Menuju Tak Terkalahkan

Menuju Tak Terkalahkan
Act 313: Mulai Melawan


__ADS_3

Danny pertama kali memaksa kekuatan batu permata mulia fisik itu agar kekuatan batu itu bisa meningkat dengan cepat sesuai dengan keinginannya, karena tidak ada lagi waktu baginya maka ia harus melakukan ini.


Aura merah semakin lama semakin banyak keluar dari tubuh Danny saat ini, perlahan ia sadar bahwa pergerakannya semakin lama semakin bisa digerakkan nya, meskipun masih kaku namun sedikit lagi saja ia mampu kembali menggerakkan tubuhnya.


"Apa?! Ini tidak mungkin?! Kekuatan anak muda ini terus meningkat bahkan ia sampai bisa bergerak dan bisa melawan kemampuan Hell Doors ku?! Mustahil!" Nada bicara terkejut sekaligus tidak percaya terdengar dari sosok penunggu rumah usang tidak terawat ini.


Beberapa saat kemudian Danny akhirnya bisa menggerakkan tubuhnya secara leluasa, memang ia sudah tidak lagi terkena efek di mana tubuhnya tidak bisa bergerak, rasa sakitnya memang hilang namun luka pada tubuhnya tidak bisa menyembuhkan dirinya sendiri, darah masih bercucuran dari tubuhnya saat ini.


"HA! Lukamu semakin parah anak muda! Kau tidak bisa menggunakan sihir penyembuh' kan?! Kau akan tetap berakhir dan menjadi koleksiku! Khi khi khi ...." Sosok penunggu itu menyadari bahwa Danny memang bisa bergerak dan melawan kemampuannya saat ini, namun tetap saja pada akhirnya dia akan tumbang karena luka yang dialaminya tidak bertambah baik.


Danny memang menyadari hal ini, aneh rasanya bila ia tidak mengalami rasa sakit namun lukanya itu malah bertambah buruk seiring berjalannya waktu, ia tidak boleh menganggap ini remeh karena kenyataan yang dikatakan si penjahat itu memang bisa saja terjadi.


"Kau benar penjahat, aku memang tidak bisa menggunakan sihir penyembuh untuk memulihkan lukaku saat ini, namun meskipun begitu aku bisa mengakhiri ini dengan mudah." Danny tersenyum seringai dan melangkahkan kakinya dari dekat pintu untuk menjauh dari rumah itu.


"Apa?! Apa yang kau maksud dengan itu hah?! Apa yang kau rencanakan anak muda?!" Kini suara pria sosok penunggu rumah usang tidak terawat ini menjadi panik dan tidak menyangka orang yang seharusnya ketakutan malah memperlakukannya seperti ini; situasi terlihat berbalik dengan cepat jika terlihat dari sini.


Si penjahat yang mengira rencananya sudah sempurna dan tidak terkalahkan ini tidak menyangka ia akan merasakan kondisi panik dan terdesak seperti ini, yang seharusnya perasaan itu dirasakan oleh para korbannya.


"Hei! Mau kemana kau?! Apa yang kau rencanakan anak muda?!" Kepanikan terus berlanjut dari sosok penunggu di rumah ini, ia berusaha menghentikan pergerakan Danny yang menjauh dari sana dengan membuka pintu depan dan melancarkan banyak benda tajam di dalam rumah itu, benda-benda tajam yang melayang ke arah Danny dengan cepat seperti kapak, palu, gergaji, pisau, pedang dan banyak benda berbahaya lain yang meluncur ke arah pemuda itu saat ini.

__ADS_1


Dan tidak lupa juga ada semacam kayu yang tiba-tiba tumbuh yang berasal dari kayu bagian depan pijakan rumah ini dan langsung melilit kedua kaki Danny dengan tujuan menghentikan pergerakannya itu.


Danny bisa merasakan ada kedua serangan itu sebelum benar-benar serangan mengarah padanya, namun ia tidak berusaha untuk menghindar karena adanya alasan tertentu.


"HA! Anak muda serangan kejutanku akan mengakhirimu di sini! Kau tetap akan berakhir sama seperti yang seharusnya!" Nada kepercayaan diri yang begitu besar terdengar dari si sosok penunggu rumah usang tidak terawat ini, sepertinya ia telah melakukan serangan terbaiknya untuk mengakhiri si anak muda yang mengejutkannya ini.


Danny punya alasan kuat dibalik tidak menghindarnya dirinya itu dari serangan yang membahayakannya itu.


Aku bisa merasakan setiap serangan benda tajam yang mengarah di belakangku, dan setiap benda tajam yang mengarah padaku itu terasa lamban sekali, ini artinya kekuatan fisikku memang bertambah karena efek dari batu permata mulia ini, aura merah yang melingkupi tubuhku juga semakin besar dan membara, syukurlah aku bisa mengendalikan sedikit kekuatan batu permata mulia fisik ini.


Cengkraman kayu yang berada di kedua belah kakiku pun tidak terasa sakit sama sekali bahkan saat ini kayunya tidak benar-benar menempel ke bagian kakiku, kayunya tertahan di luar aura merah yang kukeluarkan ini.


Aku tidak bisa membiarkan apa yang telah dilakukan si penjahat ini, dia terlalu banyak melakukan kejahatan dan kejahatan yang keji terhadap orang-orang, dan saat ini karena kemampuannya itu dia makin percaya diri dalam jalan sesatnya itu.


Danny berpikir tidak ada hal lain yang bisa dilakukannya selain mengakhiri segala perbuatan jahat yang dilakukan oleh penjahat ini; sudah saatnya penjahat yang berkemampuan khusus ini pergi dari dunia dan tidak lagi menjadi penyebab di mana seseorang harus kehilangan nyawanya akibat aksinya itu.


Danny melirik ke bagian dalam dari rumah itu, kini serangannya memang benar-benar hampir mencapainya, namun dalam tatapan tajam matanya itu ia sama sekali tidak menghiraukan serangan yang mengarah padanya di saat genting seperti ini.


Aku bisa melihat sosok hitam di ruangan di dalam rumah usang itu, dan dia pasti merupakan penjahat semasa hidupnya yang meresahkan banyak orang dan menebar teror yang tersembunyi karena kemampuannya ini.

__ADS_1


Danny tidak bisa melihat dengan jelas sosok manusia di dalam sana, ia hanya bisa melihat diantara bayangan hitam ada satu area dimana area itu lebih pekat dan hitam dibanding area lainnya, maka dengan perkiraan sudah pasti sosoknya bergabung dengan keberadaan rumah ini seperti yang telah dikatakannya tadi.


Dan itu berarti ada satu cara yang bisa membuat semua ini berakhir, saat ini juga untuk menghentikan perbuatan buruknya itu.


"Sekarang! Anak muda jadilah koleksiku dan jangan membantah hahaha!"


"Kau ... sudah berakhir." Danny menatap tajam dengan membalikkan kepalanya sekilas sekaligus ekspresinya yang begitu serius nampak jelas di wajahnya saat ini.


TRANG!


TRANG!


DUG!


Semua benda tajam yang merupakan serangan yang dilancarkan oleh si penjahat itu terhenti tepat di depan tubuh Danny sendiri, ternyata sihir perisai angin yang tidak terlihat itu masih melindungi dirinya sampai saat ini.


"APA?! Seranganku berhasil dihentikannya?! Bagaimana bisa? Serangan itu dihentikan bahkan tanpa reaksi takut atau terancam, dia dengan tenangnya menangkis semua seranganku?!" Si sosok bayangan hitam itu terlihat menggeliat ke sana ke mari di antara bayangan hitam lainnya, ia merasa tidak percaya akan kejadian ini dan merasa gelisah sendiri.


"Kalau begitu ... bagaimana dengan ini?!" Serangan kayu yang mengikat pada kaki Danny mulai menjalar ke atas tubuhnya, dan mengelilingi tubuh Danny sampai ke bagian kepalanya.

__ADS_1


"HA! Aku bisa meremukkanmu dengan kayu dari kemampuan Hell Doors! Kayu itu bukanlah kayu biasa! Itu adalah bagian dari rumah ini dengan kekuatan yang luar biasa! Kau bisa langsung remuk seketika ketika aku menggunakan serangan ini! Tidak apa kali ini aku melewatkan untuk mengoleksi anak muda saat ini, tujuan utamaku adalah untuk mengakhirimu sekarang juga!"


__ADS_2