
Ditengah pengungkapan pendapatnya itu Arthur memotong ucapan Thor dengan cepat.
"Bukti? Bukankah keberadaan mereka selama ini adalah bukti dari kejahatan mereka? Bagaimana kau bisa menjelaskan kesalahan besar saat pertama kali organisasi itu dibuat?"
"Arthur! Hal seperti itu tidak bisa dijadikan acuan dalam memutuskan sesuatu!" Thor benar-benar ingin menghentikan Arthur yang terlalu jauh dalam mengomentari hal itu.
"Sudah kubilang ... aku bukan berkata seenaknya saja ... aku hanya mengikuti prosedur dan peraturan yang berlaku saja ...."
Pak Wakil mengangguk-angguk, Thor yang melihat hal itu merasa bahwa Arthur sudah tidak bisa dihentikan lagi, ini benar-benar gawat!
"Pak Wakil! Bisakah hukuman itu bisa di ubah? Memang fakta jika mereka telah melakukan kesalahan benar adanya, bagaimana kalau ada keringanan hukuman?"
"Keringanan hukuman?"
"Y-ya ... bagaimana jika hukuman mereka diganti dengan penjara seumur hidup?"
"Penjara seumur hidup?" Pak wakil memegang dagunya, ia sepertinya memikirkan usulan dari Thor itu.
"Izinkan aku untuk kembali berbicara ... bukankah mereka telah di cap sebagai penjahat tingkat atas? Lalu bagaimana peraturan negeri ini pada semua penjahat yang berstatus seperti itu?"
__ADS_1
Thor menyadari sesuatu, ia sudah tahu setiap perkataannya pasti akan dipatahkan dengan mudah oleh Arthur, seberapa banyaknya ia mencoba untuk menghentikannya, argumen Arthur akan selalu lebih kuat dari argumen di keluarkan olehnya.
Memang berdebat dengan Arthur adalah sesuatu hal yang sangat sulit untuk dilakukan, Thor tahu itu namun ia tetap mencoba apa yang ia bisa.
"Apa yang kau maksud itu adalah peraturan tertulis bahwa hukuman mati adalah mutlak bagi para penjahat kelas atas?"
Arthur menjawab pertanyaan Pak Wakil itu dengan anggukan diiringi dengan senyuman puasnya.
Thor menelan ludahnya sendiri, keringat mulai keluar dari balik rambutnya itu.
"Kalau begitu kita akan mengikuti prosedur yang berlaku ... yang mengatakan bahwa para terdakwa akan dihukum tepat setelah tiga hari setelah penahanannya, yang itu berarti pelaksanaannya esok hari ...."
Arthur kemudian meninggalkan ruangan Pak Wakil itu lebih dulu, meninggalkan Thor yang masih duduk diam di sana.
Pak Wakil kemudiam membereskan dokumen yang ada di mejanya itu, sampai akhirnya ia sadar bahwa Thor masih ada di dalam ruangannya.
"Thor? Apakah ada sesuatu yang masih ingin dibicarakan?"
Thor berdiri dan meletakkan kedua tangannya di meja, ia menatap Pak Wakil dengan serius.
__ADS_1
"Pak Wakil ... aku punya satu permintaan ...."
***
Setelah urusannya selesai Thor keluar dari ruangan Pak Wakil dan meninggalkan bangunan tempat pemimpin kota ini.
Thor memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitaran kota pada siang hari ini, ia ingin memberi ruang segar pada pikirannya itu.
Seperti biasa, dirinya tentu berpenampilan seperti orang-orang biasanya agar identitasnya yang sebenarnya tidak diketahui orang lain.
Dengan memakai jubah yang mampu untuk menutupi penampilan dan pakaiannya itu, tentu saja dengan memakai pakaian ini identitasnya pasti akan sulit untuk dikenali.
Mereka akan dihukum esok hari dengan hukuman yang paling berat ....
Aku tidak menyangka hal ini bisa terjadi ....
Organisasi Alliance Fight's itu ... apakah benar mereka adalah orang jahat?
Apakah dengan tindakanku ini aku berhasil menyelesaikan masalah para warga yaitu menangkap organisasi Alliance Fight's?
__ADS_1
Memangnya benar misi mereka adalah untuk menangkap berbagai organisasi illegal yang ada di sekitaran wilayah yang meresahkan para warga, hanya saja ia tidak menyangka ketika orang yang baru saja ia temui dan saling mengobrol itulah yang merupakan target penangkapannya.