
SRAAAK!
Raven terganggu melihat akar yang tetap saja melilit Danny meski sudah mengeluarkan ledakan energi sekalipun.
Bukankah seharusnya dengan ledakan energi besar, segala serangan musuh juga dihancurkannya? Dengan begitu pasti akan terlihat keren.
"HA!" Shea juga lompat dari atas sangat cepat, sementara banyak akar pohon ajaib mengikutinya dari belakang.
"Jangan lupakan aku!" Raven melesat juga mengikuti Danny dari belakang. Ia tidak mau menjadi figuran yang tidak berguna.
SRING!
Sorot mata Danny melihat tajam ke depan, sementara aura kekuatannya terus meningkat dratis.
BUM!
"ORYAAAH!" Danny mengerahkan seluruh kekuatannya beradu fisik dengan sang setengah elf.
BAK!
BUK!
Pergerakan mereka berdua tidak masuk akal! Sangat cepat bak kilat yang menyambar di malam hari!
Raven dengan segera ikut juga akan pertarungan itu. Kini dua lawan satu, sungguhlah masih adil.
Mata sang setengah elf itu bergerak ke sana kemari cepat sekali, Membaca serangan kedua musuhnya, bahkan sebelum serangan itu dilancarkan.
SRAK!
GRAK!
"LEBIH CEPAT LAGI!"
Danny bisa merasakan kekuatan alam yang memprediksi setiap serangannya. Membuatnya penasaran apa yang terjadi jika ia selangkah di depan?
SHHHH....
Dengan cepat tubuh Danny mulai mengeluarkan aura kuning yang hebat, membuat kecepatannya meningkat berkali lipat.
BUM!
BAM!
Aura hijau sang setengah elf itu juga meningkat drastis juga. Shea tidak mau kalah.
"MENARIK!" Shea terlihat puas menghadapi lawannya berusaha sekeras ini.
Sang setengah elf itu merasakan ada yang berbeda dari pemuda ini.
Kekuatan sihirnya tidak hanya kuat dari waktu ke waktu, Shea memikirkan ini.
"!?" Terlihat jelas kepercayaan diri Shea memudar, raut wajahnya seolah berkata 'bagaimana mungkin!?'
Bagaimana mungkin pemuda ingusan sepertinya bisa memojokkannya seperti ini?
Padahal kekuatan alamnya adalah yang terhebat! Tidak mungkin ada yang menandinginya!
__ADS_1
"HUH!" Shea kini kelabakan menerima serangan beruntun yang cepat seperti ini, membuatnya harus mengerahkan kekuatan pertahanan alam.
"...." Danny melihat tajam lawannya, terlihat jelas sang setengah elf itu punya pertanyaan dari raut wajahnya.
"APA YANG KAU LIHAT!?" Shea dengan segera melancarkan kekuatan alamnya berupa angin yang kemudian berubah bentuk menjadi pisau kecil transparan.
Tidak bagus bilamana serangan pisau transparan itu mengenainya, sudah pasti akan terjadi yang tidak ingin dibayangkan.
GREP!
Dan lagi-lagi akar Shea menjerat Danny lagi, kali ini tidak hanya pada kakinya, melainkan pada kedua kaki dan tangannya sekaligus lehernya.
SREGH!
"MATI KAU!" Pisau energi alam pasti akan membuatnya binasa! Shea yakin!
Danny mengarahkan tangannya ke depan dan seketika itu juga aura kekuatan coklat membentuk aura pertahanan menyelimutinya.
TRANG!
Tidak ada satupun serangan pisau kecil Shea mengenainya.
Padahal ia sudah mengerahkan kekuatan alam berkali lipat dalam serangan itu.
Kekuatan alam di lingkungan ini sangat mendukungnya, seharusnya serangannya sangat mematikan.
Shhh....
"!" Shea bisa melihat adanya aura gelap di sekitaran tubuh Danny. Kekuatan aura gelap terasa padanya.
"Makhluk HITAM!" Seketika itu juga Shea berbalik ke belakang, namun terlambat, Raven sudah siap dengan pedang kegelapan beraura besar di tangannya.
"NAMAKU RAVEN!"
TRANG!
Kreeettt....
"!" Sorot mata merah itu sedikit membesar.
"Tidak berhasil!?" Padahal Raven sudah mengerahkan semua kekuatan gelapnya di satu serangan ini.
"...." Namun pedang kegelapan itu terhenti tepat di belakang leher sang setengah elf.
Shea memfokuskan seluruh kekuatan alam pada titik belakang lehernya, yang membuat serangan pedang gelap terhenti.
Meski hanya tinggal sedikit lagi saja.
"PENGKHIANAT!" Shea geram, seketika itu juga angin kencang mengenai Raven dan membuatnya harus terhempas ke belakang.
Sementara itu Danny dengan tidak membiarkan kesempatan berlalu begitu saja, ia maju ke depan sangat cepat sekali.
"Pedang Batu Permata Mulia!" Seketika itu juga muncullah cahaya dari tangan Danny, membentuk sebuah pedang cahaya kuat. Ia mengerahkan semua kekuatan batu permata mulia demi serangan ini.
"!" Shea baru saja memfokuskan kekuatannya di satu titik, dengan serangan lawannya ini ia tidak akan sempat menghindar....
JLEB....
__ADS_1
Serangan pedang Danny menusuk tepat dada sang setengah elf.
"...." Danny memandang tajam pada Shea, sementara ingatan masa lalu mulai menyerangnya lagi.
Raut wajah Shea berubah drastis, yang tadinya sangat tajam berubah menjadi kehampaan yang berarti.
Sebuah ekspresi yang tidak disangka ditunjukkan olehnya, yang membuat Danny kena mental.
Ingatan masa lalu menyerang membabi buta. Memaksa Danny mengakui bahwa apa yang dilakukannya salah.
Namun apakah benar begitu?
Apakah perbuatannya ini salah?
Sang setengah elf ini adalah musuhnya, bukankah itu fakta?
"Danny...." Shea menatap Danny dengan pandangan lemah.
Sementara itu Danny sama sekali tidak berubah ekspresinya.
Dia tetap terlihat serius dan tidak peduli dengan apa yang dipikirkannya.
SSRRRR.....
Perlahan namun pasti sang setengah elf ini bercahaya, bukan mengumpulkan aura kekuatan, melainkan kekuatan alamnya menurun drastis.
Pedang yang menusuknya bukanlah pedang biasa, melainkan pedang permata mullia yang sangat kuat sekali.
Dikombinasikan dengan kekuatan gelap dari Raven, terciptalah sebuah serangan mematikan yang hebat.
"Danny...." Shea terlihat bukan dirinya lagi sekarang, nada suaranya lemah, makin mengingatkan Danny pada rekannya dulu.
"...." Danny tidak mengatakan apapun, ia tidak peduli dengan apa yang dikatakannya.
Sebuah momen di mana ia benar-benar mengabaikan apa yang ada di pikirannya.
Tidak ada lagi Danny yang dulu yang ragu. Sekarang ia telah bertransformasi jadi Danny yang baru.
Meski memang menyakitkan rasanya.
Terkadang rasa sakit itu tidak sepenuhnya buruk, melainkan cara melatih seorang agar menjadi pribadi yang lebih kuat.
Dan Danny memilih untuk berubah, perasaan pribadinya tidak penting ketika nasib dunia dipertaruhkan seperti ini.
Tes....
Tes....
Darah perlahan keluar dari mulut Shea, sementara ia masih belum melakukan apapun.
Bahkan sang setengah elf ini tidak bisa terus di atas awan.
Rencana matang dan kekuatan besar saja tidak menjamin semuanya berjalan tepat sesuai dengan rencana.
Krettt....
Terlihat jelas bagaimana tangan Danny gemetar, namun ia tidak melemahkan kekuatannya sedikitpun.
__ADS_1
Seharusnya ini menjadi akhir. Akhir yang baik bagi sang setengah elf yang adalah rekan dan sekaligus musuhnya.