
Ketiga Pria bertopeng hitam itu membawa Danny yang tengah pingsan kesebuah rumah kosong yang dipakainya sebagai markas mereka, letaknya tidak bergitu jauh dari tempat festival tersebut dan nampak rumah itu kecil dan cukup tua, namun tidak ada kejanggalan lain selain itu hanya tampak seperti rumah biasa diantara rumah yang lain.
Karena masyarakat kota tengah merayakan festival, mereka meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong dan para penculik itu dengan leluasa lari dengan santai sampai ke rumah tersebut.
Rumah tua itu beratapkan genting yang sudah berwana kecoklatan, dinding putih yang mulai terlihat gelap serta lantai ubin yang sedikit pecah-pecah.
Salah satu pria bertopeng itu meletakkan Danny diatas sebuah kasur kecil.
Mereka meninggalkan Danny yang tengah tertidur karena efek potion penenang itu.
Mereka melepaskan topeng dan baju hitam mereka, terlihat tiga pria dewasa yang beranjak tua.
Penampilan ketiga pria itu kurang lebih sama yang membedakannya hanya raut mukanya saja, mereka terlihat berumuran yang sama.
Mereka duduk disofa dan saling mengobrol satu sama lain
"Hey Rhart apa tindakan kita sudah benar?"
Pria yang bernama Rhart menjawab
"Ya, Cleus jika kita tidak melakukan ini maka kerajaan timur ini akan semakin mendekati kehancuran"
"Bagimana menurutmu Ther?"
"Aku setuju dengan kalian berdua, kita harus mencegah kekacauan terjadi di kerajaan ini"
-----------
Mereka terus bercengkrama sampai Danny akhirnya sadar bahwa ia telah berada di langit-langit yang tidak ia kenal.
"Dimana aku?"
"Apa aku diculik?"
Danny beranjak dari tempat tidurnya itu dan melangkahkan kaki menuju pintu keluar kamar.
Kreet....
"?!"
Danny kaget ada tiga pria asing yang tengah mengobrol santai di ruang tengah disamping tungku api yang hangat.
Rhart menyapanya duluan
"Oh kau sudah sadar.."
"Mari bergabung bersama kami.."
Danny pun ikut bergabung karena ia tidak merasakan aura jahat dari mereka bertiga.
Para pria asing itu akhinya memperkenalkan dirinya masing-masing.
"Aku Rhart, pensiunan komandan prajurit kerajaan timur"
Rhart seorang pria dewasa yang beranjak tua, penampilannya masih mengindikasikan perjuangannya sebagai komandan prajurit terdahulu. Wajah tegar dan ramahnya membuat perasaan Danny tenang
"Mereka berdua adalah sahabat dekatku"
"Mereka juga adalah mantan prajurit kerajaan timur"
"Aku Cleus, seperti yang telah dikatakan Rhart aku juga adalah mantan prajurit kerajaan ini"
Cleus berpenampilan sama seperti Rhart, namun ia memiliki raut muka yang lebih tua dibandingkan dengannya, urat-urat dikulitnya menandakan ia pejuang keras pada masanya.
"Aku Ther..."
"Hmmm"
"Apa tidak ada lagi hal yang ingin kau katakan?" Tanya Rhart
Ther mendekati Danny memperhatikan setiap sudut muka, badan, dan kakinya.
Danny merasa bingung akan kelakuan mantan prajurit itu
"Tu..tuan Ther?"
Setelah puas mengamati Danny, Ther menghentikan tindakannya itu
"Aku kurang percaya dengan pemuda ini, tapi auranya bertentangan dengan dugaanku ini"
Ther merupakan mantan prajurit yang berpenampilan biasa dengan mata sayu, tatapan tajam dan rambut panjang terurai berbaur dengan ubannya.
Rhart kemudian menanyakan nama pemuda itu
"Siapa namamu?"
"Aku Danny"
__ADS_1
Danny mulai menanyakan alasan apa dibalik dibawanya ia kemari oleh ketiga mantan prajurit itu.
"Kenapa kalian membawaku kesini?"
Rhart mulai menjelaskan
"Danny, kami mau memberi tahu sesuatu"
"Kerajaan timur ini akan segera mengalami kekacauan"
"?!"
Danny kaget mendengar perkataan barusan
"Mengapa bisa begitu Tuan Rhart?"
"Sebagai mantan komandan prajurit sebenarnya dulu aku akan berencana menggulingkan kerajaan ini"
"A..anda?"
"Bukankah anda yang telah hidup sejak kecil dari sini"
"Mengapa anda melakukan hal ini?!" Danny mulai tersulut emosi
Cleus mencoba menenangkan dan berbicara pada Danny
"Tenanglah Anak muda, biarkan ia menjelaskannya lebh jauh"
Setelah keadaan menjadi tenang Rhart memulai kembali penjelasannya
"Aku sempat menyetujui rekan komandanku itu"
"Alasan dibalik dulunya aku ingin menggulingkan kerajaan ini karena Raja Tarnatos berlaku tidak adil"
"Tidak adil?" Danny penasaran
"Ia menggunakan kekuatan tempur kerajaan untuk melenyapkan seluruh monster di hutan sihir.."
"Dawn Forest?" Terka Danny
"Huh, kau tahu?"
"Aku pernah menjalankan misi ke sana"
Cleus angkat bicara
"Lagipula kenapa kamu bisa pergi kesana?"
"Aku menjalankan Quest dari Guild yang berada dikota"
"Apa mereka tidak memberitahumu bahaya apa yang menunggu disana?" Tanya Cleus
"Sudah, kemungkinan terburuknyapun sudah"
"Kau berani sekali Anak muda" Ucap Ther
"Apakah kau dan rekanmu selamat?" Lanjut Ther
Danny mengingat kejadian yang menimpanya di Dawn Forest tersebut
"Se...selamat"
Rhart kembali berbicara
"Aku beserta sekumpulan prajurit melaksanakan misi yang diperintahkan raja, namun berakhir dengan kegagalan"
Suasana mulai nampak suram
"Apa yang terjadi?" Tanya Danny
Mata Coklat Rhert menatap Danny dengan tatapan lembut nan menusuk
"Dari seribu prajurit, mereka semua mati hanya aku dan dua temanku ini yang berhasil selamat"
"Se...seribu?!"
"Itu jumlah yang sangat banyak"
"Dulu kami menganggap karena kesalahan Raja Tarnatoslah semua ini bisa terjadi"
"Ya, sejak saat itu kami ingin mengubah bahkan mengganti raja saat itu.."
"Perlakuannya sangat tidak adil pada prajurit"
"Yang ia pikirkan hanyalah bertempur, bertempur dan bertempur tanpa mempedulikan ksatrianya sendiri"
"Hal itu juga membawa kesedihan pada keluarga prajurit yang ditinggalkan"
__ADS_1
"Inilah yang menjadi dasar bagi para prajurit kerajaan timur untuk menggulingkan kerajaan ini"
"Tapi..."
Rhart menghela nafasnya sejenak
"Tapi?"
"Aku dan ketiga sahabatku ini dikeluarkan dari anggota prajurit kerajaan"
"Mengapa begitu?"
"Dewan kerajaan tahu dengan rencana ini sehingga Raja langsung mengusir dan mencopot status kami sebagai prajurit"
Cleus ikut bicara
"Tetapi mereka tidak mengetahui banyak juga prajurit lain yang masih merencanakan mengulingkan kerajaan ini.."
"Hampir dari setiap prajurit tahu akan hal ini"
Danny menyimpulkan
"Jadi mereka akan tetap membuat kekacauan?"
"Lantas apa yang akan kalian lakukan?" Tanya Danny
Ther menjawab
"Kami akan menghentikan mereka"
"Bukannya kalian mendukung rencana itu?"
Rhart menjawab
"Ya, namun kami sadar itu hanyalah ego kami sebagai prajurit, kami hanya belum tahu alasan apa dibalik raja melakukan hal tersebut"
"Kami ingin mengetahui alasan langsung dari mulut raja"
"Karena itu, mereka akan membuat kekacauan di kota ini tepat setelah penutupan festival kota ini"
"Kapan itu terjadi?" Tanya Danny
"Tengah malam nanti"
"Bukankah itu acara puncak yang dinanti masyarakat?"
"Mereka berada dalam bahaya!"
"Karena itu kami minta bantuanmu Danny" Ucap Cleus
"Apa yang kalian harapkan dariku?"
"Aku hanya pria biasa"
Rhert memegang pundak Danny
"Kami merasa bahwa kaulah orang yang mampu mengatasi hal ini"
"?"
Danny semakin bingung dengan pernyataan yang telah didengarnya
"Apa alasan kalian mengganggapku begitu?"
"Kau memiliku aura yang unik" Ucap Cleus
"?"
"Aura kebaikan yang terpancar sangat dalam, kami yakin kamu pasti bisa menghentikan tindakan ini dengan kekuatanmu.." Lanjutnya
"Tenang saja ada Aku, Cleus, dan Ther yang akan menenanimu jika harus ada pertarungan"
"Aku bahkan tidak tahu apa-apa..."
"Tapi jika itu yang kalian minta, aku akan berusaha sebaik mungkin demi kedamaian kerajaan ini"
Tanpa disadari akhir Festival kota itu semakin dekat.
Para prajurit pemberontak kerajaan yang dipimpin pria bernama Korthes akan segera dimulai.
***********
Pertarungan merebutkan hak dan keadilan apakah yang akan terjadi?
Tidak ada yang tahu karena angin malam yang dingin bisu hanya menghantarkan perasaan dingin kepada setiap orang yang tertutup hatinya.
***********
__ADS_1