
DRRTTTT....
Kekuatan aura gelap iblis itulah yang membuat tanah bergetar hebat, seperti gempa bumi.
Panah yang ada di depan wajahnya berubah jadi abu hitam, bahkan kekuatan gelapnya itu bisa menjadi pertahanan yang sangat efektif.
Danny dan yang lainnya berada di posisi waspada, bersiap untuk kemungkinan serangan yang bisa saja dilancarkan iblis perempuan ini.
Namun beberapa saat kemudian, getaran yang terjadi mereda dan aura kekuatan gelap iblis itu kembali normal.
Apa dia ini hanya pamer saja?
Danny tahu kekuatan gelap adalah kekuatan yang berada di atas semua jenis sihir yang ada di dunia ini, jadi tidak heran kekuatannya bisa membuat seluruh area padang pasir jadi bergetar hebat.
‘Olivia....’ Danny terdiam berpikir, benarlah dugaannya kalau-kalau iblis perempuan itu punya hubungan dengan Victoria.
‘Dia tahu sesuatu tentang Shea.’ Sulit untuk mengakuinya, namun pada akhirnya itu menunjukkan bukti rekan lamanya itu bergabung dengan iblis.
Tentu saja iblis lain tahu soal apa yang dilakukan sang setengah elf itu.
‘Ini belum berakhir.’ Danny tahu waktu semakin sempit, dan para iblis tidak mungkin memberi kelonggaran dalam rencananya itu.
Waktu terlalu berharga untuk dibiarkan begitu saja, tidak ada yang bisa memutar kembali waktu yang sudah terlewat.
Bahkan ras iblis pun tahu akan hal ini.
Sementara itu Danny fokus ke dalam dirinya sendiri, memastikan tubuhnya tidak menipunya.
Pada akhirnya Danny masih penasaran mengapa ia bisa menggunakan kekuatan batu permata mulia tanpa efek samping yang menyusahkan.
Bisa saja karena itu reaksi tubuhnya yang mengabaikan segala rasa sakit yang ada, dan Danny masih berekspektasi ia akan mengalami efek sampingnya juga.
Namun pada akhirnya sampai sekarang pun Danny masih belum merasakan apapun.
Apakah efek sampingnya itu benar-benar tidak akan dirasakan sampai waktu yang lama?
Danny tidak tahu kemungkinan apa yang terjadi nantinya, namun pada akhirnya ia tidak mungkin terus memikirkan hal ini.
Tidak, terlebih saat ada musuh yang kembali muncul.
‘Hawa kekuatannya hebat.’ Tidak dapat dipungkiri itulah yang Danny rasakan, yaitu hawa kekuatan iblis perempuan bernama Olivia itu tidak jauh berbeda dari iblis perempuan yang pernah dihadapinya dahulu sekali.
Inikah perbedaan kekuatan antar guru dan murid? Bukankah seharusnya ada jarak di antara kekuatan mereka?
Itulah yang Danny pikirkan, namun pada akhirnya itu adalah kejadian yang sudah lama dan tentunya tidak akan relevan dengan sekarang.
__ADS_1
Entah apa yang sudah dilalui iblis perempuan itu, tentunya seiring dengan berjalannya waktu ia bahkan kini bisa menyamai kekuatan gurunya sendiri.
“Kau mencari rekanmu?” Tanpa bisa disangka siapapun Arthur tiba-tiba mengajukan pertanyaan.
“....” Iblis perempuan bernama Olivia itu terdiam.
‘Benar juga, pasti ada alasan mengapa dia muncul sendirian.’ Danny jadi terpikir akan hal ini.
Jika saja iblis itu berencana muncul di sini, tentu dia bisa mengajak iblis kuat lain yang bisa membantunya. Namun dia muncul sendirian di tempat ini.
Apa mungkin dia begitu percaya diri dengan kekuatannya?
Ataukah ada alasan lain dibalik kemunculannya sekarang?
Perlahan namun pasti bibir mantan ksatria suci itu naik ke atas. “Sayangnya kau terlambat.”
Entah mengapa tanpa jawaban yang jelas pun, Arthur langsung bisa menyimpulkan dengan percaya diri.
Danny tidak heran dengan analisis kuat Arthur, mengingat dia adalah seorang berpendidikan tinggi, melihat ekspresi wajah dan gerak-gerik seseorang atau makhluk apapun, kemudian menyimpulkan sesuatu bukanlah hal yang sulit baginya.
“Kau tidak akan bisa menipuku.” Olivia tidak percaya dengan apa yang didengarnya. Untuk apa percaya pada seorang manusia sepertinya?
“Kau tidak perlu percaya.” Arthur semakin terlihat percaya diri.
DDDRRRRR!
Bagai suara dentuman dari jauh, mengingat betapa bergemanya suara yang terdengar itu.
“Kalian dari Kerajaan Barat bukan?” Olivia memecah perhatian orang-orang sembari tersenyum kecil.
“....” Arthur terdiam, ia juga mendengar jelas bagaimana suara dentuman itu berasal dari arah barat.
“Cecilia,” gumam Danny spontan, entah mengapa ia bisa merasakan kekuatan dari rekan lamanya, dari arah yang cukup jauh.
‘Dia menyerang Kerajaan Barat?’ Danny tidak percaya dengan apa yang ada di pikirannya, tapi aura kekuatan besar dari rekan lamanya itu terasa sampai kemari.
“Kalian tidak mau jadi saksi atas kehancuran negeri sendiri?” Olivia mengangkat satu tangannya, menyinggung para manusia, terutama yang berasal dari Kerajaan Barat.
“Arthur, berapa lama lagi kita bicara?” Worther menggeleng-gelengkan kepala dan mengayun-ayunkan kapak besar kebanggannya.
Kepalanya terasa panas mendengar ocehan iblis yang ada di depannya itu, rasanya akan lebih baik bilamana ia menghantam sesuatu sekarang.
“....” Danny melihat dengan seksama bagaimana reaksi Arthur yang terdiam sekarang.
Rencana iblis berjalan lebih cepat daripada yang dibayangkan siapapun.
__ADS_1
“Serahkan padaku Tuan....” Danny langsung mengatakan apa yang ada dalam pikirannya.
“Aku tahu siapa yang menyerang itu,” Danny menambah penjelasannya.
Arthur terdiam mendengar tawaran Danny, sebagai seorang yang tinggal dan tumbuh di Kerajaan Barat, rasanya sulit untuk tetap tinggal di sini.
Seolah kakinya memaksanya untuk pergi dan melihat bagaimana keadaan daerah barat, namun tertahan oleh pikirannya sendiri.
Kini hanya ada tiga pilihan yang bisa diambil, melawan iblis itu di sini atau mundur dan pergi ke daerah Kerajaan barat yang sedang diserang.
Pilihan kedua terdengar paling masuk akal bagi para mantan anggota ksatria suci itu.
Pilihan terakhir terdengar sulit, namun pada akhirnya itu sesuai dengan kedengarannya. Danny menawarkan solusi di mana ia yang akan berurusan dengan siapapun yang menyerang daerah Kerajaan Barat.
“Tuan percaya padaku?” Danny menatap Arthur dengan penuh arti.
“....” Arthur terdiam sejenak, rasanya ingin sekali ia meninggalkan tempat ini segera, mengingat untuk inilah ia ada, yaitu melindungi daerah tempat asalnya sendiri.
Pada dasarnya keberadaan ksatria suci memang untuk melindungi daerah Kerajaan Barat dari bahaya apapun, Arthur tahu betul akan hal ini.
Namun kini ia bukanlah ksatria suci lagi dan kewajibannya itu sudah tidak berlaku lagi.
Tidak berhenti di situ, meski ia bukanlah ksatria suci lagi namun tetap tidak baik-baik saja membiarkan daerah asalnya diserang.
Jadi apa yang harus dilakukannya sekarang?
Danny tidak memaksakan kehendaknya, ia akan menerima apapun keputusan Arthur.
Lagipula ini hanyalah saran darinya saja, tidak harus sesuai dengan apa yang dimintanya.
Jikalau Arthur tidak setuju pun, Danny yakin dia juga mampu mengatasi urusan apapun yang ada di daerah asalnya.
Satu-satunya alasan mengapa Danny ingin pergi ke sana adalah memang karena ia harus menghentikan rekan lamanya itu.
‘Aku tidak mau ragu lagi.’ Danny menguatkan tekadnya, karena hanya itulah yang bisa dilakukannya.
“Hm.” Arthur mengabaikan keinginan terbesarnya dan kemudian mengangguk kecil.
“Pastikan kita bertemu lagi.” Arthur menekan keinginannya meski terasa salah, namun di saat seperti ini ia harus percaya pada rekannya sendiri.
Jikalau Danny sudah mengatakan hal itu, maka sudah pasti dia tahu siapa yang akan dilawannya dan bisa menyusun strategi lebih baik.
Saling menghargai dan memercayai adalah hal yang utama di saat sekarang.
“Semoga beruntung.” Raven mendekati Danny dan kemudian aura gelap seperti bayangan hitam menyelubungi mereka dan menghilang, meninggalkan ke-empat ksatria suci yang ada di tempat ini.
__ADS_1
*