
‘Kenapa dia bisa?’ Freiss menatap Danny dengan heran, mengapa dia berkata pandangannya berubah tadi?
“Apa maksudmu Danny?” Brock tidak mengerti akan maksud dari perkataan Danny.
“Ah tidak, kupikir kalian juga melihat pemandangan sekitar berubah jadi agak ungu tadi.” Danny mengucek matanya dan menganggapnya hanyalah sekedar perasaannya saja.
‘Dia bisa melihat ke dimensi lain dunia sihir?’ Freiss terdiam, padahal ia sendiri yang berusaha melihat bagaimana kondisi tubuh pemuda ini, namun mengapa malah ia bisa melihat ke dimensi yang sama dengannya?
‘Kemampuan melihat dunia sihir seharusnya tidak bisa dilakukan orang awam, aku tidak pernah menjumpai ini sebelumnya.’ Freiss baru pertama kali melihat hal yang seperti ini, bahkan dari kalangan ras demi human
saja untuk menguasai kekuatan ini sungguhlah tidak mudah.
Bahkan untuk seorang pemegang batu permata mulia sihir sepertinya pun harus terbiasa dahulu sebelum bisa menggunakan kekuatan seperti ini. Melihat seorang yang bisa melakukannya tanpa kesulitan membuat Freiss terdiam.
Pemuda ini bisa melakukannya dan bahkan tidak menyadarinya.
‘Banyak kejutan yang kutemui darinya.’ Freiss akhirnya bisa menaruh kepercayaannya pada pemuda ini yang pada awalnya memang terlihat tidak mungkin.
Ia tidak perlu lagi khawatir akan rekan-rekannya juga karena
meski mereka tidak punya kemampuan sama seperti Danny, namun setidaknya mereka sudah lebih berkembang.
“Kalau begitu kalian bisa beristirahat dulu sebentar sebelum melanjutkan kembali perjalanan kalian.” Freiss akhirnya undur dari area lapang hijau itu, meninggalkan Danny dengan kedua temannya.
Freiss akhirnya memberi kebebasan sejenak pada anak murid yang telah selesai ia latih itu, kini ia ingin menyendiri sejenak dari semua hal yang telah di lakukannya.
Freiss mengambil tempat tak jauh dari keberadaan ketiga muridnya sebelumnya, ia duduk di bawah menikmati angin sepoi-sepoi dan kehangatan sinar mentari di sini.
‘Meski bukan tempat yang asli sih.’ Freiss tahu tempat ini hanyalah tempat buatannya saja, khusus untuk berlatih orang-orang yang ada dengannya sekarang ini.
__ADS_1
‘Aku tidak bisa mengambil risiko jika tempat latihanku mudah dilacak oleh musuh.’ Itulah alasan mengapa Freiss melakukan hal ini.
Ia tahu banyak hal yang bisa terjadi ketika waktu berjalan seperti ini, dan terlebih lagi waktunya tidak bisa menunggu lebih lama lagi.
‘Aku sudah melihat apa yang ada dalam diri Danny tadi, bahkan isi hatinya pun bisa terbaca dengan mudah melalui energi sihirnya yang kuat.
‘Para iblis sudah mulai muncul di permukaan, dan tidak ada yang bisa menghentikannya selain manusia yang kuat dan ras lain jika mereka masih ada.’
‘Apa yang sudah dilakukan mereka demi mencegah iblis berkuasa di dunia ini?’ Freiss jadi penasaran karena memang sebagai ras yang bukan manusia dirinya, yakni demi human penjaga batu permata mulia sihir tidak bisa dengan semena-mena pergi ke berbagai tempat di dunia ini.
‘Cepat atau lambat ras manusia akan sadar kesalahannya dahulu, mempercayai iblis di awal adalah ide terburuk yang pernah dibuat.’
Freiss memikirkan hal yang diluar kewajibannya sekarang, karena ia merasa bertanggung jawab akan keberlangsungan dunia ini. Ia tidak berniat untuk tunduk pada siapapun, termasuk iblis.
‘Masih ada harapan bagi dunia ini, aku yakin.’ Freiss mengundang rasa optimisnya, ada solusi dibalik setiap apa yang terjadi di dunia.
“Guru?” Suara Danny terdengar membuyarkan lamunan Freiss.
“Ada apa?” Fress menatap Danny yang seperti keheranan.
“Aku yakin yang tadi bukanlah perasaanku saja.” Danny akhirnya mengatakan hal ini.
Tanpa perlu diperjelas pun Freiss tahu akan apa maksud dari anak muridnya ini.
“Tadi aku menggunakan kekuatan dimensi sihir untuk melihat apakah kau baik-baik saja.” Freiss akhirnya menjelaskan dengan singkat, padat dan jelas.
Danny terdiam, ia sepertinya tidak cepat mengerti dengan penjelasan yang singkat dan sederhana seperti ini, namun setidaknya ia sudah mendapat jawaban akan pertanyaannya tadi.
Freiss tidak berharap Danny langsung mengerti sekarang, cepat atau lambat ia akan tahu soal kemampuan yang tak sengaja diaktifkannya itu.
__ADS_1
“Apa terjadi sesuatu denganku?” tanya Danny dengan raut wajah yang khawatir. Ia memang tidak merasakan hal aneh sampai sekarang, namun kini gurunya lebih tahu kondisinya sekarang.
“Kondisimu baik,” kata Freiss dengan nada membuat siapapun yang mendengarnya merasa lega.
“Pyuh!” Danny menghembuskan nafas lega juga ternyata.
‘Kondisi tubuhnya memang baik, tapi....’
“Apa ada yang sedang kau pikirkan?” Pada akhirnya Freiss menanyakan hal ini. Pertanyaan ini terdengar seperti lelucon.
Pasalnya Freiss tahu tanggung jawab apa yang harus diemban oleh pemuda ini, yakni untk berhadapan dengan ancaman yang akan datang.
‘Ada yang lain selain itu....’ Freiss bisa merasakannya, ada
perasaan lain yang lebih pribadi yang sedikit terasa ketika menggunakan kekuatan dimensi sihir.
Menanyakan hal pribadi memang bukanlah urusannya sekarang,
namun Freiss merasa ia perlu untuk tahu apa yang sebenarnya dipikirkan oleh pemuda ini.
Danny masih terdiam ketika mendengar pertanyaan ini, sepertinya ia punya banyak hal untuk dikatakan namun tidak mungkin juga ia mengeluarkan semuanya.
Freiss membiarkan keheningan ini berlangsung. Tidak apa jika memang pemuda ini butuh waktu untuk menyelidiki hatinya demi mencari apa yang ada di dalamnya.
Tujuan ‘kah? Tekad? Semangat? Atau....
“Forhan?” Freiss memecah keheningan dengan satu kata ini.
“!”
__ADS_1