
Dan ketika mendengar hal ini raut wajah Vincent mulai menjadi tidak biasa, ia tiba-tiba mengingat ke belakang bahwa memang dirinya itu sudah disembuhkan dan dipulihkan oleh Patricia beberapa kali, kini keadaan orang yang telah membantunya seperti ini, tentu saja ia merasa bersalah.
"A-apa ini karena aku yang berkali-kali disembuhkan olehnya?" Nada bicara Vincent terdengar bergetar, dan melihat raut wajahnya menjadi serius dan cemas seperti itu membuat suasana berubah dengan cepat juga.
Danny yang mendengar apa yang dikatakan Vincent tentu tidak setuju, keadaan Vincent yang berada dalam bahaya selama beberapa kali tidak dalam hitungan menyusahkan Patricia, malahan ia harus dibantu dengan cara apapun juga karena satu-satunya cara yang ada hanyalah dengan kemampuan penyembuhan Patricia.
"Bukan begitu, kita tidak pernah tahu akan situasi yang akan terjadi, apa yang telah Patricia lakukan untuk kita memang adalah kemauannya dan kita beruntung memiliki seorang yang memiliki kemampuan penyembuh sepertinya," ujar Danny.
"Dia melakukan apa yang dia bisa demi membantu kita, menyalahkan diri sendiri karena dia memutuskan membantu menyembuhkan kita bukanlah hal yang tepat untuk dilakukan Vincent." Danny berusaha untuk menenangkan Vincent yang rasanya telah membuat keadaan Patricia jadi seperti itu sekarang.
Vincent sadar, apa yang dikatakan oleh Danny memang benar, situasi yang menyebabkan dirinya bahaya bukanlah hal ada dalam kendalinya, seharusnya ia bisa lebih bersyukur lagi karena memang ada seorang yang mau untuk memulihkannya.
"Tidak usah khawatir, dia akan segera membaik.", Danny menjamin hal ini, teman perempuannya itu pasti bisa segera pulih seperti sedia kala, jadinya Vincent tidak perlu lagi khawatir berlebihan seperti itu.
"Yang dikatakan Danny itu benar Vincent, gadis itu berusaha untuk membantu kita sebagai tim, jangan merasa bersalah karena dia berusaha melakukan hal yang baik padamu." Brock ikut pula mendukung Vincent agar tidak terlalu memikirkannya.
"A-ah, kalian benar, aku harusnya berterima kasih padanya karena mau untuk memulihkan keadaanku ...." Vincent akhirnya mengerti ia tidak perlu lagi menyalahkan dirinya sebagai akibat dari kondisi Patricia saat ini.
"Karena kondisinya seperti itu, kuserahkan dia padamu Danny!" ujar Vincent sembari mengangkat jempolnya ke arahnya sambil berkedip pada salah satu matanya.
"Apa?" Tentu saja Danny heran dengan apa yang dikatakan Vincent sebelumnya, dan sama sekali belum mengerti akan apa maksudnya.
__ADS_1
"Ya, Danny kau harus merawatnya sampai dia membaik kembali." Brock mengangguk-angguk setuju dengan apa yang dikatakan temannya itu, dan lagi-lagi maksud dari semua ini sama sekali membuatnya penasaran.
"Hah? Kita akan menjaganya sama-sama sampai dia membaik kembali." Tentu saja Danny menyetujui agar Patricia bisa kembali sehat seperti sedia kala, namun apa-apaan dengan penyerahan tugas seperti ini?
"Yah, jika sudah selesai kalian bisa langsung ke kamar masing-masing." Tuan Housen beranjak dari kursi dan meninggalkan meja makan itu.
"Huaaah!" Vincent meregangkan badannya sembari menguap dengan puas tindakannya ini menunjukkan bahwa dirinya itu tidak lama lagi akan segera ke kamar untuk beristirahat.
"Hoam, aku mau tidur malam, biasanya aku bergadang namun saatnya aku merubah kebiasaanku itu dulu, sampai bertemu besok Danny." Vincent meninggalkan kursinya dan meninggalkan dua orang yang tersisa di sana.
"Jangan terlalu banyak khawatir Danny, aku tahu kau sendiri juga khawatir dengan kondisi temanmu itu, percayalah apa yang kau yakinkan pada kami akan terjadi." Brock memberi nasihat yang baik pada pemuda yang terlihat menyembunyikan kecemasannya itu.
"Mengapa kau bisa tahu Brock?"
Danny sendiri pada akhirnya tidak bisa menyangkal apa yang telah diketahui temannya itu, kecemasan yang berusaha ditutupi pun tidak lagi bisa dilakukan setelah semuanya diketahui.
"Maafkan aku Brock, aku tidak benar-benar mempercayai apa yang telah kukatakan padamu dan pada Vincent juga."
"Tidak apa Danny, yang pasti saat ini temanmu butuh bantuanmu agar dia bisa segera pulih, lakukanlah yang terbaik." Brock menggeser kursinya dan beranjak pula meninggalkan meja makan, dan kini pemuda itu sendirian di meja makan sana.
Danny mengarahkan tangannya menutupi wajahnya sendiri sendirian di meja makan untuk mendinginkan kepalanya dari kekhawatiran yang hinggap dalam dirinya itu.
__ADS_1
Setelah beberapa saat mengambil waktu, Danny meningalkan pula meja makan itu dan bergegas naik kembali ke kamarnya, melihat kembali ke arah kamar Patricia, dan berharap dia baik-baik saja.
Danny membuka gagang pintu kamarnya perlahan, sensasi yang tidak asing ini membuatnya cepat mengenali bagaimana ruangan kamar ini terlihat, sebuah ruangan istirahat sederhana kasur, lemari, kaca, jendela, kursi, dan meja kecil, begitulah isi singkat dari ruangan ini.
Danny merebahkan tubuhnya di atas kasur, memikirkan bagaimana latihannya nanti tidak membuatnya jadi lebih baik, seperti yang dikatakan Tuan Housen awal padanya, ada hal-hal yang perlu diutamakan terlebih dahulu, dan kali ini adalah menunggu kondisi Patricia untuk pulih seperti biasanya kembali.
Danny menghadapkan wajahnya dengan dalam pada kasur yang empuk itu, ada hal-hal yang telah terjadi dan sepertinya itu membuatnya berpikir kembali dalam situasi seperti ini.
Patricia adalah satu-satunya rekan yang bisa menyembuhkan aku dan teman-teman lain, namun tidak seharusnya kami terus mengandalkan dirinya tanpa mempertimbangkan batas kekuatan kemampuannya.
Danny mulai berpikir akan suatu cara lain yang bisa digunakannya untuk membatasi kekuatan kemampuan Patricia agar hal serupa tidak terjadi lagi.
Dan satu hal lain yang bisa dilakukan adalah, menggunakan barang yang bisa untuk menyembuhkan dan memulihkan luka selama mereka dalam perjalanan.
Potion! Ya, belakangan ini aku tidak terpikirkan membeli potion ketika berada di kota! Astaga seharusnya menyimpan beberapa adalah hal yang penting untuk dilakukan!
Ah, benar juga ketika di kota dan beristirahat di penginapan' kan biayanya ditanggung oleh Tuan Housen, rasanya meminta lebih tidak enak juga.
Danny memikirkan bahwa mereka harus mempunyai stok di mana berbagai potion yang sekiranya bisa membantu dalam perjalanan, barang seperti ini tidak mudah ditemui, terkadang hanya ada di kota besar atau kota yang sekiranya ramai dan banyak toko di sana.
Semoga dengan rencananya ini ia bisa lebih lagi peka akan keadaan temannya itu, dan terlebih lagi mencegah mereka untuk mengeluarkan kekuatan diluar batas, bahkan kondisi diri sendiri juga tidak kalah penting dengan orang yang akan dibantu.
__ADS_1
Malam yang terasa melelahkan itu akhirnya membuat Danny beristirahat dengan perlahan, yang pasti ia selalu berharap akan adanya hal baik yang terjadi terutama agar temannya, Patricia bisa pulih kembali.