Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 141: Perjalanan


__ADS_3

Kehilangan memang adalah hal yang paling sulit untuk di rasakan manusia, sebuah perasaan yang tidak bisa dijelaskan secara rinci bahkan oleh kata-kata sekalipun.


Perasaan yang unik yang serupa namun berbeda pada setiap manusia, berbagai perspektif dan pendapat bisa muncul mengenai kehilangan itu.


Namun yang paling umum terjadi ketika seseorang kehilangan adalah perasaan sakit dan emosional yang mendalam, dalam hal ini Kibo mengalaminya sendiri.


Sudah dua puluh tujuh tahun mereka bersama, seangkatan dan bahkan layaknya sudah sebagai saudara sendiri- semuanya mereka lalui dengan suka dan duka.


Tidak pernah ia bayangkan bila sahabatnya itu tiada lagi di sisinya, namun pada kenyataannya hal ini benar-benar terjadi padanya.

__ADS_1


Seorang teman dan sahabat yang dekat yang selalu bersama, bisa dibilang tidak ada orang yang bisa lebih dekat lagi daripada hubungan mereka berdua (hubungan persahabatan tentunya).


Terlihat juga dari para anggota Alliance Fight's yang sebagian besar berbadan besar berotot juga merasakan apa yang di rasakan Kibo, kehilangan yang tiba-tiba.


Ekspresi cemas yang terpaut keheranan masih menyelimuti mereka semua, namun Kibo berusaha untuk tidak terjebak dengan perasaannya sendiri.


"Kau tidak usah khawatir," ucap Kibo ke salah satu anggota Alliance Fight's yang memang saat ini tengah ingin berbicara dengannya.


Angin berhembus secara lembut menerpa mereka yang sedang berkuda itu, jalanan tanah yang mereka lalui tidak ada bedanya dengan lahan kosong yang retak karena cuaca panas, yang menjadi perbedaan adalah hanya saja tanah yang sedang ia lewati ini terbuat dari tanah liat khusus yang tidak ikut rusak karena perubahan cuaca.

__ADS_1


Cuaca panas yang mendatangi mereka seakan bukan masalah, karena memang hilir angin membantu mereka sedikit bernafas lega karena ikut juga menyapu panas terik di cuaca siang hari ini.


Jalan utama yang mereka lalui seakan milik mereka sendiri, jalanan yang luas itu terbagi antara dua jalur, kanan untuk arah ke kerajaan barat dan kiri untuk arah yang sebaliknya.


Namun karena banyaknya orang yang berkuda sekaligus membuat mereka nampak seperti koboi pada film, namun itu hanya pengandaian saja, yang sebenarnya adalah mereka semua berpakaian petualang sederhana berambut pendek kecuali Kibo dengan rambut kritingnya, namun saat ini ia memakai topi bowler untuk menyembunyikan rambut kritingnya (meskipun masih nampak terlihat dengan jelas).


Dan satu lagi, penampilan Yizi dan Kibo lah yang berbeda dari anggota lainnya, mereka berdua tidak bertubuh besar melainkan berpostur pria sedang dengan tinggi sekitar 165 centimeter, hal itulah yang menjadi pembeda antara mereka sebagai pemimpin dan anggotanya yang semuanya berbadan besar dengan tinggi kisaran 180 cm.


Postur tubuh saat ini tidak berarti apapun lagi, di Alliance Fight's tidak berlaku yang besar adalah pemimpin, melainkan seperti yang telah kalian tahu bahwa Yizi lah yang telah mengajak dan mempersatukan (dalam arti mengumpulkan) mereka semua hingga jadi satu kelompok yang utuh.

__ADS_1


Kehormatan mereka tergantung pada pemimpin mereka, Yizi dan tentu saja Kibo- tidak ada perbedaan kasta lagi selain pemimpin dan anggotanya.


Jadi pada akhirnya tidak perlu ada kekhawatiran pemberontakan karena masalah besarnya otot dan kekuatan, yang ada hanyalah loyalitas tanpa batas yang menaungi kelompok mereka tersebut.


__ADS_2