
Vincent masih berdiri di sana, ia melihat sekujur tubuhnya masih terluka dan kurang terlihat begitu baik, namun ia memutuskan untuk menguatkan tekadnya berdiri kembali di sana menunggu musuhnya yang bisa menyerangnya kapan saja itu.
Vincent pikir ini adalah situasi terdesak yang kesekian kali dialami olehnya, selama ia masih berada di sel penjara ia sudah terbiasa dengan keterdesakan karena ia sudah ratusan kali ikut pertarungan fisik antara orang-orang yang di penjara juga bersama dengannya.
Namun perbedaannya adalah bahwa memang Vincent merasa kondisinya ini bisa lebih buruk dari yang saat ini dialaminya, dan lagi tidak ada satu orang pun yang bisa menolongnya untuk mengalahkan makhluk itu dan kembali ke dunia nyata, hal itulah yang benar-benar terpikir olehnya selama ini.
Yang memang ia dari tadi hanya bisa berbicara sendiri dengan kemampuannya sendiri Prediction Master, setidaknya ia bisa mengetahui ternyata dirinya memiliki suatu kemampuan di samping kekuatan sihirnya yang memang ia hanya bisa menggunakan sihir api itu.
Vincent merasa batasan dirinya hampir dilewatinya, ia merasa lemas dan kesakitan karena luka yang telah dibuatnya sendiri itu, dan karena keputusannya itulah ia menjadi terdesak saat ini.
Dan benar saja tidak lama kemudian Vincent melihat seorang berwajah merah dengan tatapan yang sangat serius, berpakaian hitam dengan potongan besi di beberapa bagian badannya, yang tidak lain tidak bukan adalah iblis yang tengah ia hadapi itu.
Akhirnya aku bisa melihatnya, wujud yang sebenarnya dari makhluk jahat itu, pakaian hitam kelam dan raut wajahnya yang seperti itu membuatku merasa tetap ingin menghajarnya.
Vincent saat ini tahu bahwa memang Tifee adalah iblis perempuan yang memiliki kekuatan fisik yang luar biasa, serangan cepat dan kuatnya itu bukanlah hal yang bisa diabaikan, hanya dengan lengah saja maka semuanya akan berakhir dengan mudah.
Dan sampai saat ini Vincent belum melihat apa yang bisa makhluk iblis ini lakukan lagi selain mengubah tempat dengan kemampuan (Trap)Destiny-nya dan kekuatan fisik yang begitu kuat.
Dan setelah beberapa saat berhadapan dengannya Vincent menduga bahwa kemampuan PreDestiny milik iblis bernama Tifee itu tidak muncul, sepertinya saat ini dia hanya bisa menggunakan satu kemampuan saja, yaitu hanya mengubah tempat menjadi tempat buatan yang diinginkannya, tidak dengan memprediksi beberapa waktu ke depan.
Karena Vincent tidak melihat dan merasa iblis itu ikut juga memprediksi beberapa waktu ke depan, malahan ia saat ini lebih menonjolkan kekuatan fisik dan kemampuannya yang lain itu.
Tidak berapa lama kemudian Vincent menyadari sesuatu, entah hanya perasaannya atau memang benar terjadi, ia merasa air yang ada di tepian pantai ini berubah warna, ia menyadarinya ketika sekilas melihatnya.
__ADS_1
Warna air yang seharusnya biru itu berubah menjadi kemerahan dan tidak lama kemudian menjadi merah sepenuhnya, bahkan seperti ada percikan api di dalam air itu.
Dan suasana siang hari tiba-tiba perlahan berubah menjadi redup, agak gelap sampai menjadi gelap seluruhnya, dengan kata lain waktu di tempat tepi pantai tempat Vincent berdiri ini berjalan begitu cepat sampai-sampai dari siang menjadi malam seketika.
Dan ketika Vincent melihat area sekitaran pantai itu sudah menjadi gelap, ia menengadah ke atas, melihat sesuatu yang bercahaya terang berbentuk bulan, dan di situlah keanehan lain dilihatnya.
Mengapa bulannya berwarna merah?
Beberapa keanehan ini tiba-tiba terjadi di tempat itu, yang tiba-tiba Vincent bisa memikirkan mengapa semuanya bisa terjadi seperti itu.
Kemampuannya, (Trap)Destiny, dia pasti merencanakan sesuatu dengan kemampuan itu.
[Kau benar, dia bisa merubah tempat, struktur benda, objek atau atau apapun sesuai dengan keinginannya sendiri dan ia benar-benar melalukannya saat ini]
Air laut yang merah pun perlahan berubah menjadi kemerahan dan terasa panas ketika air berwarna merah itu mendekati tubuhnya itu, karena memang Vincent berada di dekat tepi pantai hingga air laut pun sering mengenai kakinya itu.
Air ini?! Jangan-jangan seluruh lautan ini berubah menjadi air panas?! Atau mungkin lebih buruk dari itu?!
[Pernyataanmu yang terakhir benar, saat ini yang kita lihat di air laut ini bukanlah air laut biru biasa yang menyejukkan, bukan pula air panas yang biasa saja ... ini adalah lava!]
La-va?! Yang biasanya ada di gunung?! Yang suhunya mencapai 700-1200°C?! Mengapa bisa-bisanya dia mengubah air laut menjadi sekumpulan lava?!
Astaga!
__ADS_1
Vincent melihat ombak yang menggulung di laut itu adalah sekumpulan lava yang benar-benar panas, bahkan dari jarak yang jauh ia bisa merasakan begitu panasnya cairan ini.
Vincent segera bergegas menjauh dari tepi pantai itu, namun anehnya ketika hendak menjauhi area itu ia seperti terbentur sesuatu yang keras, seperti dinding namun tidak bisa dilihatnya.
Penghalang?! Benar juga mengapa bisa-bisanya aku berpikir bisa lari dari tempat ini?! Tempat ini adalah dunia buatannya sendiri yang bisa diaturnya sesuka hati! Astaga!
Vincent sadar mana mungkin dia bisa melarikan diri dari tempat yang dibuat oleh kemampuan musuhnya itu? Saat-saat ini ia merasa ingin meninggalkan area ini namun sekali lagi hal itu tidak mungkin dilakukannya.
Pasti- pasti ada suatu cara untuk mengatasi ini 'kan?! Aksi kerenku tidak seharusnyai berakhir di sini! Pasti ada suatu cara tersembunyi untuk menghadapi keadaan seperti ini!
Vincent tidak menduga situasi kembali berubah demikian cepat, dan sayangnya bukannya semakin baik malah ke arah sebaliknya; saat ini ia bingung harus mengatasi ini dengan cara bagaimana.
Sial! Mengapa aku mencium bau-bau keputusasaan di sini?! Mengapa bisa-bisanya perasaan itu lebih kuat dari tekadku?!
Vincent sadar ternyata ia saat ini sudah melihat dan merasakan begitu luar biasanya kekuatan iblis yang dihadapinya itu, semuanya jauh melebihi perkiraannya dan terlebih lagi dia tidak bisa berbuat apa-apa lagi kali ini.
[Mengapa kau berpikir seperti itu Vincent?]
Hah?! Apa yang kau katakan diriku sendiri?! Tidakkah kau bisa melihat keadaan kita sekarang? Lihat di laut ada lava yang sangat panas dan bahkan aku masih merasa luka karena panas tidak mau jadi lebih panas lagi karena hal ini.
Kenyataan terburuknya adalaha aku bisa terbakar di sini! Karena panas itu sekujur tubuhku melepuh dan bisa menghancurkan diriku dengan mudah, kau pikir dalam situasi seperti ini aku bisa merasa tenang?!
Vincent yang diambang keputusasaan karena ia sudah melihat kekuatan yang begitu besar yang menaklukannya itu, ia merasa sudah melakukan segala sesuatu untuk menghambat iblis itu, dan rasanya saat inilah adalah batasannya, pada akhirnya ia hanya bisa sadar akan kekuatan iblis yang begitu kuat dan tidak terkalahkan.
__ADS_1
Aku ingin sekali berpikir positif dan mengalahkan makhluk jahat itu, namun apa-apaan situasi ini?! Apakah aku tidak bisa menghambatnya sedikit lebih lama lagi?!