Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 377: Makhluk Yang Menghambat


__ADS_3

Pukulan keras yang berasal dari tengah pulau ini sampai terdengar dan terasa pada teman-temannya yang berada di tepi pantai yang merupakan batas antara pulau ini dengan lautan luas.


Karena serangan pukulan yang kuat itu membuat retakan yang amblas itu kini menjadi lubang luas dan cukup dalam di tengah area pepohonan ini, asap tanah masih mengepul dan menghalangi pandangan Danny sekarang.


Hush!


Demi mencegah dirinya untuk terjatuh ke bawah lubang tanah yang telah dibuatnya itu, Danny akhirnya menghempaskan udara dengan kakinya yang itu membuatnya bisa seolah menapaki udara dan ia sekarang sudah berada di salah satu dahan pohon yang masih berdiri dekat lubang besar yang sudah dibuatnya itu.


"Apakah berhasil?" Danny butuh untuk menunggu kepulan debu tanah yang banyak berterbaran ini, namun ternyata kesabarannya sudah habis sebelum ia berusaha untuk menunggu.


Danny mengangkat tangan kanannya yang penuh dengan aura merah kekuatan batu permata mulia dan kemudian menghempaskan lengannya dengan lembut.


Huussh!!!


Hempasan tangan yang terlihat biasa saja itu tidak sepenuhnya hanya hempasan tangan biasa melainkan ketika Danny menghempaskan tangan kanannya itu, terciptalah angin yang kuat dan menghilangkan seluruh debu tanah yang tadinya menutupi pandangannya itu.


Setelah pandangannya kembali menjadi normal, Danny melihat dengan seksama pada lubang besar yang telah dibuatnya itu, seharusnya ia melihat makhluk bayangan di sana, namun sepertinya dugaannya kurang tepat.


"Di mana dia?" Danny kemudian melihat ke sekeliling area pepohonan yang masih berdiri, namun tidak ditemukannya pula makhluk bayangan yang telah mengambil batu permata mulia kecepatan itu.


"Dia bisa menghindari seranganku ...." Danny tidak melihat celah di mana makhluk itu menghindari serangannya itu, padahal di saat yang cepat dia sendiri yang melihat musuhnya sudah berada dalam kendalinya.


"Dia tidak menghindar, seranganku saja yang tidak mengenainya." Danny kembali berpikir bahwa memang tidak ada jalan lain yang bisa membuat makhluk itu menghindari serangannya, selain memang serangannya sendiri yang tidak mengenainya.

__ADS_1


"Huuuh! Hampir saja!"


"?!"


Danny mendengar suara dari makhluk bayangan yang sedang dipertanyakan keberadaannya ini, ia pun berusaha untuk mencari di mana sumber suara yang didengarnya itu.


"Keluarlah kau makhluk aneh! Serahkan barang yang bukan milikmu itu!"


"Aku ada dibawahmu ...."


Danny mendengar suaranya ternyata tepat di bawahnya, ia memang melihat makhluk bayangan itu, namun dalam wujud yang lain mirip seperti robot hitam dengan aura hitam di sekeliling tubuhnya.


"K- kau?!" Tentu saja Danny mengenal apa yang dilihatnya itu, siapa sangka ia akan bertemu dengan sesosok makhluk yang sudah menghentikan langkahnya selama beberapa waktu itu?


"Kelompok Dark Shadow?! Apa kalian berulah lagi?!" Danny benar-benar tidak menyangka akan bertemu dengan sesosok yang memang kekuatannya sudah diketahuinya, kalau begini ia tidak akan berdaya menghadapi kemampuan yang dimiliki sosok robot beraura hitam itu.


"Bagaimana kau bisa mengetahui pulau ini?!" Danny lagi-lagi kembali dikejutkan oleh sesuatu yang sama sekali tidak bisa diduganya, setelah temannya bertemu iblis beberapa waktu lalu dan kini ia bertemu dengan makhluk yang tidak jahat tidak baik pula ini?!


"Hmm, aku menyembunyikan hawa keberadaanku dan mengikutimu kemanapun kau pergi Danny." Makhluk robot hitam itu menjawab dengan santai sambil mengangkat kedua lengannya, ia terlihat sangat jujur dalam menjawab pertanyaan Danny tadi.


"Apa?! Memangnya kau ini hantu?!"


"Hhh, tenang saja aku sudah biasa dipanggil seperti itu."

__ADS_1


Mendengar nada kecewa dari sesosok robot bermata merah dan beraura hitam ini membuat Danny semakin yakin bahwa ada sesuatu yang direncakan oleh makhluk ini; sampai sekarang Danny tidak tahu apakah tujuan dari kelompok yang telah menghambatnya dulu ini, mereka tidak jahat dan juga tidak baik, sungguh membingungkan.


Di tambah lagi dengan pernyataan bahwa makhluk itu selalu mengikutinya kemanapun ia pergi sembari menyembunyikan hawa keberadaannya, tentu saja Danny tidak bisa langsung percaya dengan perkataannya ini.


"Mengapa kau baru menunjukkan diri setelah sekian lama? Apakah kau hanya mengincar batu itu? Tidak tahukah kau benda itu menyimpan kekuatan yang berbahaya?" Danny memperingatkan bahwa apa yang dilakukan oleh makhluk itu sama sekali tidak benar, karena kekuatan batu permata mulia tidak bisa sembarangan dipakai oleh orang atau mungkin makhluk sepertinya karena risiko yang terlalu besar.


"Aku tahu, kau yang hanya mampu untuk menggunakan kekuatan batu ini bukan? Aku tidak tertarik untuk menggunakan kekuatannya, aku hanya ingin berbicara denganmu."


Lagi-lagi permintaan awal yang diminta oleh makhluk itu, Danny sama sekali tidak percaya padanya karena memang ia tidak terlihat mau untuk berbicara dengannya.


"Berbicara denganku? Lantas untuk apa kau kabur sambil membawa batu permata itu?"


"Aku hanya iseng, tidak kusangka kau begitu serius sampai-sampai membuat lubang yang besar di sini, kau sudah berkembang banyak ya Danny?"


Karena Danny hanya melihat robot hitam mata merah maka ia tidak bisa melihat bagaimana ekpresi darinya, atau bagaimana sosok asli di dalamnya; hal ini membuatnya kesulitan dalam menilai makhluk itu apakah ia benar-benar serius mau berbicara dengannya atau sebaliknya.


"Aku tidak bisa percaya padamu makhluk hitam, kau sudah membatasi kehidupan orang yang seharunya bisa hidup bebas, dan itu sama sekali tidak benar." Danny mengutarakan bahwa apa yang dilakukan makhluk ini di masa lampau, yaitu mempenjarakan dan memberikan kehidupan tertutup pada orang-orang yang ia culik itu agak sedikit, aneh.


Makhluk bermata merah itu terdiam, ini membuat Danny penasaran apakah reaksinya ketika ia berkata seperti itu apakah ia akan marah dan tetap menilai apa yang dilakukannya baik? Karena kemungkinan besar yang terjadi adalah apa yang ia pikirkan sebelumnya.


"Tidak ada gunanya aku menjelaskan tujuanku padamu, atau bahkan pada semua orang karena memang tidak ada yang bisa mengerti mengapa kami melakukan hal ini." Robot hitam bermata merah itu agak tertunduk mengutarakan alasannya yang tidak kuat dan terkesan hanya menyembunyikan apa tujuannya yang sebenarnya di masa lampau.


Danny tidak bisa tertipu dengan perkataan berkelitnya itu, menurutnya apa yang tidak jelas harus dibuat jadi jelas dan apa yang tidak benar harus dibuat jadi benar.

__ADS_1


"Itu berarti kau menyimpan semuanya dengan anggota kelompokmu itu saja? Hanya dengan menyembunyikan alasanmu karena berpikir orang tidak akan mengerti, begitukah caramu untuk menjelaskan semua perbuatanmu yang dulu?" Danny tidak habis pikir mengapa makhluk ini bertindak dengan aneh, menciptakan kehidupan tertutup yang di mana semuanya di atur oleh mereka, dan yang tahu kebenaran dibalik semua ini hanyalah kelompok mereka sendiri juga.


Tap.


__ADS_2