapkan kebanyakan orang, lebih kepada suatu benda yang tidak bisa dijelaskan yang terbakar.
"Kau mencium sesuatu Patricia?" Danny memastikan akan apa yang ia hirup melalui hidungnya adalah suatu hal yang terbakar atau bukan.
"Seperti sesuatu yang terbakar." Dan Patricia sependapat dengan Danny, ia juga mencium bau yang sama di mana ada hembusan-hembusan asap tidak terlihat namun menimbulkan bau yang cukup terasa.
__ADS_1
Danny tidak tahu apa pastinya sesuatu yang tidak terbakar itu, ia juga tidak melihat apapun yang aneh sebelum ia mengarahkan pandangannya dengan teliti pada setiap pohon besar yang dilihatnya itu.
"I-itu?!"
Sebuah tangan sedikit kemerahan dipenuhi luka bakar terlentang dibalik salah satu pohon besar di sana, begitu mengetahui ini dengan tidak pikir panjang lagi Danny bersegera berlari untuk memastikan tangan siapa yang terlentang itu sebenarnya.
Beberapa saat kemudian Danny sampai di balik pohon besar di mana ia melihat sebagian tangan yang terlihat terluka bakar itu, dan ia tidak dapat percaya dengan apa yang tengah dilihatnya saat ini.
Raut wajahnya berubah dengan cepat mengetahui orang yang tergeletak di bawah penuh dengan luka bakar ini adalah orang yang ia cari karena dia tidak kunjung kembali ke kereta dagang itu.
"Yang benar saja?!"
Patricia yang cukup tertinggal karena Danny tiba-tiba berlari dengan cepat itu akhirnya bisa menyusulnya dan melihat apa yang temannya lihat saat ini.
Danny tidak mengerti mengapa bisa-bisanya ia menemukan temannya yang tidak sadarkan diri dibalik pohon besar ini, apa yang sebenarnya terjadi padanya? mengapa ia bisa terluka seperti ini?
Danny kemudian mengecek detak jantung Vincent, ia tidak bisa membayangkan apabila temannya itu kembali harus mengalami hal yang sama seperti yang dialaminya dulu.
Perlahan namun pasti, Danny mendengar detak jantung, meskipun lemah namun ia masih bisa merasakannya, Danny pun melihat bagaimana luka temannya itu terlihat, tidak terlihat baik-baik saja dan tidak bisa dibiarkan begitu saja.
Mau bagaimanapun juga ini terkesan aneh, mengapa tadi ia merasa tidak enak badan lalu tiba-tiba ia mengalami semua ini? Danny tidak mengerti saat ini, namun yang pasti temannya harus segera ditangani lebih dahulu.
"Patricia kau bisa menyembuhkannya bukan?" Danny berharap pada Patricia yang memang hanyalah satu-satunya dalam anggota perjalanannya yang bisa memiliki sebuah kemampuan penyembuhan, dan berharap semoga saja Vincent bisa kembali ditolong olehnya.
__ADS_1
"A-aku merasakan hawa kehidupan yang lebih besar dibanding ketika kita di hutan dulu, sebaiknya kita bawa Tuan Vincent dan aku akan memulihkannya begitu mendapatkan air dari Tuan Housen." Patricia juga tidak mengerti mengapa hal ini bisa terjadi, namun ia ikut juga menyimpan rasa penasarannya itu karena memang hal itu bisa ditanyakan padanya langsung.
Seketika itu juga Danny mencoba untuk menggendong tubuh Vincent yang sudah tidak berdaya itu, ketika mengenai punggungnya, Danny bisa merasa luka bakar yang dialami temannya itu masih basah dan terkesan mudah sekali untuk menjadi lebih buruk dibanding yang sekarang ada, ia berusaha untuk berhati-hati menggendongnya dan dengan cepat juga memberitahukan ini pada Brock dan Tuan Housen.
Beberapa saat kemudian Danny sudah sampai di sekitaran kereta dagang itu, meletakkannya di tanah yang tidak berbatu, tidak ada pilihan yang nyaman selain ini, namun ia harap Vincent dapat bertahan selagi pertolongan akan diberikan
Patricia bersegera berjaga di samping Tuan Vincent, ia merasa yakin luka luar yang terlihat kurang bagus ini tidak lebih parah dibanding luka dalam yang telah dialaminya sebelumnya, optimis bahwa ia pasti bisa mengembalikan kondisinya seperti semula.
Danny bergegas menemui Tuan Housen dan menceritakan mengenai apa yang ia lihat tadi, dengan respon cepat Tuan Housen segera memberikan sebotol air segar padanya yang kebetulan itu ada stok di ruang kemudinya itu.
Setelah mendapatkan botol itu Danny dengan cepat memberikannya pada Patricia dan menyerahkan urusan penyembuhan itu padanya sepenuhnya, ia berharap temannya itu bisa kembali seperti semula.
Danny kemudian hendak memberitakan kejadian ini pada Brock, supaya Brock yang sebagai teman terdekat dari Vincent itu tahu keadaannya saat ini.
"Brock, Vincent ...." Danny mengabarkan ini dengan suara yang lemas dan masih tidak percaya akan apa yang terjadi itu, berat baginya memberitahukan keadaan Vincent yang seperti ini pada Brock, dan tidak bisa membayangkan apa reaksinya ketika mendengar hal ini.
"Zzzzzz."
Brock tengah tertidur setelah memakan roti besar tadi, dan sama sekali tidak bisa dibangunkan hanya dengan menggunakan suara saja, bahkan suara keras sekalipun.
"Oh." Pada akhirnya Danny tidak jadi memberitahukan Brock soal keadaan Vincent karena memang ia tidak mau mengganggu tidur temannya itu.
Danny akhirnya kembali melihat bagaimana usaha Patricia memulihkan kembali luka yang dialami temannya itu, dan seperti yang biasa terjadi aura hijau sudah terlihat dari padanya yang berarti penyembuhan sedang bekerja padanya.
__ADS_1
Tuan Housen pun ikut melihat bagaimana kondisi Vincent saat ini, dirinya pun tidak mengerti mengapa bisa-bisanya seorang yang sudah meminta izin padanya untuk diam sejenak di area ini tiba-tiba ditemukan dengan kondisi seperti ini.