Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 187: Bertarung (2)


__ADS_3

Makhluk hitam itu salah perhitungan tentang bagiamana ia bisa mengalahkan pria keriting yang sedang dihadapinya itu, hal ini juga yang membuatnya harus mundur menjauhi pria itu.


Kibo sendiri masih terdampar di tanah yang agak cekung ia bisa merasakan tanah yang bercampur dengan bahan asing yang tidak diketahuinya itu, yang tak lain adalah aspal jalanan ini.


Ia perlahan meraba hidungnya sendiri, rasanya seperti sebuah pukulan yang cukup keras bagi wajahnya itu, namun serangan tadi tidak begitu berdampak pada kondisi wajahnya itu.


Dari luar memang terlihat wajah Kibo terutama pada bagian hidung sedikit memerah tanpa lecet atau bahkan darah akibat pukulan yang diterimanya itu.


Setelah selesai memeriksa wajahnya itu, Kibo sendiri bisa memastikan ia tidak perlu khawatir lagi dengan kondisinya saat ini.


Ia perlahan bangkit, kepulan debu mengepul masih sedikit tersisa, sambil merapikan rambutnya yang agak acak-acakan, ia sedikit terganggu karena rambutnya itu memang agak menghalangi pandangannya saat ini.


Setelah beberapa saat, debu tanah sudah mulai berlalu Kibo bisa melihat dengan jelas, Makhluk hitam itu masih memerhatikannya dengan tatapan hijau menyala, dengan melihat hal yang terjadi barusan, Kibo akhirnya bisa mengetahui bagaimana ia bisa menyerang Makhluk hitam misterius itu, dengan saling bertukar serangan secara bersamaan, mungkin saja ia bisa menyerang makhluk hitam itu.

__ADS_1


?!


Makhluk hitam yang berwujud bayangan itu tiba-tiba berubah penampilan, bukan sesuatu yang dratis, namun tetap saja Kibo merasa kaget akan kejadian ini.


Perlahan namun pasti, makhluk yang berwujud bayangan hitam itu perlahan berubah menjadi sosok robot hitam yang masih diselimuti aura berwarna gelap.


Kibo bisa melihat dengan jelas wujudnya kali ini dibanding tadi, namun tetap saja keanehan yang dilihatnya tidak berubah sama sekali.


Sesudah ia memerhatikan perubahan Makhluk hitam itu, Kibo berjongkok sedikit, berancang-ancang untuk melakukan sesuatu yang seharusnya ia lakukan dari tadi.


Kibo melompat dengan keras, pijakan dibawahnya harus kembali retak karena begitu kuatnya hentakan kakinya itu.


Hempasan angin kembali tercipta, Kibo saat ini tengah melompat setinggi-tingginya bahkan sampai mendekati awan, memakai teknik pijakan udara yang ia punya, kini saat ini ia bisa melihat dengan jelas keadaan di bawah.

__ADS_1


Ia melihat perumahan yang begitu banyak, sangat luas dan tidak pula menemukan suatu tempat luas dimana ia bisa bertarung dengan leluasa, namun lagi-lagi ia tidak mampu menemukan tempat yang ia cari.


Tak butuh waktu yang lama, Makhluk hitam berbentuk robot itu ikut melompat dan berhasil pula mencapai ketinggian Kibo saat ini.


Aku sudah tahu, dia akan terus mengejarku sampai bisa mengambil bel milikku ini...


Untuk mempertahankan bel ini, membutuhkan risiko yang cukup besar... tapi apa boleh buat, aku tidak akan memberikan bel ini pada siapapun juga!


Kini keduanya sedang melayang di udara, mungkin harusnya adegan slow motion ada di sini, atau kalau tidak terjadi harusnya mereka berdua sudah jatuh kembali ke bawah, karena gravitasi tentunya.


Kibo dengan cepat menghentakan kembali udara dengan menggunakan kakinya, dan lagi-lagi hempasan udara keras kembali muncul seketika itu juga sambil menghempaskan awan yang ada di sekitarnya itu, ia mengarahkan serangan pada makhluk hitam aneh berbentuk robot itu mencoba sesuatu dengan harapan bahwa serangannya itu tidak akan berakhir dengan cara yang sama.


BRAK!

__ADS_1


__ADS_2