Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 416: Pesan


__ADS_3

Ssshhh ....


Kini asap berwarna hitam banyak bertebaran di area hutan yang kini sudah gundul, tidak ada satu pun tumbuhan atau pohon yang ada berikut juga dengan para makhluk yang hidup di dalamnya, semuanya musnah bersamaan dengan berakhirnya gelombang tadi beradu.


Lubang yang cukup dalam jadi terbentuk karena serangan gelombang yang saling beradu itu, dan di tengah cekungan lubang itu terlihat Danny tengah mengarahkan tangan kanan yang berisi energi tiga kekuatan batu permata mulia, hendak mengakhiri Forhan yang ada di bawahnya.


"Ukh ...." Kondisi Forhan benar-benar tidak bagus, seluruh tubuhnya menjadi gelap karena terlalu banyak kekuatan gelap yang merasuki tubuhnya, seluruh tubuhnya sudah tidak bisa digerakkan sedikitpun.


Pandangan Forhan menjadi berburam, namun ia masih bisa sedikit melihat apa yang terjadi di sekitarnya, ia sendiri tahu sudah pasti serangan gelapnya itu tidak akan bisa menahan kekuatan batu permata mulia Danny.


"Demi human, kau sudah tahu tidak memiliki kesempatan untuk melawanku tetapi mengapa masih melakukannya?" Danny bertanya pada Forhan yang berada dalam kekalahannya.


Danny masih berada dalam pengendalian kekuatan batu permata mulia, dan sekarang ini dirinya yang sebenarnya masih belum muncul.

__ADS_1


"Argh ... setidaknya ... aku ... memberikanmu ... perlawanan yang berarti ...." Untuk berbicara singkat pun Forhan sudah tersenggal-senggal dan kata-katanya tidak terdengar terlalu jelas.


Forhan tetap berjuang meskipun ia sendiri tidak punya kesempatan untuk menang, dan sampai akhir pun ia merasa puas karena telah mengeluarkan apa yang ia bisa meskipun tidak bisa mencapai tujuannya.


"Apa kau ... bukan Danny?" Forhan merasa waktunya sudah tidak lama lagi, kekuatan gelap yang ia peroleh dari luar tidak hanya membuatnya menjadi kuat saja tetapi efek sampingnya akan tetap terjadi.


Yaitu kekuatannya sebagai demi human tersedot oleh kekuatan gelap, dan kini kekuatan gelap yang ada di dalam tubuhnya tidak ada lagi yang bisa menampungnya.


Karena hal itulah Forhan ingin menyampaikan suatu hal pada Danny, setidaknya sebelum ia benar-benar pergi.


Kekuatan batu permata mulia masih menguasai Danny sepenuhnya, ia masih menganggap demi human ini masih berbahaya, setidaknya sebelum ia benar-benar kalah.


"Urhg!" Forhan terbatuk, ia ternyata tidak memiliki kesempatan untuk berbicara terakhir kali dengan Danny, sementara itu waktu terus berjalan dan kekuatan dalam tubuhnya semakin memudar.

__ADS_1


"Danny ...." Forhan menjulurkan tangannya di atas tanah, meskipun itu kedengarannya sederhana namun ia melakukannya demgan susah payah dengan segenap kekuatan yang masih tersisa di dalam dirinya itu.


Danny menyadari pergerakan tangan Forhan yang perlahan menulis sesuatu di atas tanah di samping tubuhnya yang terbaring itu, kewaspadaannya masih begitu tinggi namun ia membiarkan pria besar itu melakukannya.


"Danny ... teruslah berjuang ...."


Pluk ....


Shhhhh ....


Angin berhembus mengantarkan kepergian daripada Forhan, kekuatan gelapnya sendiri yang membuat kepergiannya begitu cepat, kekuatan batu permata mulia Danny tidak benar-benar mengenainya dengan telak, dan jika Danny menghantamnya dengan kekuatan lebih besar lagi maka Forhan tentunya bisa lenyap bersamaan dengan kekuatan serangan gelombang tadi.


Danny melihat dengan seksama tulisan apa yang dibuat Forhan di atas tanah, dan itu membuatnya sedikit terkejut.

__ADS_1


Tulisannya agak berantakan, namun masih bisa terbaca ketika beberapa saat diamatinya,


-Iblis-


__ADS_2