Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 133: Tidak Terbendung (2)


__ADS_3

Suasana dingin mulai menyeruak, hilir aura dingin mulai perlahan terasa menyelimuti arena padahal biasanya tidak sedingin ini.


Semakin lama semakin terdengar juga suara angin akibat dari hilir kedinginan yang menyelimuti tempat ini.


Para penonton pun terlihat sedikit menggosok-gokkan tangan mereka, ada pula yang memeluk tubuhnya dengan tangannya sendiri.


Setiap tarikan nafas kini mengeluarkan uap kecil, tampaknya memang aura dingin makin menjadi-jadi di sini.


"Apakah sekarang musim dingin?"


"Entahlah, aku bahkan tidak tahu sekarang hari dan tahun berapa ...."


Para penonton kini mulai membicarakan hawa dingin yang makin terasa kali ini, terdengar pembicaraan ini mulai membuat suasana tidak tenang.


Di sisi Danny ia hanya bisa berpendapat bahwa aura dingin ini datangnya dari Arthur, entah mengapa bisa begitu padahal seharusnya kekuatan sihir tidak bisa di gunakan di sini.


Namun penampilan Arthur tidak mengindikasikan bahwa ia menggunakan sihir, nampaknya ini adalah murni hawa sihir yang ada di dalamnya menyeruak keluar.


Arthur perlahan maju mendekati Danny, dengan cepat ia mengarahkan tinju kanannya, Danny hanya bisa terpaku karena serangan itu begitu cepat.


Ia bahkan sampai tidak sempat berkedip untuk melihat serangan Arthur itu, benar-benar cepat.


***


Kurasa inilah akhirnya ....


Kenyataan bahwa memang aku tidak bisa keluar dari sini ....


Aku harus bagaimana?


***


DUAR!

__ADS_1


"A-apa itu?"


"Hei kau dengar suara ledakan tadi?"


"Iya, aku mendengarnya dengan jelas, nampaknya berasal dari luar bangunan ...."


Kini para penonton dikejutkan dengan suara ledakan yang berasal dari luar, sebuah ledakan asing yang mengejutkan mereka semua.


"U-ukh ...."


Tinju kanan Arthur ternyata masih belum mengenai wajah Danny, tepat terhenti di depan wajahnya.


Entah mengapa Arthur menghentikan serangannya itu, padahal jika ia teruskan mungkin saja Danny sudah berada di lantai saat ini.


Danny hanya bisa terpaku melihat tinju arthur yang benar-benar tipis sekali hampir menyentuh batang hidungnya itu.


"Hei mengapa dia berhenti?" Ketua Dark Shadow heran melihat tingkah Arthur yang aneh, nampaknya ia sedikit tidak menurut.


"Aku pun tidak tahu, mungkin saja ini ada hubungannya dengan suara ledakan tadi? Hanya itulah perkiraan ku ketua," balas salah satu anggota Dark Shadow yang berada di dekat ketua itu.


***


"Bagimana? Apakah kita sudah berhasil memancing mereka kak?"


"Nampaknya begitu, ini pasti adalah tempat di mana tuan Yizi di culik tiga tahun lalu ..."


"Benarkah?"


"Ya aku bisa merasakannya, kita sebagai anggota organisasi Alliance Fight's tidak boleh meninggalkannya, kini kita akan menyelamatkannya!"


Terlihat di balik pepohonan, di gelapnya malam ada sepuluh pria besar memakai kaos bewarna coklat bertuliskan 'Alliance Fight's' pada bagian dadanya dan celana pendek coklat pula.


Nampaknya ke-sepuluh orang itu adalah anggota dari Alliance Fight yang telah hilang dari publik namun dengan suatu cara mereka akhirnya bisa muncul kembali untuk menjalankan rencana yang kini tengah mereka kerjakan.

__ADS_1


Penampilan ke sepuluh dari anggota Alliance Fight's itu kurang lebih sama, mereka pria besar dengan baju dan celana yang sama, rambutnya botak, mereka seperti orang yang berseragam.


Ketinggian dan kebesaran badan mereka sama sekitar seratus delapan puluh centimeter, namun mereka terlahir dari keluarga yang berbeda meskipun tampaknya tidak ada yang beda dari penampilan mereka semua.


"Kita berhasil membuat ledakan dari bubuk percikan api ini," ujar salah seorang dari mereka sambil meraba bekas ledakan yang ada di tanah itu.


"Ya kau benar kak, kita berhasil membuat ledakan yang keras tanpa dampak kerusakan yang besar, sungguh efesien ...."


Ke-sepuluh orang yang mengaku mereka adalah Alliance Fight's ini tengah menunggu reaksi dari suatu bangunan asing yang merekai curigai sebagai tempat di mana tuannya di culik itu.


***


"He-hei, tetap tenang! Tetap tenang!"


Para anggota Dark Shadow kini mulai turun untuk menertibkan para penonton yang ricuh karena begitu penasaran dengan apa yang terjadi di luar sana.


"HEI JANGAN HALANGI KAMI!"


"KAMI MAU LIHAT APA YANG MELEDAK ITU!"


"KARENA MUNGKIN SAJA ITU ADALAH SEBUAH SENI!"


"HEI APA YANG KAU SEBENARNYA BICARAKAN?!"


Banyak teriakan yang saling bersahut-sahutan, aksi saling dorong membuat anggota Dark Shadow makin sulit untuk menertibkan mereka.


Terlihat kini di arena Arthur telah menghentikan serangannya itu, warna matanya yang biru pudar kini makin menjadi biru terang.


Danny menyadari perubahan yang terjadi pada Arthur, namun ia sama sekali belum mengerti mengapa Arthur masih belum bisa bergerak sepenuhnya.


Ga-gawat!


Segel yang kupasang?!

__ADS_1


Akan segera terlepas?!


__ADS_2